Skip to main content

MARKAS DAKWAH ITU BERNAMA DARUL ARQAM


Pada tahun ke-4 nubuwah, di mana perintah dakwah secara terang-terang telah dikumandangkan, beragam cobaan dan tekanan mengintai setiap kaum muslim. Maka, langkah yang diambil Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai tekanan adalah melarang orang-orang muslim menampakkan ke-islamannya, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Nabi tidak menemui mereka kecuali dengan cara sembunyi-sembunyi. Begitulah para sahabat secara keseluruhan menyembunyikan keislaman mereka, ibadah, dakwah dan pertemuannya dengan Nabi. 
 
Sekali pun begitu, orang-orang muslim tetap mengadakan pertemuan meski secara sembunyi-sembunyi untuk belajar islam. Pertemuan itu dilakukan demi kemaslahatan diri mereka dan keselamatan islam. Dan tempat tinggal Al-Arqam bin Abil Arqam Al-Makhzumy yang berada di atas bukit shafa dan terpencil dari pengintaian mata-mata Quraisy, menjadi markas dakwah dan tempat pertemuan orang-orang muslim mulai tahun ke-5 dari nubuwah.

Terinspirasi dari kegiatan dakwah Nabi di salah satu rumah sahabat inilah kemudian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah mengadopsi gerakan tersebut sebagai bentuk gerakan kaderisasi di tubuh ikatannya dengan sebutan Darul Arqam.

(Al-Mubarakfury, Syaikh Syafiyurrahman. 1993. Sirah Muhammad. Jakarta : Abdika Press. Hlm : 145)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar