AL-FATIHA


AYAT 1 :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
1. Merupakan ayat penuhanan kepada Allah SWT
2. Termasuk ayat yang menunjukkan bahwa manusia hanya boleh fanatik kepada Allah SWT
3. Ayat ini merupakan tuntunan niat yang ikhlas
4. Ar-Rahman & Ar-Rahim adalah sebagian dari asma’ul husna (nama-nama Allah)
AYAT 2 :
Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam
1. Ayat 2 dan beberapa ayat selanjutnya merupakan ayat puji-pujian kepada Allah SWT.
2. Allah adalah Rabb sekalian alam
3. Menegaskan bahwa segala puji hanyalah milik Allah. Bahwa Allah adalah Tuhan yang esa. Tuhan seluruh alam. Tiada Tuhan selain Dia
Pertanyaan : Apa pengertian Rabb dan Illah? Apa perbedaan keduanya? Apa arti alam?
AYAT 3 :
Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
1. Ar-Rahman dan Ar-Rahim adalah sebagian dari nama Allah (asma’ul husna)
2. Ayat ini mengulang kembali kalimat (asma Allah) seperti pada ayat 1
3. Ar-Rahman adalah Maha Pengasih. Yaitu Maha Pengasih yang memberikan kepada semua manusia dan makhlukNya
4. Ar-Rahim adalah Maha Penyayang yang hanya diberikan kepada hambaNya yang taat di hari akhirat nanti.
AYAT 4 :
Pemilik hari pembalasan
1. Nama lain dari hari kiamat adalah Yaumud Din
2. Allah adalah penguasa seluruh alam dan penguasa hari pembalasan
3. Pada ayat ini Allah menegaskan keperkasaanNya
4. Ayat ini merupakan wujud kesombongan Allah SWT
5. Kesombongan hanya milik Allah
AYAT 5 :
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan
hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan
1. Beribadah dan meminta pertolongan hanya kepada Allah SWT
2. Ayat ini merupakan ungkapan kelemahan hamba di depan TuhanNya
3. Ayat ini juga merupakan janji manusia kepada Tuhannya
4. Ayat ini juga berpesan bahwa Allah maha besar
Pertanyaan : Apa perbedaan arti ista’in dengan istanshor? Sama arti kata istaqim dengan mustaqim?
AYAT 6 :
Tunjukilah kami jalan yang lurus
1. Permintaan seorang hamba yang paling dominan dan prioritas adalah agar Allah menunjuki manusia ke jalan yang lurus (shirothol mustaqim)
2. Ayat ini mengindikasikan agar manusia selalu tetap ditunjuki kepada jalan yang benar, karena sewaktu-waktu manusia dapat terperangkap pada aqidah-aqidah dan jalan-jalan yang tidak benar.
3. Ayat ini merupakan doa hamba kepada Tuhannya
AYAT 7 :
Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya.
Bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.
1. Sebagian redaksinya merupakan penjelasan untuk pengertian shirothol mustaqim pada ayat 6. Sebagian lagi melanjutkan (berkaitan) dengan ayat sebelumnya.
2. Shirothol mustaqim yang dimaksud adalah jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalan yang dimurkai dan bukan pula jalan yang sesat.
3. Ada 3 tipe jalan yang diceritakan pada ayat ini. Yaitu :
a. Shirothol mustaqim : jalan orang-orang yang lurus (yang diberi nikmat)
b. Shirothol maghdhu : jalan orang-orang yang dimurkai
c. Shirothod dhollin : jalan orang-orang yang sesat
4. Jalan yang baik adalah shirothol mustaqim
5. Untuk senantiasa berada pada jalan yang baik itu, hendaknya seorang hamba berikhtiar dan berdoa (ayat 4)
6. Ada 3 tipe manusia menurut pengertian di ayat ini. Yaitu : orang yang diberi nikmat (ditunjuki jalan yang lurus), orang yang dimurkai dan orang yang sesat.
7. Jalan yang lurus adalah jalan hidup yang benar yang dapat membuat bahagia di dunia dan akhirat
8. Mereka yang dimurkai adalah mereka yang sengaja menentang ajaran islam
9. Mereka yang sesat adalah mereka yang sengaja mengambil jalan selain ajaran islam.
SKETSA AYAT (AL-FATIHA AYAT 1-7)
1. Ayat 1 : Ayat ketauhidan
2. Ayat 2 – 3 : Puji-pujian
3. Ayat 5 : Janji
4. Ayat 6 – 7 : Do’a

Baca juga: AN-NASS
Medan, 2 juni 2011
Bangsur

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel