PRIBADI PARIPURNA (resensi buku Sirah Muhammad)

PRIBADI PARIPURNA (resensi buku Sirah Muhammad)

PRIBADI PARIPURNA (resensi buku Sirah Muhammad)

sirah Muhammad

                Kagum. Begitulah kesimpulan yang bisa diwakilkan dengan mengetahui kepribadian serta prestasi yang ditorehkan oleh tokoh berpengaruh dunia sepanjang masa. Ia adalah Muhammad bin Abdullah. Seorang anak yatim yang lahir bukan dari keluarga yang kaya raya, namun mampu menguasai dunia hingga tunduk dalam risalah kenabiannya. 

                Muhammad adalah seorang Nabi yang dijanjikan. Nabi yang menjadi penutup dari seluruh Nabi. Yang tidak akan ada lagi Nabi sesudahnya. Nabi yang menjadi pemimpin seluruh Nabi. Safaatnya selalu diharapkan oleh setiap manusia. Dalam kepribadiannyalah digenggam bermacam teknik dakwah yang efektif, mengharuhkan, bahkan mampu meluluhkan hati lawan. 

                Belajar tentang kehidupan Nabi sungguh akan memberi kesimpulan bahwa perjuangannya sangat mencerahkan bagi seluruh alam. Berawal dari kepribadian unggul, Muhammad dilahirkan dari keluarga yang unggul pula di tengah-tengah kaumnya. Setiap orang menaruh kepercayaan kepadanya. Hingga Ia pun dijuluki sebagai al-amin (orang yang dapat dipercaya).

                Kemurnian aqidahnya sudah tampak sejak usia muda. Berdiam diri di gua hira, merupakan salah satu bentuk menyucikan diri untuk tidak bercampur dengan budaya jahiliah kaumnya. Baginya, tidaklah masuk akal jika latta dan uzza serta beribu berhala lainnya harus disembah. Patung-patung yang tidak dapat berbuat apa-apa bukanlah sesuatu yang pantas disembah. 

                Di tengah kebobrokan kaumnya itu, Ia memilih untuk bertahannus, berdiam diri merenungi kehebatan Dzat yang telah menciptakan semesta. Serta merenungi fenomena masyarakat yang seharusnya musnah dari muka bumi. Seperti kebiasaan mengubur bayi perempuan, melakukan perzinahan, mabuk-mabukan dan lain sebagainya. Kebiasaan mengasingkan diri merupakan titik tolak awal mula dari risalah nubuwah. 

                Di tengah-tengah penyendiriannya selama kurang lebih 3 bulan itu, di usianya yang ke-40 tahun, Muhammad pun menerima wahyu pertama, sekaligus mandat kenabian yang dilimpahkan kepadanya. Dan selama lebih dari dua tahun ke depan bermodal dengan surah al-mudatsir yang berkaitan dengan perintah dakwah, tokoh sepanjang masa ini pun menorehkan banyak prestasi dan kegemilangan usahanya untuk menumbuh-kembangkan masyarakat yang hanya beraqidah “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah”. 

                Banyak sekali priodeisasi yang dilalui oleh Rasulullah SAW. Buku risalah Muhammad sejak sebelum lahir hingga detik terakhir kehidupan Sang Nabi SAW memberikan gambaran yang sangat menakjubkan jika dibaca. Buku karangan Syekh Shafiur Rahman Al-Mubarakfury ini mengisahkan perjalanan kehidupan Rasulullah di tengah-tengah masyarakatnya. Bercerita mulai dari gambaran geografis, keadaan masyarakat, situasi politik dunia, perkembangan agama, dan silsilah Nabi. Dan peristiwa pasukan gajah yang menyerbu Ka’bah di Mekkah sebagai pembuka cerita kehidupannya menjadi pengantar lahirnya Rasulullah SAW.

                Selanjutnya, priode sebelum kenabian diisi dengan aktivitas kehidupan layaknya masyarakat pada umumnya. Berdagang dan menjadi pengembala adalah pekerjaan yang selalu dilakukan oleh Rasul. Beberapa peristiwa yang menggambarkan kenabian pun muncul pada priode ini. Mulai dari kelahiran, diasuh oleh pamannya, pertemu dengan rahib, hingga pengasingan diri di gua hira. Akhlak yang terpancar, sekaligus menunjukkan syarat kenabiannya. Akhlak yang jarang ada pada setiap pemuda Quraisy. Akhlak yang pada saat itu sangat redup pancarannya di tengah kezhaliman kaumnya yang gelap gulita. 

                Sangat menakjubkan jika mengetahui kehidupan Rasul. Dan kata per kata yang dituliskan dalam goresan tinta pun sangat lah minim jika akan menuliskan kehidupan Rasul. Syeikh Safiur Rahman, sangat cerdik dalam menuliskan sejarah Rasulullah ini. Pemenang lomba penulisan sejarah islam, Rabithah Alam Al-Islam ini, cukup efektif dan renyah dalam menyampaikan kisah pada karangannya ini. Ia mampu menuliskan sejarah Nabi dengan bahasa yang mudah, ditambah dengan banyaknya referensi sehingga membuat pembacanya cerdas dan mudah memahami.

                Tidak mudah menuliskan sejarah Rasulullah dari lahir hingga detik akhirnya. Buku yang berjudul asli Ar-Rahiiq Al-Makhtum fi As-Sirah Al-Nabawiyah Ala Shahibina Afdhalus Shalatu Wa Salamu yang diterjemahkan oleh Maulana Imam Nawawi Al-Ghafuri dan Zainuddin Al-Madury ini sangat kaya akan khazanah. Buku dengan tebal 720 halaman ini memberi informasi yang mudah dipahami serta berurut dari awal hingga akhir. Mengisahkan tentang keteladanan nabi. Membacanya membuat kita menemukan cahaya iman di tengah kegelapan atau telaga teladan di tengah dahaga. Sangat pentas dibaca bagi orang yang kehilangan teladan. 

                Nabi diangkat menjadi Rasul sejak usia 40 tahun. Setelah itu, masa sepanjang 20 tahun labih dari sisa hidupnya dihabiskan untuk menyampaikan risalah. Rasul memulai tugasnya dengan teknik dakwah sembunyi-sembunyi yang menghabiskan waktu hingga tiga tahun. Setalah itu, Ia memperluas basis dakwahnya dengan dakwah terang-terangan di tengah-tengah kaum yang masih congkak. Usaha ini pun harus dibayar dengan banyaknya tekanan dan penindasan. Sekali pun Rasul masih dibelah oleh paman dan keluarganya sendiri, namun pengikutnya selalu menderita penyiksaan dari kaum Quraisy pada saat itu. Hingga akhirnya muncul perintah untuk hijrah ke Yatsrib (Madina).

                Di Madinah, Rasul pun menyiarkan agamanya serta membangun masyarakat yang kuat dan bersaudara satu sama lain, dimana awalnya kaum satu dengan kaum yang lain masih bermusuh-musuhan sebelum datangnya Nabi. Priode di Madinah merupakan masa efektivitas dakwah. Masyarakat Mekkah yang amat memusuhi Nabi pun akhirnya menyusul pengikut Muhammad yang hijrah ke Madinah. Hingga akhirnya, pecahlah perang badar. Namun, dalam perang badar ini, umat islam menorehkan kemenangan yang gemilang.

                Priode Madinah dihabiskan dengan mengembangkan sayap islam di tengah-tengah masyarakatnya. Kehidupan masyarakat di sana pun diupayakan menjadi pendukung bagi gerakan islam. Perlu diketahui bahwa masyarakat di sana sangat heterogen. Diantaranya ada kaum Anshar, Muhajirin, Yahudi, serta Arab Badui. Di tengah-tengah kehidupan mereka ada kenyataan situasi politik yang juga mengundang siasat agar bagaiman penyebaran islam mampu eksis di tengah 2 kekuatan besar yaitu kerajaan Romawi dan persia, disamping gangguan kaum kafir Quraisy. Atas keheterogenan ini, Nabi kemudian membuat banyak perjanjian sehingga mampu menutupi segala kemungkinan terjadinya ketidaharmonisan antar tetangga islam itu.

                Perang demi perang dilalui oleh umat islam selama priode madinah. Sederetan perang diakhiri dengan gemilang, meski tidak menyembunyikan kenyataan bahwa umat islam pernah beberapa kali kalah disebabkan oleh kelalaian serta nafsu pasukan yang tidak mematuhi perintah Nabi. Perang itu pun dilakukan dengan mekanisme yang adil, dilatar-belakangi oleh pengkhianatan, pembunuhan serta gangguan kaum lain, sehingga umat islam harus tampil berperang untuk membelah diri, setelah sebelumnya mendapat izin dari Allah SWT. 

                Melalui perang itu, satu per satu jazirah Arab mampu dikuasai dengan aqidah tauhid. Ada juga yang bisa diajak hanya dengan mengirim surat ajakan memeluk islam. Raja demi raja, penguasa demi penguasa serta pemimpin kaum, satu persatu mau mengikuti ajakan untuk membersihkan diri dalam balutan islam yang mencerahkan. Meski beberapa kisah ada yang mungkir dari ajakan itu. 

                Hampir semua jazirah Arab mampu ditaklukan. Hingga tibalah waktu untuk kembali menguasai Mekkah yang menjadi kampung halaman pertama setelah diusir dan mendapat tekanan kaumnya. Fathul Mekkah merupakan kemenangan gemilang. Fathul Mekkah merupakan awal tumbangnya kepercayaan paganisme di Jazirah Arab. 

                Priode dakwah Rasul pun satu persatu mendekati sempurna. Pada haji wada’, Rasul menyampaikan banyak pesan kepada umatnya. Hingga akhirnya, risalah Nabi Muhammad harus diakhiri dengan keridhoan Allah terhadap islam. 

                Rasul melaksanakan tugas dakwah dimulai dengan turunnya surah al-mudatsir. “Wahai orang yang berselimut. Bangunlah dan beri peringatan”. Setelah itu, Nabi pun memberi peringatan hingga akhir hayatnya. Sebuah perjuangan yang sulit dilakukan oleh manusia biasa. Maka tidak heran jika dalam diri Rasul disematkan predikat sebagai pribadi paripurna. Pribadi yang mempunyai suri tauladan yang baik. Yang mampu menyatukan tugas kenabian serta tugas kenegaraan.

Mengutip kata Michael H. Hart dalam bukunya 100 tokoh paling berpengaruh sepanjang masa, “Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu agama terbesar di dunia. Pada saat yang sama tampil sebagai seorang pemimpin besar yang tangguh dan efektif. Kini setelah 13 abad sesudah wafatnya, pengaruhnya tetap kuat dan mengakar cukup dalam”. Dalam buku karangan Michael H. Hart inilah Rasulullah SAW ditempatkan sebagai jawarahnya tokoh dunia. Michael H. Hart menempatkannya pada posisi pertama sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang masa. 

Sejarah Nabi Muhammad adalah kisah yang mengesankan. Yang memberi hikmah, pelajaran, ketulusan, ketabahan, kesabaran, serta memberi pengakuan bahwa “ perjuangan yang kita lakukan belum lah ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Nabi”. Sirah Muhammad, lebih asik dari pada novel, lebih dalam dari pada sair, dan lebih seru dari pada komik. Bacalah.

Medan, 8 januari 2012
Bangsur

Buka Komentar