Skip to main content

Melahirkan Kembali Cendikiawan Muslim


REBORN THE MOSLEM SCHOLARS 
TO ANSWER THE CHALLENGES ON CONTEMPORARY WORLD

1. Fitrah manusia sebagai makhluk berpikir

Manusia memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan makhluk lainnya. Kelebihan yang dimiliki manusia tersebut berada pada fitrahnya sebagai makhluk pemikir (berilmu). Kelebihan inilah yang mengangkat derajat manusia di hadapan semua makhluk Allah SWT, sekalipun terhadap malaikat yang diciptakan oleh Allah dengan sifatnya yang selalu patuh.

Manusia mulia dengan ilmu dan pikirannya. Sabab itulah yang menjadikan manusia sebagai penjaga bumi ini, kholifah di muka bumi ini. Dan sebab itu pulalah yang menjadikan manusia pertama (Nabi Adam AS) dimuliakan di sisi para hambaNya yang lain (Al-baqoroh 30-34)

Dalam al-qur’an, banyak sekali kalimat-kalimat Allah yang mengingatkan manusia untuk berpikir. Kalimat-kalimat tersebut sudah barang tentu menjadi indikasi bahwasannya manusia adalah makhluk pemikir. Lewat kalimat-kalimatNya, seperti “afalaa ta’kilun….? Afalaaa tatafakkaruun…? Ariaita….?” Dan lain sebagainya mengindikasikan kesanggupan manusia untuk memikirkan segala hal dalam kehidupannya.

Allah menganugerahi manusia dengan alam pikirannya. Hal ini tidak terlepas agar manusia mampu menghadapi tantangan di dunia dengan pikiran dan akalnya untuk tetap hidup. Tidak terlepas pula untuk menjaga keseimbangan dunia agar tetap terjaga sesuai dengan koridornya, menyelesaikan problematika hidup, bertahan dengan keadaan dan mencari kebahagiaan di dunia dan akhirat. Maka manusia cenderung akan tetap berpikir.

Jadi, kesimpulannya adalah bahwasannya Allah SWT menciptakan manusia sebagai kholifah di muka bumi ini. Dan kehidupan di muka bumi memiliki beragam kesulitan maupun problematikanya, baik kehidupan biologis, bermasyarakat, bernegara, maupun beragama untuk tetap bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa. Maka, untuk menjawab tantangan masa kini dan nanti, Allah SWT membekali manusia dengan akal pikirannya sehingga mampu bertahan hidup dan bermasyarakat dengan baik dan lain sebagainya.

2. Tantangan dunia masa kini

Kehidupan dunia selalu menyisahkan banyak problematika. Problematika yang muncul karena sifat dari kehidupan itu sendiri maupun problematika yang muncul karena hasil hubungan manusia dengan manusia yang lain maupun dengan alam sekitarnya juga terhadap Tuhan yang Maha Esa..
Untuk mengawali tulisan ini, agar lebih relevan dengan tema di atas, kita perlu mengungkapkan beberapa permasalahan dunia akhir-akhir ini, terkhusus pada permasalahan umat islam yang penting untuk disoroti. Di antara permasalahan yang cukup poputer untuk beberapa dekade ini, yang saya kutip dari Prof. H. Abdurrahman Masud, Ph.D adalah :
  1. kemunduran umat
  2. kelemahan umat
  3. stagnasi pemikiran umat
  4. absennya ijtihad umat
  5. absennya kemajuan kultural Umat
  6. tercabutnya umat dari norma-norma dasar peradaban Islam
Permasalahan bukanlah hal yang menarik untuk dicaci-maki, tapi permasalahan adalah sebuah hal yang harus dicari solusi bagaimana cara menghadapinya. Permasalahan yang timbul kembali setelah adalah permasalahan di atas adalah, siapakah yang akan mengakhiri permasalahan tersebut.

Permasalahan akhir yang timbul akan mengarah pada apakah manusia siap menjadi aktor-aktor yang mampu membawa manusia untuk menjawab tantangan kehidupan umat tersebut. Sangat diperlukan sekali tokoh-tokoh pemikir yang mampu memotori umat agar bisa terbebas dari permasalahannya.

3. Melahirkan kembali cendikiawan muslim

Hal terpenting untuk mengakhiri masalah umat, adalah menyiapkan sosok-sosok yang mampu mengahadapi permasalahan tersebut. Sebab, jarang sekali setiap orang mampu menghadapi masalah sendiri, apalagi untuk menghadapi permasalahan yang bertarap goblal.

Salah satu yang harus dipersiapkan adalah melahirkan cendikiawan muslim. Hal ini penting, karena manusia dianggap mampu menjawab tantangan hidup lewat akal dan alam pikirannya. Dan cendikiawan muslim adalah salah satunya. Lewat pemikiran-pemikirannya diharapkan mampu mengantarkan umat pada kondisi yang diinginkan.
4. Cendikiawan muslim populer

Banyak contoh yang menggambarkan pentingnya sosok pemikir sekaligus aktor perubahan umat. Berikut disajikan tokoh-tokoh cendikiawan muslim :
  1. Hasan AI-Banna tampil dengan ide pembaharuan dan gerakannya untuk menyemarakkan kembali syi’ar Islam yang menurutnya selama ini telah memudar di bumi ini.
  2. Fetthullah Gulen, banyak menuangkan pemikiran-pemikiran tentang pembaruan di dunia Islam dan lebih mengedepankan dialog dan perdamaian antarsesama umat beragama dalam menyebarkan ajaran dan nilai-nilai Islam. Pemikiran-pemikirannya ini kemudian menjadi sebuah gerakan yang ia wujudkan dalam bentuk lembaga-lembaga pendidikan, lembaga amal, media massa cetak dan elektronik, perkumpulan-perkumpulan pelajar dan kelompok-kelompok lobi, bahkan membantu berdirinya asosiasi wartawan dan penulis di Turki.
  3. Sayyid Qutb, Pemikiran beliau amat kotemporari dan berjaya memaparkannya dalam penulisan maalim fi'l-tareeq atau petunjuk sepanjang jalan. Buku tersebut membentangkan kemungkaran dalam masyarakat Islam, memberikan panduan untuk para pendakwah seterusnya menyatakan langkah2 ke arah menegakkan masyarakat Islam yang berasas sepenuhnya kepada pimpinan an-nahjus-sahih.
  4. Rasyid Ridho, semangat juang dalam dirinya untuk melepaskan umat Islam dari belenggu keterbelakangan dan kebodohannya.
Dan masih banyak lagi, lewat pemikirannya, mereka mampu mengantarkan masyarakat pada kondisi yang diinginkan.

5. Tokoh-tokoh pergerakan islam Indonesia 

Berikut disajikan pula tokoh-tokoh pemikir islam Indonesia :
  1. K.H A. Dahlan, Jiwa dan pemikirannya penuh disemangati oleh aliran pembaharuan yang kelak kemudian hari menampilkan eorak keagamaan yang sarna, yaitu melalui Muhammadiyah, yang bertujuan untuk memperbaharui pemahaman keagamaan (keislaman) di sebagian besar dunia Islam saat itu yang masih bersifat ortodoks (kolot).
  2. H.O.S Cokroaminoto dengan pemikiran ekonominya melalui prinsip kedermawanan islam dan persaudaran islam.
  3. M. Natsir, berjuang untuk menegakkan Islam sebagai dasar negara melalui prinsip-prinsip demokrasi.
Dan masih banyak lagi, tokoh-tokoh pemikir yang secara aksi juga memberikan sumbangsi positif bagi permasalahan umat.

6. Usaha yang dapat dilakukan

Dari semua tulisan yang disajikan, usaha yang mungkin dapat dilakukan untuk melahirkan kembali cendikiawan muslim untuk menjawab tantangan dunia masa kini, diantaranya adalah :
  • Belajar giat
  • Mengoptimalkan forum-forum diskusi
  • Mensinergikan pengkaderan untuk pemikiran
  • Menciptakan tenaga pendidik yang mampu menyiapkan kader- kader pemikir
  • Dan lain-lain.
Baca juga: PERKADERAN PROGRESIF. SONGSONG TRIDIMENSI PERGERAKAN IMM YANG PROGRESIF BERKESINAMBUNGAN

Referensi : 
  1. http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/m/mohammad-natsir/index.html
  2. http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&q=pemikiran+rasyid+ridha&aq=0&aqi=g2&aql=&oq=pemikiran+Rasyid+r&gs_rfai=
  3. http://udhiexz.wordpress.com/2009/04/25/pemikiran-kh-ahmad-dahlan/
  4. Badiatul Rozikin, dkk.101 jejak tokoh islam Indonesia,Yogyakarta : e-Nusantara, 2009
  5. Al-Hikmah, al-qur’an dan terjemah. Bandung: CV. Penerbit Diponegoro, 2007
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar