SISI DUA/DUA SISI

SISI DUA/DUA SISI

SISI DUA/DUA SISI

Dan malam pun gemerlapan
Di balik cahaya bulan, keluarga miskin kegelapan di antara lilin penerang

Dan lampu trotoar pun menyilaukan
Sepanjang jalan menyisahkan pancaran penderitaan

Seluas kota pun berdiri kokoh dinding-dinding berkaca
Terhampar pemandangan memantulkan keperihan

Dan dari rahim ibu-ibu bunting pun lahir anak petualang
Mewariskan pusaka Bapak untuk meneruskan atau merubah garis nasibnya

Dan mobilisasi dua sisi pun melaju jauh
Mobilisasi sosial, kekayaan juga nasibnya
Berjauhanlah sejauh telingah kiri dan kanan antara si miskin dan kaya
Bagaikan sisi dua mata uang, berdekatan namun tak berhadapan
Berlawanan arah hingga tak bertemu di mana

Dan tawa pun berisik
Di sekitar tangis pilu mengusik
Berharap kasih dengan berbisik

Dan 1/3 malam pun tenang
Di tengah remang-remang bergejolak kemungkinan esok yang menantang
Akankah kesetaraan dan kepedulian datang?

Dan sinar pagi pun memancarkan pijar
Hari ini, dimulai kembali langkah kaki
Meneruskan atau merubah garis nasibnya….


Medan, 20 juli 2011
bangsur
Buka Komentar