Tahukah anda, manusia hidup berapa kali dan mati berapa kali?


Manusia hidup ditaqdirkan Allah sebagai khalifatu fil ardy. Tidak seperti Allah, manusia akan mengalami hidup dan mati. Namun taukah kita berapa kali manusia mengalami mati dan berapa kali manusia mengalami hidup?
Kematian dan kehidupan merupakan ketentuan Allah dan bersifat ghaib yang jarang sekali dapat diketahui manusia lewat panca indranya. Namun walaupun bersifat ghaib, ada sisi-sisi tertentu yang diberitahukan Allah lewat kalamNya yaitu al-qur’an. Di dalam al-qur’an terdapat ayat yang menjelaskan berapa kali manusia hidup dan berapa kali manusia mati.
Dalam al-qur’an surat al-baqarah ayat 28 yang berarti “ bagaimana kamu ingkar kepada Allah? Padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepadaNya lah kamu dikembalikan”, ayat ini memberikan indikasi tentang berapa kali manusia akan mengalami hidup dan berapa kali manusia mengalami mati.
Lewat ayat tersebut maka diketahui bahwa manusia mengalami dua kali kematian dan dua kali kehidupan. Deskripsinya adalah sebagai berikut :
1. Pase pertama, manusia tadinya mati.
Hal ini senada dengan kenyataan hidup bahwasannya manusia sebelum lahir di dunia maupun sebelum berada di rahim ibu telah menghadapi pase kematian pertama. Sesuai dengan ayat di atas yang mengatakan bahwa “mengapa kamu ingkar kepada Allah? Padahal kamu (tadinya) mati,........”
Hal ini juga menandakan bahwa sesuatu yang hidup pada dasarnya berasal dari sesuatu yang mati. Di mana Adam AS berasal dari tanah, Hawa berasal dari tulung rusuknya Adam AS, begitu pula manusia berasal dari setetes air mani.
Pesan dari penggalan ayat ini adalah agar manusia mengingat bahwasanya manusia pada mulanya mati, tidak memiliki kekuatan dan lemah sekali. Maka senantiasalah taat kepada Sang maha pencipta yaitu Allah SWT. Jangan sekali-kali ingkar kepadaNYA.
2. Pase kedua, manusia hidup di dunia
Dari ayat di atas Allah menjelaskan dengan penggalan sebagai berikut “....lalu Dia menghidupkan kamu......”. Maka pase kedua yang dilalui manusia adalah dalam keadaan hidup. Yaitu hidup di dunia ini.
Kehidupan di dunia merupakan pase kehidupan pertama yang dilalui manusia. Kehidupan di dunia merupakan ladang tanaman bekal bagi kehidupan selanjutnya. Maka Allah pun mengatakan bahwasannya “Aku tidak akan menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu”.
Kehidupan di dunia merupakan cerminan untuk kehidupan selanjutnya. Maka untuk menghadapi kehidupan selanjutnya adalah dengan membawa perbekalan “dan sebaik-baik bekal adalah taqwa” (QS. A-lbaqarah : 197)

3. Pase ketiga, manusia akan dimatikan kembali di alam barzakh
Dari ayat di atas diketahui bahwa pase ketiga yang akan dilalui manusia adalah kematian kembali “................kemudian Dia mematikan kamu......” . kematian ini merupakan kematian yang kedua yang akan dialami manusia. Kematian yang dimaksud adalah kematian setelah kehidupan di dunia. Maka pada saat itu setiap manusia akan dikubur dan berada pada alam barzakh. Pada saat itu maka tidak berlaku lagi amal perbuatan manusia untuk dibawa sebagai bekal di akhirat. Sebagaimana Rasul mengatakan bahwa “jika mati anak Adam (manusia) maka terputuslah amalnya kecuali 3 hal, yaitu shodaqoh zariah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang sholeh”.
Kematian yang kedua adalah jembatan menuju kehidupan selanjutnya. Alam barzakh merupakan terminal untuk melalui terminal berikutnya, yaitu alam akhirat. Maka sebelum ajal kematian itupun dilalui, maka bersiaplah untuk memperbanyak bekal menuju kehidupan selanjutnya. Kematian merupakan guru yang mengajarkan manusia agar tidak sombong dan menyerahkan segala sesuatu kepada Allah dibarengi dengan ikhtiar dan doa. Serta mengajarkan bahwa kehidupan ini tidak abadi, maka bersiaplah untuk kehidupan selanjutnya.
4. Pase keempat, manusia akan dihidupkan kembali di akhirat
Pase setelah kematian di alam barzakh, manusia akan dihidupkan kembali “.....Lalu Dia menghidupkan kamu kembali.....”. Kehidupan setelah kematian ini merupakan kehidupan yang kedua yang akan dialami manusia di alam akhirat. Maka pada saat itu, manusia akan menerima balasan dari apa yang dilakukannya semasa kehidupan di dunia terdahulu. Kehidupan di alam akhirat merupakan akibat dari kehidupan di dunia. Hal ini merupakan garis yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Lewat penggalan ayat di atas, manusia akan mengalami hidup untuk yang kedua kalinya.
Maka pesan yang ingin disampaikan dalam ayat tersebut adalah hendaknya kita mengingat bahwasannya manusia pada awalnya mati, dan hidup untuk menghambakan diri kepada Allah, serta akan mengalami mati kembali. Pada saat itu tidak berlaku lagi amal dan ibadah kepada Allah. Dan pada akhirnya manusia akan dibangkitkan kembali untuk hidup kembali untuk menerima balasan dari amal yang ia perbuat semasa hidupnya. “Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat biji dzarrah pun niscaya ia akan melihat balasannya. Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat biji dzarrah pun niscaya ia akan melihat balasannya” (QS : Az-Zalzalah 6-8). Maka dari itu hendaklah manusia selalu taat kepada Allah SWT, dan jangan melakukan keingkaran kepadaNya.
Dari uraian ayat di atas kembali kita periksa, berapa kali manusia hidup dan berapa kali manusia mati, “ bagaimana kamu ingkar kepada Allah? Padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepadaNya lah kamu dikembalikan”. (Al-Baqarah : 28).
Maka kesimpulannya adalah manusia mengalami mati dua kali dan hidup dua kali. Setelah kehidupan yang kedua, atau pase terakhir yang dialami manusia, lalu pase apalagi yang akan dilalui? Atau setelah manusia dihidupkan di akhirat, Apa yang akan dialami manusia kembali? Untuk menjawab ini, maka saya akan menjawab “WALLAHU A’LAM”, Allah lah yang tau. Dan “kemudian kepadaNya lah kamu dikembalikan”.

Medan, 12 april 2011
BS_5:07

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel