MUHAMMAD ADALAH ANAK 2 ORANG YANG DISEMBELI

MUHAMMAD ADALAH ANAK 2 ORANG YANG DISEMBELI


Dahulu, Abdul Muthalib (kakek Nabi) pernah bernazar bahwa jika Allah memberinya sepuluh anak laki-laki, dan setelah besar tidak punya anak lagi, maka dia akan mengorbankan (menyembelih) salah seorang di antara mereka di hadapan Ka’bah. Setelah beberapa tahun, Abdul Muthalib dikaruniahi sepuluh anak lelaki. Yaitu : Al-Harits, Az-Zubair, Abu Thalib, Abdullah, Hamzah, Abu Lahab, Al-Ghaidaq, Al-Muqawwim, Shaffar, Al-Abbas. Sementara putrinya : Ummu Hakam atau Baidha’, Barrah, Atikah, Shafiyah, Arwa dan Umaimah. 
 
Ketika jumlah anaknya mencapai sepuluh orang dan tidak lagi dapat melahirkan keturunan selanjutnya, Abdul Muthalib memberitahukan nazarnya pada semua putranya. Mereka patuh. Masing-masing menuliskan nama untuk diundi dan diserahkan pada patung Hubal. Pada saat itu, masih berlaku tradisi mengundi nasib dengan anak panah dalam kehidupan bangsa Arab. Setelah diundi, keluarlah nama Abdullah. Abdullah adalah anak yang paling bagus dan paling dicintai. Abdul Muthalib pun menuntun Abdullah untuk disembeli di hadapan Ka’bah. Namun orang-orang Quraisy mencegah niatan itu. Terutama paman dari pihak ibu dari Bani Makhzum, saudara Abu Thalib.

“Lantas apa yang harus kulakukan sehubungan dengan nazarku ini?” tanya Abdul Muthalib. Semua orang mengusulkan agar dibawa ke seorang dukun perempuan. Dukun itu meminta agar Abdullah diundi lagi dengan sepuluh untu. Jika yang keluar nama Abdullah, maka Abdul Muthalib harus menambah sepuluh ekor lagi untuk diundi, demikian seterusnya hingga Tuhan rela dengan mengeluarkan nama unta yang harus disembeli, bukan Abdullah. Ide dukun perempuan itu pun dilaksanakan. Namun setiap kali diadakan undian selalu saja nama Abdullah yang keluar. Baru kemudian setelah mencapai 100 ekor unta yang dipertaruhkan, Abdullah bisa selamat. Tebusan penyembelihan korban yang pernah ada dalam tradisi Quraisy dan bangsa Arab sebelumnya hanya sebatas 10 ekor. Setelah kejadian ini, jumlah berubah menjadi seratus ekor. 

Abdullah inilah yang menjadi Bapak dari Nabi Muhammad SAW. Berkaitan dengan hal itu, Nabi Muhammad SAW pernah berkata, “Aku adalah anak dua orang yang disembeli”. Maksudnya, Nabi Muhammad SAW adalah keturunan Ismail AS dan Abdullah. Yang sama-sama pernah nyaris disembeli. 

(Al-Mubarakfury, Syaikh Syafiyurrahman. 1993. Sirah Muhammad. Jakarta : Abdika Press. Hlm : 86-89)

(Sirah Nabawiyah, Ibnu Hisyam, 1/151: Rahmah lil ‘alamin, 2/89-90; Mukhtashar Siratir Rasul, Syaikh Abdullah, hal. 12, 22-23)
Buka Komentar