TAK SEMPAT

TAK SEMPAT

TAK SEMPAT

Gali…………. Gali…………..!
Kecil bersih, di balik baju bagus bercorak indah
Di sela tangis, tawa dan suka ria
Baju kotor, usang dan bau
Dari pipis kecilku
Aku berkata. « ibu….. ibu….. »

Bermain kelereng tak kenal waktu
Kepada siapa saja teman yang mau
Azdan magrib menyembunyikan siang
Dan malampun datang dengan bintang-bintang
Bapak datang dengan garang
Mengusirku dari permainan riang
Aku menantang sombong mesti tak terang-terangan
Bapak! Sebentar lagi bapak!

Malam petang, akupun berniat menundukkan padang ilalang
Gontai, lelah tengah malam aku pulang
Membangunkan orang di rumah yang barusan terlelap lalu
Rupanya ibu membukakan pintu menegurku
Alah ibu……! Sudahlah ibu….! Ibu, ibu….!

Aku pergi kala dewasa meninggalkan desa ke pinggiran kota
Ego dan si sombong menguasai diri diantara jutaan kilo langkah
Bapak ibu hanya berkata, bawalah bekal ini!
Haiku bergetar “Cuma ini?” ya sudahlah!
Ibu….. Ibu……!

Doa ibu mengikuti dari belakang, depan, atas dan bawah
Oh…… rupanya aku berhasil juga
Terima kasih ayah bunda…!
RidhoMu, surgaku
Amarahmu adalah nerakaku

Aku pulang berjalan sumringah
Aku ingin ucapkan terima kasih atas jasa-jasa
Mereka telah lama mengajariku
Meski aku tak tau apa itu, bahkan acuh tak acuh

Kerumun orang-orang desa di depan rumah
Kata si pak tua, “Ada apa mereka?”
Entahlah, aku pun tak tau apa kerjanya


Nyaliku ciut, ada apa?
Aku dekati, dengan aliran darah yang terasa
Ibu... ibu.... kenapa engkau tertidur di situ?
Bapak, mengapa kau tak bangun pak?
Bapak… Bapak… bapak… hahahahaha
Sekarang aku sudah dewasa! jangan lagi bercanda

Ibu…… !
Aku datang ibu ! menggenggam terima kasih dan maaf harapku ibu….
Ibu……. !
Kenapa terkulai layu ?

Bapak….. !
Baiklah aku berserah diri di telapak
Tapi dengar aku bapak
Haduplah lagi bapaaak !

Pak tua pun mengomel, « sudahlaaaaah ! »
« Biarkan saja dia ! »
« Semua sudah berlalu ! »
« Dan sesalmu tak perluh, tak perluuh ! »
Ibu bapakmu berpesan hanya meminta doa darimu

Tuhan, tak sempat aku berterima kasih
Tuhan, tak sempat aku meminta maaf ini

Sampai usiaku dewasa
Mereka hanya meminta doa?

Tak sempat.....!

Baca juga: BELENGGU

Medan, 10 mei 2009
bangsur_5:07 berlayar
Buka Komentar