HARTA, WANITA, TAHTA atau AGAMA?


Aku tak ingin jadi orang yang banyak harta
Aku hanya ingin bahagia

Aku lihat orang yang banyak harta
Tapi hanya merasa gelisah dan sengsara

Tuan Korun, sang pemilik kunci harta juga binasa
Lalu untuk apa aku butuh harta?

Harta memaksaku untuk memilikinya satu, dua bahkan berjuta-juta
Ketika aku memilikinya, hanya jadi rebutan bahkan sebunuh-bunuhan antara anak-anakku waktu kutinggalkan dunia..
Menjadi sumber iri, Tak tau diri

Harta…. Harta…. Aku terlalu sibuk untukmu
Tapi aku tak bahagia juga.. selain hanya gelisah karena ejekan jelekmu itu..

Lalu wanita??
Tak aku pungkiri, aku juga suka wanita
Tapi setiap aku suka, aku hanya dipermainkan saja

Wanita itu seperti narkoba
Penenang, tapi juga bisa mematikan

Semoga masih ada wanita sholeha
Perhiasan dunia yang bawa bahagia

Tentang tahta
Aku tak inginkan sebuah tahta
Aku ingin nbiasa-biasa saja

Tahta hanya buat manusia seperti rayap kelaparan
Si tua kepala desa ingin jadi camat, camat ingin jadi bupati, bupati ingin jadi presiden
Bisa-bisa presiden ingin jadi Tuhan, penguasa tahta jagat raya

Tadinya, fir’aun juga mengatakan dia Tuhan
Penguasa alam
Tapi, mati juga di tengah lautan

Tahta membuatku ingin memanjat tangga yang lebih tinggi lagi
Namun akhirnya, ketinggian itu menjatuhkanku hingga mati

Tidak ada ujung dari tahta tinggi
Lalu apa yang dicari-cari?

Dunia…. Dunia….
Dunia ini juga bakal binasa…

Harta, wanita dan tahta itu di dunia…
Dan aku ada di sana

Naluriku ingin memiliki ketiga-tiganya..
Ya…… tapi aku akan tetap saja gelisah
Kita hanya akan bahagia, ketika mendasarinya dengan agama


Medan, (mesjid Taqwa PRM Bantan Timur)
22 agustus 2009
Bangsur_on7

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel