SILSILAH NABI MUHAMMAD SAW

SILSILAH NABI MUHAMMAD SAW

Berikut adalah silsilah Nabi Muhammad hingga Nabi Adam           :
 
Muhammab bin Abdullah bin Abdul Muththalib (yang bernama Syaibah), bin Hasyim (Amru), bin Abdul Manaf (Al-Mughirah), bin Qushay (Zaid), bin Kilab, bin Murrah, bin Ka’b, bin Lu’ay, bin Ghalib, bin Fihr (yang berjuluk Quraisy, dan menjadi cikal bakal nama kabilah), bin Malik, bin An-Nadhar (Qais), bin Kinanah, bin Khuzaimah, bin Mudrikah (Amir), bin Ilyas, bin Mudhar, bin Nizar, bin Ma’ad, bin Adnan. (silsilah dari Nabi Muhammad SAW hingga Adnan ini telah disepakati kebenarannya oleh pakar biografi dan nasab/ lihat pula Sirah An-Nabawiyah, Ibnu Hisyam,1/1/-2:Rahmah Lil-alamin, 2/11-14,52)


Selanjutnya Adnan bin Ud, bin Hamaisa’, bin Salaman, bin Aush, bin Qimwal, bin Ubay, bin Awwam, bin Nasyid, bin Haza, bin Baldas, bin Yadlaf, bin Thabikh, bin Jahim, bin Nahisy, bin Makhy, bin Aidh, bin Abqar, bin Ubaid, bin Ad-Da’a, bin Hamdan, bin Sinbar, bin Yatsriby, bin Yahzan, bin Yalham, bin Ar’awy, bin Aidh, bin Daisyan, bin Aishar, bin Afnad, bin Aiham, bin Muqahir, bin Nahits, bin Zarih, bin Sumay, bin Muzay, bin Iwaddhah, bin Arram, bin Qaidar, bin Ismail, bin Ibrahim. (Al-Allamah Muhammad Sulaiman Al-Manshurfury menghimpun dari nasab ini berdasarkan riwayat Al-Kalby dan Ibnu Sa’d, setelah melakukan telaah mendetail. Lihat Rahmah Lil-alamin, 2/14-17. Nasab dari Adnan hingga Nabi Ibrahim merupakan nasab yang masih diperselisihkan validitasnya. Terdapat banyak perbedaan mencolok tentang masalah ini dalam berbagai referensi sejarah, sehingga masih perlu dikaji ulang kembali)


Selanjutnya Ibrahim bin Tarih (Azar), bin Nahur, bin Saru’, bin Ra’u, bin Falakh, bin Aibar, bin Syalakh, bin Arfakhsyad, bin Sam, bin Nuh AS, bin Lamk, bin Matausyalakh, bin Akhnukh (Idris AS), bin Yard, bin Mahla’il, bin Qainan, bin Yanisa, bin Syaits bin Adam AS. (Terhadap nasab ini, masih banyak sekali bagian yang mengandung ketidakbenaran)

(Al-Mubarakfury, Syaikh Syafiyurrahman. 1993. Sirah Muhammad. Jakarta : Abdika Press. Hlm : 82-83)
Buka Komentar