AN-NASS

AN-NASS


AYAT 1 :
Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia!
1. Ada perintah untuk mengatakan, dengan redaksi “qul”
2. Perkataan yang diperintahkan berbentuk do’a. yaitu do’a agar berlindung kepada Allah
3. Do’a yang dimaksud adalah “aku berlindung kepada Tuhannya manusia”
4. Ayat ini juga merupakan bentuk pengajaran. Yaitu pengajaran untuk berdo’a meminta perlindungan
5. Allah adalah Tuhannya manusia
6. Allah mampu melindungi segenap hambanya.
7. Perlindungan yang terbaik adalah perlindungan kepada Allah
Pertanyaan : apa arti Rabb?
AYAT 2 :
Raja manusia
1. Ayat ini bersambung (sambungan) dengan ayat sebelumnya
2. Ayat ini menegaskan ayat sebelumnya bahwa Tuhannya manusia adalah rajanya manusia
3. Kata “maliki” mempunyai I’rob sebagai badal (pengganti). Sehingga mengikuti pola kata “Robbi” yang sama-sama majrurun bil ba’ dan alamat jarnya adalah kasroh
4. Allah adalah rajanya manusia.
AYAT 3 :
Sembahan manusia
1. Masih bersambung dengan ayat sebelumnya
2. Ayat ini juga menegaskan ayat-ayat sebelumnya bahwa Tuhannya manusia, selain rajanya manusia juga sembahan manusia
3. Kata “ilaahi” mengikuti pola seperti kata “maliki” dan “robbi” sebagai badal (pengganti) majrurun bil ba’ dan alamat jarnya adalah kasroh.
4. Allah adalah sembahan manusia
Pertanyaan : apa arti Illah?
AYAT 4 :
Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi
1. Doa perlindungan yang dimaksud dalam ayat 1 adalah perlindungan (agar dilindungi) dari kejahatan bisikan syetan yang bersembunyi
2. Kejahatan bisikan (waswas) berada di hati berasal dari syetan yang bersembunyi
3. Pada realitanya, sangat dimungkinkan bahwa bisikan-bisikan syetan akan selalu ada. Sehingga Allah mengajarkan doa dalam surah ini. Bisikan tersebut, mungkin saja keraguan, prasangka, ketakutan, fitnah dll.
4. Bisikan kejahatan itu tidak tampak oleh panca indra namun memberi waswas ke dalam dada manusia (ayat 5)
Pertanyaan : apa arti khonnas? Samakah dengan syetan?
AYAT 5 :
Yang membisikkan (kejahatan)ke dalam dada manusia
1. Bisikan kejahatan yang dimaksud pada ayat sebelumnya (ayat 4) masuk ke dalam dada manusia.
2. Bisikan tersebut yang menjadikan manusia waswas.
3. Sangat dimungkinkan bahwa setiap manusia akan mengalami waswas di dalah hatinya dari bisikan syetan yang bersembunyi itu.
4. Sifat dari bisikan itu tersembunyi namun selalu ada.
AYAT 6 :
Dari (golongan) jin dan manusia”.
1. Ayat ini menegaskan siapa yang dimaksud dalam ayat 4
2. Yang memberi rasa waswas akan kejahatan bisikan yang bersembunyi dapat berbentuk dari golongan jin dan manusia
3. Ada beberapa golongan jin dan manusia yang bersifat memberi waswas akan kejahatan bisikan.
KESIMPULAN :
1. Surah an-nass mengajarkan manusia (qul) untuk senantiasa berdo’a kepada Rabbnya manusia (ayat 1). Illahnya manusia (ayat 3), rajanya manusia (ayat 2).
2. Doa yang dimaksud adalah memohon perlindungan kepadaNya (auu’dzu) ayat 1
3. Perlindungan yang dimaksud adalah dari kejahatan bisikan syetan yang tersembunyi (ayat 4)
4. Bisikan tersebut bersifat tersembunyi dan selalu memberi waswas ke dalam hati manusia (ayat 5)
5. Bisikan tersebut dapat berasal dari golongan jin maupun manusia. (ayat 6)
6. Secara keseluruhan, surah an-nass menganjurkan (memerintahkan) dan mengajarkan do’a perlindungan untuk manusia kepada Allah dari kejahatan bisikan yang tersembunyi yang memberi waswas ke dalam hati manusia yang berasal dari golongan manusia maupun jin. waAllahu a’lam..

Baca juga: AL-FATIHA
Medan, 1 juni 2011
bangsur
Buka Komentar