Skip to main content

PERTEMUAN NABI MUHAMMAD DENGAN BEBERAPA NABI TERDAHULU PADA SAAT ISRA’ MI’RAJ


            Peristiwa isra’ mi’raj merupakan peristiwa besar yang pernah dilalui oleh Nabi. Isra’ adalah perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, sementara mi’raj merupakan perjalanan dari Masjidil Aqsha ke atas langit hingga ke shidrotul muntaha. Perjalanan isra’ mi’raj ini ditempu dengan mengendarai kendaraan buraq yang disertai Jibril. Isra’ mi’raj ini berlangsung hanya satu malam saja, sebuah perjalanan yang mustahil bisa dilakukan oleh orang awam. Sehingga, ketika peristiwa itu diceritakan kepada kaum Quraisy, mereka pun hanya mengatakan bahwa Nabi telah membuat dusta, bercerita dongeng belaka, bahkan menganggapnya gila. Kecuali sahabat Nabi, Abu Bakar. Ia adalah seorang tokoh yang membenarkan apa yang pernah dialami Nabi saat itu, hingga ia menyandang gelar sebagai as-siddiq (yang membenarkan). Perjalanan isra’ mi’raj ini membawa misi sholat 5 waktu yang menjadi kewajiban bagi setiap muslim nantinya. 
            Ibnu Qayyim mengutip, Rasulullah SAW isra’ dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis dengan menunggangi Buraq, disertai pula dengan Jibril. Di Baitul Maqdis, Nabi turun dan mengimami shalat di sana. 

            Selanjutnya perjalanan mi’raj dilanjutkan dengan naik ke langit. Pada setiap tingkatan langit, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan beberapa Nabi terdahulu. Di langit pertama, Nabi bertemu dengan Nabi Adam AS, bapak manusia. Nabi mengucapkan salam dan Nabi Adam menyambutnya, membalas salam dan menetapkan nubuwah.

            Di langit yang ke-2, Nabi bertemu dengan Nabi Yahya bin Zakariah dan Isa AS. Di langit ke-3, Nabi bertemu dengan Nabi Yusuf AS. Di langit ke-4, Nabi bertemu dengan Nabi Idris AS. Di langit ke-5 Nabi bertemu dengan Harun bin Imran AS. Di langit ke-6 Nabi bertemu dengan Musa bin Imran AS. Setiap bertemu dengan para Nabi terdahulu di setiap tingkatan langit, mereka menyambut salam Nabi Muhammad dan menetapkan nubuwah.

Hingga di langit ke-7 Nabi bertemu dengan Nabi Ibrahim AS. Nabi Ibrahim pun tak lupa menetapkan nubuwah untuk Nabi. Demikian lah pertemuan Nabi dengan beberapa Nabi sebelumnya pada tiap tingkatan langit.



(Al-Mubarakfury, Syaikh Syafiyurrahman. 1993. Sirah Muhammad. Sejak Sebelum Lahir Hingga Detik Terakhir Kehidupan Sang Nabi Saw. Jakarta : Abdika Press. Hlm : 214-215.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar