Skip to main content

AWAL KENABIAN (Sebuah ringkasan sejarah Muhammad)


AWAL TURUNNYA WAHYU DI GUA HIRA

Menyendiri di gua hira merupakan awal periode (prolog) bagi kenabian Muhammad. Rasulullah terbiasa bertahanus di gua hira dalam rangka beribadah dan berpikir tentang keagungan alam sekitarnya beserta kekuatan yang tak terhingga di balik alam ini. Kemurnian pikiran beliau ini sangat berbeda tajam dengan realita kehidupan bangsa Arab yang porak poranda waktu itu. Dan pengasingan diri merupakan bentuk pilihan untuk menghindarkan diri dari kebodohan-kebodohan masyarakatnya di samping ketidakmampuan Muhammad untuk mengantarkan mereka kepada kehendak yang diinginkan hatinya.

Rasulullah menyendiri selama tiga tahun. Setelah umurnya genap 40 tahun, maka peristiwa munculnya Ruh suci dan penerimaan wahyu pertama pun dimulai. Diawali dengan munculnya tanda-tanda nubuwah yang dialami Rasulullah SAW, berupa mimpi yang besar seperti bermimpi sesuatu yang menyerupai fajar, benderang. Mimpi besar itu dialami Nabi selama enam bulan. Dan mimpi ini merupakan salah satu tanda-tanda kenabian. 

Akhirnya pada bulan ramadhan tahun ke-3 dari pengasingannya di gua hira, Allah menurunkan wahyu yang pertama melalui perantara malaikat Jibril dengan membawa ayat-ayat qur’an kepada Rasulullah SAW. 

Wahyu yang pertama kali turun adalah surah Al-Alaq ayat 1-5. Ketika Nabi dituntun untuk membaca surah itu, Nabi pun selalu mengatakan bahwa Ia tidak bisa membaca. Hingga Jibril merangkul Nabi sampai tiga kali yang membuat Nabi terasa sesak. Jibril kemudian melepaskannya dan menuntunkan Nabi untuk membaca surah itu.

gua Hira, tempat pertama kali Nabi mendapat wahyu
Muhammad mengulang bacaan ini dengan hati yang bergetar. Nabi kemudian pulang dan berkata kepada Khadijah, “selimuti aku! Selimuti aku!”. Khadijah pun menyelimutinya. Suatu ketika, Khadijah menemui Waraqah bin Naufal, anak pamannya, seorang nasrani. Waraqah mengatakan bahwa yang dialami Nabi sama seperti yang pernah dialami Musa AS. 

Pernah terjadi pemutusan wahyu dalam beberapa waktu. Pada saat itu pun terjadi kerisauan pada diri Muhammad. Sehingga Beliau berniat pergi ke puncak gunung agar mati saja di sana. Tapi, setiap kali Nabi sampai pada puncaknya dan terbelsit keinginan untuk terjun, muncullah bayangan Jibril dan berkata, “wahai Muhammad, Engkau adalah benar-benar Rasulullah”. Pernah Rasulullah lari hingga terjerembat. Kemudian menemui keluarganya dan mengatakan, “selimuti aku! Selimuti aku!”. Lalu Allah menurunkan surah Al-Mudatsir ayat 1-5. Setelah itu wahyu datang secara berturut-turut.

Turunnya surah Al-Mudatsir ini lah yang merupakan perintah awal untuk mendakwahkan islam di tengah-tengah bangsa Arab yang ketika itu diselimuti oleh kebodohan.

Artikela sebelumnya, pra kenabian. Artikel selanjutnya, periode Mekkah.



Medan, 16 januari 2012
Bangsur_5:07
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar