Skip to main content

INILAH ISTIMEWANYA KA’BAH

Keistimewaan Ka’bah terungkap saat peristiwa Abrahah yang berniat ingin menghancurkan Ka’bah. Abrahah (yang bernama lengkap Abrahah Ash-Shabbah Al-Habsy) adalah seorang Gubernur Yaman dari Najasy. Saat itu, Abrahah membangun gereja besar di Shan’a’ lantaran iri hati melihat bangsa Arab yang selalu melakukan ibadah haji ke Ka’bah. Tujuan Abrahah adalah untuk mengalihkan pusat ibadah haji ke Yaman. Saat itulah seorang dari Bani Kinanah mengetahui niatan Abrahah sehingga pada suatu malam masuk ke Ka’bah buatan Abrahah dan melumurinya dengan kotoran. Melihat kejadian itu, Abrahah pun marah besar.
 
Setelah peristiwa itu, Abrahah pun membawa sekitar enam puluh ribu prajurit untuk menyerang Ka’bah di Mekkah. Dia menunggangi gajah pilihan. Sementara itu terdapat sembilan atau tiga belas ekor gajah di tengah pasukannya yang lain. 

Abrahah kemudian mempersiapkan pasukannya untuk menyerang Mekkah. Sesampainya di Wady Mahsar (sebuah tempat yang terletak di antara Muzdalifah dan Mina) semua gajah mendebum dan tak mau berdiri lagi untuk mendekati Ka’bah. Ketika pasukan itu mengendarai gajah-gajah tersebut ke arah yang berlawanan dengan Ka’bah, ketika itu pula gajah tersebut mau berjalan kembali. Namun ketika diarahkan ke Ka’bah, gajah pun kembali mungkir. 

Pasukan Gajah
Saat kondisi demikian, Allah mengutus burung Ababil, melemparkan mereka dengan batu-batu panas. Sehingga mereka pun mendapat penyakit yang membuat ruas-ruas tulangnya rontok layaknya seperti daun yang dimakan ulat. Setiap burung membawa tiga butir batu, yaitu satu di pelatuk dan dua di cengkraman kaki, seukuran kacang. Ketika batu itu mengenai tubuh pasukan, ruas-ruas tulang mereka pun rontok dan mati. Mereka melarikan diri terbirit-birit hingga satu sama lain saling menabrak bahkan banyak memakan korban. Kepada Abrahah, Allah mengirimkan penyakit khusus sehingga tulangnya rontok seketika. Di Shan’a’, dadanya terbelah sampai kelihatan jantungnya dan kemudian mati. 

Di samping itu, orang-orang Quraisy menyingkir ke gunung-gunung, takut kepada pasukan Abrahah. Namun setelah melihat pasukan Abrahah lari tunggang langgang, mereka kemudian kembali ke rumah masing-masing.

Serangan Abrahah tersebut terjadi di bulan Muharram, 50 atau 55 hari sebelum kelahiran Nabi. Tepatnya akhir februari atau awal maret 571M. Sejak saat itu, penduduk Mekkah pun menamakan tahun itu, adalah tahun gajah yang disematkan berdasarkan peristiwa penyerangan pasukan gajah Abrahah untuk menghancurkan Ka’bah dan digagalkan oleh Allah. Penamaan tahun ini biasa dilakukan oleh masyarakat tertentu yang dinisbatkan atas kejadian yang istimewa. Pada saat itu, tahun hijriyah belum diurutkan dari 1 H hingga peristiwa hijrah Nabi ke Madina.

Peristiwa pasukan gajah ini menjadi prolog bagi kehadiran Nabi di Rumahnya. Seketika saja, peristiwa Abrahah ini mengalihkan perhatian dunia. Sekaligus menunjukkan kemuliaan Baitullah yang terpilih untuk tempat menyucikan jiwa. Dengan demikian, keberadaan seorang penduduk Mekkah yang menyatakan diri membawa nubuwah adalah power point dari peristiwa Abraha ini begitu pula mengundang penafsiran dan hikmah tersendiri, mengapa harus mendapat pertologan Allah, mengapa harus ada orang musyrik melawan orang beriman, dimana semua itu di luar jangkauan hukum kausalitas. Inilah salah satu peristiwa yang menunjukkan keistimewaan Ka’bah di Mekkah.

(Al-Mubarakfury, Syaikh Syafiyurrahman. 1993. Sirah Muhammad. Jakarta : Abdika Press. Hlm : 86-88)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar