SAJAK ORANG GILA


Semua orang hampir bilang aku gila
Tapi aku malah bilang, sebenarnya siapa yang gila?
Kalian yang gila…
Hahahaha …..

Tau apa soal aku?
Tau apa soal orang gila?

Apakah mempertahankan idealism itu gila?
Apakah mempertimbangkan perasaan kemanusiaan itu gila?

Apakah berbuat sendiri setelah semua orang tak mau lagi, itu gila?
Apakah orang yang mengorbankan badannya jadi kurus, jangkung dan mata cekung untuk hajat
hidup orang banyak, itu gila?

Apakah orang tertawan setelah jujur berkata, itu gila?
Apakah orang yang diam menghindari pertikaian, itu juga gila?

Apakah orang yang mempertahankan lapar di tengah ejekan makanan api, itu gila?
Apakah membela yang benar, mempertahankan kemanusiaan, itu gila?

Apakah tindakan melawan kehitaman sehingga kaki terpasung dengan dada membusung, menahan sakitnya cambukan setan hitam kelam mengangkang berlangsung, itu gila?

Lalu bagaimana dengan orang terhormat yang berkhianat?
Apa jadinya, jika ada orang yang menggusur rakyat seperti pecundang tanpa punya perasaan
Kemanusiaan

Apakah orang-orang yang rame itu selalu benar?
Bagaimana kalau yang rame itu, rame gerombolan orang-orang tolol?

Bagaimana dengan orang yang berlindung di kemewahan dengan kedok topeng pengkhianatan, air mata kebohongan, solidaritas palsu, kepedulian penipu bersenang-senang di atas air mata sungguhan, di hadapan wajah-wajah jujur, ingin perhatian dan hanya ingin ketenangan?

Atau, bagaimana dengan orang yang percaya diri dengan kebijakannya, padahal tidak ada rakyat yang mendukung , mencaci bahkan meludahi tawa cengingisan bentuk ketidaksimpatian?

Orang gila saja, marah kalau harga dirinya diludahi

Apakah orang yang menangis itu sedih? Berbohong dengan air mata, memohon dengan lidah
dusta dan bebas dari kesalahan sesungguhnya, kemudian tertawa, apakah itu sedih?
Bagaimana dengan orang yang berkoak-koak seakan benar, padahal tak tau aturan, lalu
menganggapnya pahlawan?

Lau pantaskah seragam kehormatan masih dipakai di tubuh dekil diktator, pencuri uang rakyat, lalu memakan hidangan pesta pora busuk harus dihormati? Bangga dengan prestasi kebodohan dan kebohongan?

Apakah membela yang salah dengan dibungkus alas an kemanusiaan yang tak manusiawi, pantas dibela?
Apakah diam untuk menghindari pertengkaran di tengah-tengah kebijaksanaan kotor itu bijaksana?

Ke mana perginya hati nurani?
Bersembunyi dengan wibawa? Wibawa apa?
Lalu, siapa yang gila?
Hahahaha…..?

 
Medan (sc imm unimed), 12 juni 2010
Pukul : 20:38 wib
By : bangsur_on7

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel