Skip to main content

SURAH YANG MEMBUAT PEMBESAR QURAISY BERSUJUD


Pada bulan ramadhan tahun ke-5 hijriah, Nabi Muhammad SAW keluar menuju Masjidil Haram. Pada saat itu para pemuka Quraisy sedang berkumpul. Nabi berdiri di hadapan mereka kemudian membacakan surah ini. Sebelumnya orang-orang kafir tidak pernah mendengar kalam Allah seperti itu. Kalam yang indah sekaligus memberi petunjuk yang mencerahkan. Kalam yang memiliki beberapa peringatan. Kalam yang memiliki tata bahasa yang mudah dengan redaksi ayat yang singkat (tidak biasa didengar oleh bangsa Arab). Sebab redaksi syair-syair mereka panjang-panjang seperti biasanya.
 
Ketika dibacakan ayat ini, gendang telinga mereka terketuk kalam Ilahi yang indah menawan, di mana keindahannya sulit dilukiskan dengan suatu gambaran, dan mereka pun diam terpesona, menyimak isinya dan semua orang dibuat diam mendengarkan, sehingga dalam benak mereka tidak ada pikiran lain. Hingga Nabi membacakan penutup surat ini, hati mereka terasa terbang. Akhirnya Nabi membaca ayat yang terakhir “maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)”

Mereka pun sujud. Di antara mereka tidak ada satu pun yang mampu menguasai dirinya, dan mereka semua merunduk dalam keadaan sujud. Mereka tidak mampu menahan diri untuk sujud. Yang selama ini mereka pegang telah jatuh, mereka merasakan keagungan kalam Allah yang benar-benar telah menguasai kendali mereka. Saat itu mereka telah melakukan apa yang sebelumnya hendak mereka punahkan dan mau membasminya. 

Hingga mereka yang sujud mendapat cercaan dan celahan dari berbagai arah, yaitu dari orang-orang musyrik. Pada saat itu mereka mendustakan Rasulullah SAW dan memojokkan Nabi bahwa Nabi menyebutkan nama-nama berhala mereka dengan sanjungan, bahwa Nabi berkata, “Itulah Gharaniq yang luhur, yang syafaatnya benar-benar diharapkan”. Mereka membuat kedustaan yang nyata ini, sebagai alasan untuk menutup-nutupi sujud mereka bersama Nabi Muhammad SAW.

Dan surah yang mampu membuat para pembesar Quraisy itu tersujud hingga tidak mampu menguasai diri adalah AN-NAJM : 1-62. Bacalah.

(Al-Mubarakfury, Syaikh Syafiyurrahman. 1993. Sirah Muhammad. Jakarta : Abdika Press. Hlm : 147-148)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar