CERITA KERETA

CERITA KERETA

CERITA KERETA

Kereta apiku berjalan. Tut…. Tut…. Tuttt…
Berangkat dari satu stasiun awal kehidupan
Menyusuri rel berliku sepanjang waktu
Menghantarkan semua cerita hidup penumpang
Keretaku melaju. Tut…. Tut…. Tutttt…..
Menyimpan cermin kehidupan masyarakat pinggiran yang tersembunyi di balik tempok penguasa berbaju pecundang
Mempertontonkan sisi kehidupan bawah, lewat jendela kaca kereta

Keretaku berhenti di satu
stasiun dan berbunyi terompet. Tut… Tut…. Tuttttt….
Melangsir semua jenis penumpang yang berdatangan
Pedagang, orang kaya, pengamen jalanan, pejabat kereta, manusia berjiwa kapitalistik, warga ramah, pemuda slengekan, pengumbar senyum, penawar barang,
Semua naik kereta, mengikuti alur cerita
Dan meneruskan perjalanan demi melanjutkan kehidupan di depan

Semua berdatangan
Penuh, melimpah
Sesak namun kaya maknah.

Keretaku bergoyang. Tut… tut…. Tuttt….
Melintasi alam, kota, kampung, kebun dan semua bentuk realita yang tak selalu sama
Kencang, berirama. Berguncang namun harus dirasakan untuk sampai pada tujuan.

Kereta bersuara. Tut… Tut… Tuttt…
Berkisah tentang tawar-menawar harga
Egoisme manusia dan musik peramai suasana

Kereta makin bising
Memperdengarkan jeritan narasi manusia dengan hidup masing-masing.

Kereta menyapa. Tut…. Tut… Tutttt….
Bernostalgia dengan tembok sejarah kolonia
Dan masih menyisahkan puing-puing penderitaan rakyat di sekitar rel kereta
Hasil penindasan kolonial yang terwariskan.
Lewat perjalanan kereta
Terkadang terlintas bahwa manusia harus hidup berhamburan demi sampai pada tujuan

Lewat perjalanan kereta
Kadang tersirat bahwa hidup melintasi satu cerita menuju cerita lainnya
Kadang tenang, berguncang, berhenti kemudian melaju kembali
Lewat perjalanan kereta
Terkadang terpikir bahwa did alam dan di luar gerbong sana masih ada orang yang belum sejahtera
Mereka menghabiskan semua komoditas, keahlian, kecerdikan, hingga kecurangan hanya untuk melanjutkan hidup demi tujuan yang diinginkan kelak hingga kereta penuh sesak

Lewat perjalanan kereta
Memberi pelajaran bahwa apa pun yang dilakukan, semua bermotif jiwa kemanusiaan atau agar sampai ke tujuan

Kereta melanjutkan jalannya, meninggalkanku pada satu tujuan
Aku berharap esok akan berjumpa dengan kereta
Menyambung kembali tujuan yang belum sampai
Hingga suatu hari kereta akan tetap melaju mengantarkan semua tujuan penumpang
Kereta memberi isyarat. Tut…. Tut…. Tutttt….
Selamat jalan kereta
Selamat jalan cerita




KA Putri Deli, Medan-Kisaran
GERBONG 4. 14 b.
14 april 2011 (14.23 WIB)
bangsur
Buka Komentar