CELOTAH-CELOTEH


BacaNulis.Com - Pagi tiba, dengan hadirnya sang surya
Ayam berkokok, rumput liar bergelinting di sela kicau burung

Seorang anak sedang murung merenung
Di sudut bale bambu dekat sebuah warung
Anak kecil, bertubuh kecil
Namun punya angan besar, bercita-cita besar

Dalam benak hatinya ia berkata “mau jadi apa aku nanti?”
“sementara sesuap nasi pun aku tidak punya hari ini”
“oh.. Tuhan, di mana diriku sekarang?”
“akankah aku jadi seekor bangkai yang terbuang?”

Ia juga tidak tau, harus ke mana ia pergi
Ia berkhayal dan berkhayal lagi
“andai kata aku jadi orang kaya yang bahagia, tentu aku akan pergi ke sama ke mari
Namun khayalnya buyar, ketika diusir oleh orang-orang di sana
Diusir pergi, karena dianggap merisihkan hati

Berjalan gontai perlahan
Tak tau arah tujuan
Sambil tersenyum, ia menceloteh dalam hati
“ke mana lagi aku akan pergi?”
Di bumi aku diusir orang-orang ini
Ke langit aku akan berjumpa Gatot kaca
Yang siap menyandra
Sementara ke laut aku akan berjumpa Nyi Roro Kidul
Yang akan menenggelamkanku di Laut Kidul

Baca juga: ALANGKAH LUCUNYA (negeri ini)


Medan, 5 juni 2008
(suramah)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel