MENGHADAP TUHAN


Aku terbangun.. aku kira Tuhan sedang marah
Tapi aku bingung, ke mana arah melangkah

Terjaga sendiri di malam gelap sepi
Ah… mungkin Cuma hanya Tuhan yang maha hidup dan aku sendiri

Tuhan… masih marahkah Kau?
Ma’afkan aku yang hatinya dikendalikan oleh Engkau
Akupun tak mau, aku jadi sombong, lalai dan inkar

Sungguh bajingan si setan iblis sialan
Tapi orang-orang selalu mengoceh, bahwa setan itu diri-sendiri
Bagaimana mungkin aku bisa mengerti?
Andai jiwaku dibelah dua antar diriku dan diri busukku
Akan aku bunuh si jelek busuk itu

Tuhan…. Akupun tak ingin meninggalkan_Mu
Tapi bagaimana caranya?
Sekiranya, Nabi mala mini ada di sampingku
Aku ingin sekali tuntunannya

Tuhan… Kau yang bisa membelok dan luruskan hati..
Di mana lagi aku pahatkan taqwaku, kalau bukan kepada_Mu?
Tunjuki jiwa yang kecil ini
Sehingga sampai ke taman ridho_Mu

Hati adalah kuasa_Mu
Lemah adalah milikku
Kasih sayang_Mu adalah pintaku
Dan hidayah_Mu adalah langkah jalanku

Gemetar hebat di balik kamar usang
Masih mau Kau melihat?

Tapi aku tau Kau penyayang
Akupun berhak kau beri hidayat

Yaaaah.. aku tau, akupun penuh dosa
Kaulah yang kuasa
Kepada_Mulah kekuasaan
Hanya pada_Mu jagat raya bersujud diam-diam

Diriku sendiri menghadap_Mu Tuhan
Aku takut Kau lebih marah lagi, acuhkan diriku sehingga akupun tak tau ke mana arah langkahku, sementara aku asik dengan langkahku itu dan ah… Kau ingatkan aku di dalam api menyala-nyala berkejaran…

Aku tak mampu melawan_Mu
Ucapan bibirku adalah pengakuan
Gerakku karena aku tak bisa berkata-kata
Sujudku adalah kelemahanku

Aku miskin dengan tadahan tangan
Aku tak berdaya dalam do’a-do’a



Medan, 17 april 2009
(01.55 wib)
Dari diri yang resah ketenangan jiwanya
Dan mengadu kepada Tuhan
(suramah)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel