risalah hati (sebuah naskah klasik)

risalah hati (sebuah naskah klasik)

risalah hati (sebuah naskah klasik)


RISALAH HATI
Karya. Bang sur

pintu gerbang Pesantren Moder Daar Al-Uluum Asahan-Kisaran

I.          PENGENALAN
Presenter         : Bismillahirrohmanirrohim…. Assalamu alaikum W.R W.B….
Alhamdulillah, pada kesempatan ini izinkanlah kami dari kelas VI dan III MAK (KARYA MUDA-MUDI MUSLIM), untuk mementaskan drama berjudul “RISALAH HATI”. Drama ini mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menjaga hati. bermula dari kecongkakan dan kesombongan sang raja atas harta dan kekuasaannya, sehingga hatinya dipenuhi oleh kotoran-kotoran hati. hingga pada suatu hari ia dihukum hingga ia benar-benar sadar atas kesombongan hatinya. Drama ini hanyalah sebuah cerita fiksi belaka yang berkaitan dengan kehidupan manusia dengan segala keadaan hatinya. Untuk lebih jelasnya mari kita ikuti cerita ini!

II.       PENGANGKATAN TAKHTA SANG RAJA
Presenter         : Al-kisah, tersebutlah nama seorang raja yang agung “RANGGA AWULA WARDANI”. Dia adalah sosok seorang raja yang kuat, yang memiliki bala tentara yang hebat. Kekuasaannya menyebar hampir ke seluruh belahan bumi NUSANTARA. Namun sayangnya ia mempunyai perangai buruk atas kekuasaannya. Ia adalah raja yang angkuh dan sombong.
*        Kala itu rakyat kerajaan berkumpul menyaksikan kenaikan takhta sang raja. Iringan irama-irama kerajaan yang memekakan telinga, menggemparkan seluruh keadaan alam. Akankah ada raja yang baru? Akankah raja yang baru itu adil atau congkak? Pertanyaan di benak hati para rakyat jelatah itu tidak habis-habisnya. Namun mereka tidak dapat menatap wajah yang menakutkan itu. Mereka hanya tertuntuk takut di hadapan raja baru ini.

*        Dengan sombongnya sang raja berkata
Raja                      : Hahahahaha….. Akhirnya aku jadi raja…!
                                  Raja yang kuat…! Raja yang hebat…!!!
  Tidak ada satu manusia pun yang bisa menandingiku! Siapa yang berani melawanku, itu sama dengan berani mati.
                                  Hahahaha…..!
                                  Prajuritku…!?
Dua prajurit   : (Bertekuk lutut), Ya, raja….!?
Raja                      : Ambilkan aku kopi….! Hahahaha…..!
Dua prajurit   : (Mengambilkan kopi dan memberikannya kepada sang raja). Ini raja. Silahkan!
Raja                      : Bagus. Terima kasih!
*        Dengan gaya sombong ia tetap membangga-banggakan diri
Raja                                      : Sungguh letih perjuanganku, tapi itu tidak sia-sia. Aku mampu mengalahkan lawan. Aku mampu menundukkan musuh. Aku mampu menaklukkan siapa saja yang berani menentangku! Hahahaha…..
                                                Sungguh perjuangan yang hebat. Hingga saat ini aku menjadi seorang raja yang   agung. Hahahaha…..!
Prajurit-prajuritku…..!? siapa raja yang paling berkuasa saat ini?
Prajurit2          : (sambil bertekuk lutut). Ampun raja!
                                  Tuan rajalah yang paling berkuasa
Raja                      : Hahahaha….!
                                  Prajurit-prajuritku! Tertawa semua…..! Hahahaha….!
III.     KONFLIK DENGAN ORANG TUA PENGEMIS
Presenter         : Jeritan-jeritan tawa itu terus saja memekikkan bumi, hingga membelah langit. Sang raja sombong tertawa terbahak-bahak bersama keangkuhannya. Saat itu pula si kakek tua rentah datang menghadap raja mengharap belas kasihnya akan sejengkal perutnya yang masih kosong, belum terisi dua, tiga sampai lima hari.
*        Seorang kakek tau rentah datang menerosbos istana mengharap sesuap pangan kepada sang raja.
Pengemis          : (bertekuk lutut) Ampun raja. Tolonglah hamba tuan raja!
Raja                      : Ha….? Siapa dia?
                                  Kenapa bisa masuk istanaku?
                                  Siapa suruh kau masuk?
Penjaga              : (bertekuk lutut) Ampun tuan raja!
                                  Orang tua ini menelusup masuk secara paksa tuan raja!
Raja                      : Kurang ajar! Bawa pergi dia!
Pengemis          : (memegang kaki raja) ampun tuan raja!
  Hamba kemari hanya ingin meminta tolong, raja!
  Tolonglah hamba!
Raja                      : Hah. Mau apa kau?
Pengemis          : Hamba sudah lama tidak makan raja!
                                  Hamba lapar!
                                  Hamba ingin tuan raja memberi saya makan sedikit saja!
                                  Saya lapar! Saya lapar, raja!
Raja                      : Heh…! Kakek rentah! (sambil menendangnya)
                                  Kau tau kenapa aku bisa jadi raja?
                                  Itu semua berkat usahaku sendiri, tau?
                                  Kau mala seenaknya meminta-minta padaku!
                                  Usaha sana!
                                  Prajurit! Seret orang tua kotor ini dari istanaku! Cepat!
*        Prajurit-prajurit itu menyeret si kakek tua keluar dengan kasarnya
Pengemis          : RajaTolong saya raja!
                                  Tolon….! g saya! Saya lapar raja…!
                                  Saya bisa mati kelaparan!
                                  Raja! Tolong saya!
Raja                      : Hahahaha…..!
IV.     HUKUMAN BUAT SANG RAJA
*        Tubuh tua tak berdaya itu diseret begitu saja tanpa ada belas kasih sedikit pun. Sungguh murka seluruh alam yang menyaksikannya. Betapa sombong dan angkuhnya raja menganggap dirinya hebat itu. Namun kesombongan raja itu segera dibalas dengan terpaan angin kencang yang memporak-porandakan istana itu. Dari sudut tempat yang tidak diketahui muncul beberapa pemuda berjubah putih menghampiri sang raja. Pada saat itu orang-orang di istana panik! Ketakutan! Apa yang akan terjadi? Namun tidak ada yang bisa melihat kedatangan manusia-manusia jubah putih itu kecuali hanya sang raja saja. Dengan amat takutnya raja itu bingung. Siapa ini?
Presenter         : Setelah dengan sombongnya raja mengusir kakek tua rentah itu, tiba-tiba angin bertiup dengan kencang. Bumi berguncang, menyambut manusia berjubah putih datang.
Raja                     : Siapa kamu? Mau apa? Hah!?
M.J Putih           : Hai, raja yang sombong!
                                  Tidakkah kau tau ada raja yang merajai dirimu? Kau tidak layak menyombongkan diri dengan membangga-banggakan dirimu atau menindas rakyatmu yang membutuhkan belas kasihmu! Kau harus dapat menjaga hatinya!
                                 Sekarang kau akan dihukum dengan hukuman yang berat-berat. Hingga kau benar-benar sadar akan kesalahan dan keburukan hatimu.
                                Raiblah kau dari istanamu!
*        Alangkah aneh kejadian saat itu. Raja menghilang entah ke mana.

V.       RAJA DIHUKUM DI HUTAN
Presenter         : Manusia-manusia jubah putih itu memberikan hukuman kepada raja itu beberapa saat. Hingga raja benar-benar sadar akan kesombongan hatinya. Hukuman pertama raja adalah menghadapi segala rintangan yang ada di hutan belantara.
*        Saat menyadari keadaannya. Raja heran, apa yang terjadi pada dirinya? Raungan suara-suara mengerikan, bunyi burung-burung hutan dan desisan suara angin serta semak belukarnya hutan menambah rasa takut raja itu.
Raja                      : Di mana aku?
                                  Ya ampun. Aku berada di hutan.
                                  Kenapa bisa begini?
                                  Apa yang terjadi?
                                  Di mana istanaku?
*        Suara menakutkan datang entah dari mana, suara itu memberi peringatan kepada sang raja
Suara ghaib       : Hai, raja yang angkuh!
                                   Kau akan dihukum dengan 4 kali hukuman. Hingga kau benar-benar sadar akan kesombonganmu!
*        Raja merasa ketakutan. Namun perlahan suara itu hilang begitu saja.
Raja                      : Oh! Sial kali aku!
                                  Kenapa aku bisa berada di hutan ini?
                                  Padahal istanaku indah!
                                  Kenapa aku bisa kemari?
*        Tanpa disadari, tiba-tiba datang manusia-manusia rimba penghuni hutan itu. Yang lama-kelamaan berkumpul dan menyerang raja. Raja merasa panik dan ketakutan.
Raja                      : Siapa kamu?
                                  Tolong. Saya jangan diapa-apain!
M. Rimbah       : Yuhasi…. Yuhasima!
                                                  Hokari…. Hokarima!
                                                  Yusado…. Yusadora!
                                                  Hu…. Haa…! Hu.. hu… haaaaa….!
                                                  Hu…. Haa…! Hu.. hu… haaaaa….!
                                                  Hu…. Haa…! Hu.. hu… haaaaa….!
                                                  (sambil meneoukkan tangan sehingga teman-temannya berdatangan menyerang   sang raja)
*        Terjadilah pertempuran antara raja dengan penghuni-penghuni rimba itu. Raja mencoba untuk meloloskan diri dari serangan itu. Hingga akhirnya ia berhasil lolos dari kepungan penghuni-penghuni rimba itu.

VI.     RAJA TERSESAT DI NEGERI ARAB
Presenter         : Beragam rintangan menghalangi sang raja. Menelusuri segala tantangan karma. Di hutan itu tidaklah berlaku kekuasaan raja. Siapa yang kuat, maka ialah yang menang. Raja mencoba untuk meloloskan diri dari rimba hutan itu. Ia berlari dan terus berlari. Hingga ia tersesat di sebuah negeri yang penuh akan perniagaan, Negeri Arab. Sebagai hukuman yang ke dua bagi raja
*        Tampak ramai suasana pasar saat itu. Segala sesuatu diperjual-belikan di sana. Mulai dari makanan, pakaian, perhiasan, dan lain-lain. Namun ternyata tempat itu dihuni oleh orang-orang. Orang-orang yang gemar akan perniagaan.

*        Raja tampak lesu dan lemah setelah beberapa hari mencoba untuk melepaskan diri dari bahaya di hutan belantara. Ia hanya bisa berharap dengan meminta-minta pada orang-orang Arab yang sedang berdagang itu untuk mau memberikannya sedikit makanan. Namun sayangnya, tidak ada seorang pun yang memberikannya makanan.
Raja                      : Tuan…! Tolong saya tuan!
                                  Serikan saya makanan!
                                  Saya kelaparan tuan!
                                  Tuan, tolong saya! Saya lapar!
                                  Sedikit saja!
P. Arab               : Hei, tuan!
                                  Di sini tempat jual-beli, ente tidak boleh minta-minta.
Raja                      : Tapi saya lapar tuan!
P. Arab               : Mana fulus ente?
Raja                      : Saya tidak punya uang tuan.
P. Arab               : Ente haram beli kalau tidak punya fulus.
Raja                      : Tuan! Tolong saya tuan!
P. Arab               : Tidak boleh! Sana pergi!
                                  Ane lagi sibuk!
                                  Cepat! Haram minta-minta!
*        Dengan perasaan sedih, raja beranjak dari tempat itu.
P. Arab               : Haiya! Haiya!
                                  Siapa beli? Siapa beli?
                                  Alfun! Alfun! Alfun!
VII.  RAJA TERSESAT DI NEGERI CINA
Presenter         : Sungguh sial nasib sang raja. Yang terus berkelana dalam keadaan lapar. Tidak ada yang bisa ia lakukan, kecuali hanya berjalan dan terus berjalan mengikuti langkah kaki. Gurun, gunung, terjal, ia lalui terus-menerus. Hingga akhirnya ia memasuki Negeri Cina sebagai hukuman ke tiga.
*        Angin berhembus sepoi-sepoi. Menggugurkan dedauanan yang mati. Suara keras itu muncul dari perkumpulan orang-orang Cina yang sedang berlati belah diri. Di kala istirahatnya, sang raja menghampiri mereka.
M. Cina               : (berdiri dan memberi tau guru)
                                  Guru! Guru! Ada orang asing masuk ke perguruan kita
G. Cina                                : Siapa dia?
M. Cina               : Oe tidak tau guru!
                                  Mungkin dia mata-mata Jepang, guru!
G. Cina                                : Hah? Mata-mata Jepang?
                                  Serang dia!
*        Murid-murid kung fu Cina itu mencoba menghajar raja. Mengelilingi dan mengeluarkan semua jurus yang mereka miliki.
M. Cina               : Heee…! Elo dari mana hah?
                                  Berani-beraninya masuk ke perguruan oe..!
                                  Elo harus dihajar!
Raja                      : (ketakutan), Ampun! Saya bukan siapa-siapa!
                                  Saya tersesat ke sini!
M. Cina               : Hah! Tidak bisa!
                                  Hajar dia! Heaaaah!
*        Tanpa menunda-nunda lagi, sekelompok perguruan kung fu itu menghajar sang raja. Dengan bermacam-macam jurus yang mereka miliki

*        Raja berusaha untuk dapat meloloskan diri dari pengroyokan itu sekuat tenaga. Dan ia berhasil lolos dari bahaya itu.

VIII.          RAJA TERSESAT DI NEGERI AMERIKA

Presenter         : Setelah berhasil lolos dari keroyokan orang-orang Cina itu, raja terus saja berlari. Sehari, seminggu bahkan berbulan-bulan raja terus berlari tanpa tau tujuan. Rasa lelah, lapar, dan takut selalu menyertai sang raja. Kini raja akan menghadapi hukuman yang terakhir. Raja tersesat di Negeri Amerika.
*        Kerumunan orang-orang barat yang sedang berasyik-asyikan. Raja heran kenapa ia sudah berada di daerah yang tidak pernah dilihatnya itu.

*        Orang-orang Amerika itu memukuli sang raja secara bergantian, hingga raja babak belur dan pingsan di tempat.

I.          PENYESALAN SANG RAJA
*        Sesaat setelah orang-orang Amerika itu pergi, raja tersadar.

*        Saat sang raja sadar dalam kesendiriannya, ia menyesali dan menyalahkan nasibnya yang selalu menimpanya.
Raja                      : Kenapa aku begini?
                                  Kenapa aku selalu sial?
                                  Kenapa aku dipermainkan semua orang?
                                  Padahal aku ini raja! Aku raja!
                                  Aku punya istana yang indah!
                                  Aku punya tentara yang kuat!
                                  Aku punya kekuasaan yang luas!
                                  Tapi! Tapi,….. tapi kenapa mereka mempermainkan aku?
                                  Sungguh sial! Sial! Siaaaaaalll……!
                                  Kurang ajar! A….a….a….a….h….!
                                  (sambil memegang kepalanya menyesali nasibnya)
*        Saat raja berjingkrak-jingkrak, 5 orang pemuda datang menghampiri sang raja.

*        Mereka bernyanyi “JAGALAH HATI” sebagai peringatan kepada raja untuk selalu menjaga hati.

II.       TAUBAT SANG RAJA
*        Setelah pemuda-pemuda itu pergi, raja mulai sadar akan kekhilafannya selama ini.
Presenter         : Raja mulai sadar akan kekhilafannya selama ini
Raja                                      : Allah…..!
                                                  Aku tau kau murka kepadaku!
                                                  Allah….!
                                                  Aku tau, aku berdosa kepadaMu!
                                                  Aku tau Kaulah sesungguhnya raja yang berkuasa di alam ini!
                                                  Aku tidak sanggup menentangMu Allah!
                                                  Aku tau betapa banyak dosaku kepadaMu, kepada kerajaanku, kepada rakyatku, tidak semestinya aku begitu!
                                                  Tapi Allah……
                                                  Aku juga tau, bahwa kau Maha Pengampun!
                                                  Ampuni aku ya Allah!
                                                  Ampuni aku ya Allah!
                                                  Ampuni aku!
                                                  (sambil bersujud)
*        Saat raja bersujud menyesali segala dosa-dosanya, sang manusia jubah putih datang kembali, diiringi dengan angin ribut yang kencang.
M.J Putih           : Hai raja!
                                                  Kini kau telah dihukum atas kesalahn-kesalahanmu. Dan karena kan telah menyesali kesombonganmu dan tidak akan mengulanginya kembali, kau akan dikembalikan ke istana kerajaanmu kembali. Dan pimpinlah rakyatmu dengan selalu menjaga hatimu dari kotoran-kotoran hati.
*        Raja tunduk, dan tanpa disadari ia sudah berada di kerajaannya

III.     RAJA KEMBALI KE ISTANA
*        Prajurit-prajurit kerajaan berbondong-bondong merasa bingung ke mana sang raja menghilang.

*        Tanpa disadari raja sudah berada di tengah-tengah mereka
Prajurit2          : (bertekuk lutut)
                                  Raja…..!
                                  Ke mana saja raja selama ini?
Raja                      : Sudah, berdirilah!
                                  Aku telah menemukan jalan yang benar!
                                  Ah….. taukah kamu di mana kakek-kakek yang pernah datang ke istana ini?
*        Tiba-tiba pengemis itu datang kembali
Raja                      : (berlari dan menghampiri pengemis itu)
                                  Oh. Kakek! Ma’afkan aku yang telah menyakitimu!
Pengemis          : Oh… Tidak apa….!
                                   Asalkan raja dapat menyesali dan tidak berlaku sombong kepada siapapun.
Raja                      : Aku menyesal
*        Mereka saling berpelukan

IV.     HIDUP RUKUN DAN DAMAI
*        Raja dan seluruh rakyatnya senang dan saling berpelukan
Penceramah   : Hati…..!
                                                  Hati adalah lentera hidup ini!
                                                  Imam Ghozali pernah berkata bahwa dalam tubuh kita ini ada sebuah singgasana yang cukup berpengaruh dalam kepribadian kita. Jika singgasana itu dipimpin oleh raja yang baik, maka akan baiklah amal perbuatannya. Tapi kalau singgasana itu dipimpin oleh raja yang jahat, maka jahatlah amal perbuatannya.
                                                  Hati ini perlu dijaga agar ada yang tersakiti. Sombong, angkuh, takabbur, adalah kotoran-kotoran hati yang tidak sepantasnya kita miliki. Oleh karena itu “JAGALAH HATI”.
V.       PENUTUP
Presenter     : Setelah raja sadar akan hatinya yang kotor, maka ia segera bertaubat. Dan jadilah kehidupan kerajaan yang rukun dan damai.
                            Akhirnya melalui pementasan drama ini, marilah kita selalu menjaga hati! kekuasaan, harta, jabatan, dan martabat itu hanya milik Allah yang diberikan kepada kita sementara. Kita tidak patut sombong, membanggakan diri. Karena itu semua hanya pantas dimiliki oleh Allah semata. Jadi “JAGALAH HATI”
 WASSALAMU ALAIKUM WR WB.



ditulis kembali pada senin, 9 januari 2012
drama ini pernah dipentaskan
waktu pentas seni santri pon-pes YPMDU Asahan-Kisaran

Membaca naskah ini membuatku selalu rindu dengan madrasahku, teman-temanku, guru-guruku, santri Daar Al-Uluum, kehidupan asrama, antara perjuangan dan cinta.
Drama ini aku hadiahkan buat orang yang sekarang hanya menjadi sahabatku “SRI  MASNIA”
SEMOGA BAHAGIA DI SANA
written by : bangsur
Buka Komentar