PEMBIASAAN


BacaNulis.Com - Dua minggu sudah bulan Ramadhan berlalu. Bulan yang diwajibkan puasa di dalamnya ini memiliki banyak pelajaran. Maka wajar jika kita selalu mengistilahkannya sebagai bulan tarbiyah. Kita akan terbiasa menawan lapar, menahan dahaga, qiamul lail, tadarus al-qur’an, dan ibadah-ibadah harian lainnya sebagai pembelajaran selama kurun waktu sebulan itu. Orang berbondong-bondong akan berlomba dalam ibadah pada bulan ini, sebab ramadhan merupakan momentum untuk pembelajaran dan pembiasaan.

                Ada satu pelajaran berharga dari kebiasaan berpuasa. Biasanya, selama ramadhan kita terbiasa menahan lapar dan dahaga. Kebiasaan tidak makan dan tidak minum itu memberi pengaruh pada nafsu makan yang biasanya kian naik di luar bulan ramadhan. Walau pun secara naluri, logika kita mengatakan bahwa kebiasaan menahan lapar dan dahaga dalam selang waktu yang lama justru akan membendung nafsu makan, dan akan membludak jika sudah tiba waktu berbuka. Namun, kenyataannya lambung manusia cuma sejengkal. Selama apa pun tidak makan, tidak akan pernah mampu makan di luar batas kemampuan lambung menerima. Toh, kebanyakan masyarakat mengaku tidak selerah makan, juga tidak sedikit yang menunda makannya hingga selesai sholat tarawih di malam hari. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak selamanya lapar akan membangkitkan nafsu makan saat berbuka. Jadi kebiasaan menahan lapar sesungguhnya akan sangat menekan nafsu makan. 

                Kebiasaan menahan lapar, berakibat besar bagi selerah makan maupun minum. Kebanyakan orang mengaku bahwa selama puasa nafsu makan berkurang. Dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari nafsu makan ditekan. Pada malam hari saat berbuka puasa pun kebanyakan orang hanya berbuka dengan apa adanya tanpa berlebihan. Bahkan kebanyakan mereka mengaku, setelah berbuka puasa nafsu makan tidak sebanyak pada hari-hari biasa. Kalau ada orang mengatakan bahwa berbuka puasa merupakan arena balas dendam untuk memakan makanan sebanyak-banyaknya, nyatanya lambung yang diciptakan Allah cuma sejengkal, sehingga kemampuan makan pun terbatas. Tidak sebanyak yang terimajinasikan saat lapar menguasai hari. 

                Nafsu makan yang berkurang, merupakan akibat dari pembiasaan diri tidak makan dan tidak minum. Kebiasaan itu terjadi dari limit waktu antara terbit fajar dikala subuh hingga terbenamnya matahari di kala maghrib selama 29 atau 30 hari. Namun tidak demikian jika kita tidak puasa. Di luar puasa, nafsu akan selalu menuntun kita untuk selalu makan dan minum. Bahkan dalam kurun waktu kurang dari 8 jam per hari. Kondisi ini memaksa manusia untuk makan dan minum dalam waktu itu bahkan dengan porsi yang lebih banyak dibandingkan saat puasa. 

                Kesimpulannya adalah ternyata nafsu pun perlu pembiasaan. Kita terbiasa tidak makan dalam kurun waktu lebih dari 12 jam. Membuat nafsu makan pun berkurang atau sama dengan hari biasa walaupun sebenarnya terasa lapar bersangatan. 

                Nah, jika nafsupun perlu pembiasaan apalagi dengan ibadah. Ibadah merupakan kewajiban yang harus ditegakkan oleh hamba demi mengabdi kepada Rabbnya. Maka setiap saat kita dituntut untuk selalu beribadah siang maupun malam. Alasan bahwa kita akan bosan, capek, lelah, malas dan lain-lainnya merupakan sifat yang menghantui setiap hamba. Jalan keluar agar kita mampu berpaling dari sifat-sifat itu adalah pembiasaan. Pembiasaan bangun pagi saat terdengar adzan subuh, atau pembiasaan bangun lebih awal, mandi pagi, olah raga pagi, sholat di awal waktu secara berjama’ah, puasa senin-kamis, berinfak rutin, membaca pada waktu luang maupun menulis setiap ada kesempatan merupakan awal pembentukan diri untuk menjadi orang yang terbiasa berbuat baik. 

                Pembiasaan untuk melakukan kebaikan akan berimplikasi baik pula bagi empunya. Pembiasaan akan membentuk pribadi-pribadi yang utuh. Pada awalnya kita membentuk pembiasaan, setelah terbiasa pembiasaan itulah yang akan membentuk kita. Yok biasakan beribadah untuk menjadi insan yang taqwa. Jazakallah.


Medan, 13 september 2011
Bangsur

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel