Cerita cahaya

Cerita cahaya

Cerita cahaya


Cahaya. Sebuah keajaiban cinta yang diciptakanNya. Cahaya, tanda cinta Tuhan kepada hambaNya. Ketika setiap manusia harus berjalan dalam kegelapan dan tersandung krikil, cahaya bersinar sebagai petunjuk jalan dan menghilangkan gelap karenanya. Sebab ada cahaya, kita mampu hidup dengan pijar. Dengan pijar itu kita mampu menemukan yang tersembunyi dan menghindarkan diri dari bahaya yang mengancam. Dan  terkadang manusia menjadikan cahaya pijar itu sebagai sebuah cahaya yang berasal dari Tuhan. Menjadikannya sebagai media, dengan terus mencoba menembus ambang batas, dan menemukan moment percakapan kepada Tuhan. Memohon petunjuk dan ilham, atau paling tidak melepas penat atas segala hal yang buntuh dan tak tau jawabnya.

          Bukan pengkultusan, tapi mungkin Tuhan telah merahasiakan bagaimana Ia menolong hambaNya. Dan cahaya menjadi objek yang dilirik ketika manusia mencoba mencari jawab atas segala asa, bencana, serta rencana seorang hamba. Sungguh mulia Dzat yang menciptakan cahaya.

          Cahaya. Puisi ini aku tuliskan ketika aku berada di rumah, di kampung halaman. Jarang sekali aku punya kesempatan menulis puisi ketika berada di kampung halaman. Sebab, kebanyakan usia mudaku, aku habiskan dengan berpisah dari kehidupan rumah, merantau, menuntut ilmu, atau apa pun itu. Yang dengan itu terkadang membuatku harus bisa menghadapi semua. Namun aku mampu disokong oleh kata-kata, sebuah kekuatan luar biasa, ajaib, tersembunyi dan jarang sekali mampu diartikan oleh orang-orang biasa. Termasuk kekuatan yang dipancarkan oleh puisi ini.

          Cahaya. Aku tuliskan ketika menghadapi kerisauan, atau lebih tepatnya kebingungan. Dan setiap kali kebingungan itu muncul, tiada yang selalu dilihat kecuali segumpal cahaya. Cahaya seolah menuntun manusia untuk melihatnya dalam rangka mencari jawab. Entah mengapa, tapi seperti itulah biasanya. Ketika kebuntuhan menghampiri, tanpa sadar mata dan retina ini hanya tertuju pada sinar-sinar yang tersisa.

          Awalnya, aku melihat cahaya lampu di tengah ruangan. Cahaya memiliki keunikan tersendiri, ia ada namun tidak mampu diterjemahkan bahwa sesungguhnya ia tidak ada. Kalau pun ada, tidak mampu ditunjukkan yang mana. Di samping itu, kekuatan cahaya mampu memusatkan perhatian manusia untuk meliriknya demi mencari jawaban akan kehidupan. Dan yang pasti, cahaya lampu menginspirasiku untuk menuliskan keunikannya itu. Itulah, cerita tentang cahaya.




Medan, 31 januari 2012
Bangsur_5:07 (6:45 wib)
Buka Komentar