TIPS CERDAS RAJIN BACA BUKU

TIPS CERDAS RAJIN BACA BUKU

TIPS CERDAS RAJIN BACA BUKU


                Buku adalah jendela dunia. Membaca buku sama artinya dengan membuka jendela dunia. Di dalam buku tersimpan banyak sekali pengetahuan. Tokoh-tokoh yang pintar zaman dahulu maupun yang sekarang selalu mencatatkan semua pengetahuannya di dalam buku. Dalam benak mereka menulis di dalam buku adalah proses pengabadian pengetahuan. Yang secara tidak langsung sama dengan proses pengabadian peradaban. Membaca karya mereka yang termaktub dalam berjilid-jilid buku, di mana di dalamnya terdapat banyak sekali pengetahuan yang diungkap, berarti mencoba untuk melihat luasnya dunia di dalam lembaran-lembaran buku tersebut.
                Buku adalah
kumpulan ilmu. Segala ilmu-ilmu besar ada di dalam buku. Majalah, buku pelajaran, novel, skripsi, adalah contoh dari karya intelektual manusia yang dibukukan. Di sana banyak sekali tertuliskan buah pikiran manusia, ilmu yang bermanfaat. Bahkan mushaf al-qur’an sendiri pun adalah ilmu Tuhan yang dibukukan sehingga masih bisa kita baca sampai sekarang.
                Membaca buku adalah mulia. Sebab, membaca buku sama saja dengan upaya memuliakan manusia. Sebab, manusia mulia dengan ilmu. Dan ilmu selalu tertuliskan dalam berjilid-jilib buku dalam bentuk aksara tulisan.
                Membaca buku sama juga dengan mengin-put ilmu dan mengekalkan pengetahuan di dalam memori pikiran. Serta merubah manusia dari peradaban yang rendah menuju peradaban yang amat tinggi. Maka tidak salah jika derajat sebuah masyarakat bisa dilihat dari seberapa banyak buku dan jenis buku apa yang dibacanya. Yang pasti, tidak ada ruginya jika kita rajin membaca buku.
                Begitu bermanfaatnya membaca buku. Seyogyanya sebuah masyarakat yang berperadaban tinggi tidak akan jauh dari hoby membaca buku. Meski begitu, membuat diri untuk rajin membaca buku merupakan tantangan tersendiri. Tips-tips di bawah ini, mungkin mampu untuk menjadikan kita gemar membaca buku. Hingga nantinya kita mampu menjawab tantangan agar rajin membaca buku. Berikut :

1.         Dekatkan buku di  tempat yang kamu sering berinteraksi
Terkadang, suasana amat mendorong kita untuk melakukan apa. Jika kamu dekat dengan buku pada jarak yang relatif dekat, sangat dimungkinkan kamu akan meliriknya. Sehingga akan memancing kamu untuk mau membacanya. Maka, dekatkanlah buku di meja, tempat tidur, kursi tamu atau tempat yang kamu sering berinteraksi, agar jika kamu berada di sana kamu sudi membacanya. Satu kesulitan bisa diatasi, meski terkadang terlihat sedikit berantakan. Tak lah mengapa.
gerakan Indonesia membaca
2.         Buat permainan
Kelihatannya sepele, tapi justru cara ini amat ampuh agar membaca buku terkesan mengasyikkan. Sebelum membaca buku, terlebih dahulu buatlah sebuah permainan, agar membaca buku semakin menyenangkan. Misalnya, mencari kata-kata keren untuk diterjemahkan atau  kata-kata yang menginspirasi dari seorang tokoh yang disebutkan dalam buku itu, atau apa saja model yang kamu suka dari buku yang kamu baca. Efek dari permainan yang kamu buat akan menjadikan aktivitas menbaca buku sebagai rutinitas yang mengasyikkan, semakin menyenangkan, dan aktivitas membaca buku tidak terkesan sebagai kebiasaan yang membosankan. Lagi pula, suatu hari permainan itu bahkan mampu membuka ingatan-ingatan lama dari bacaan yang pernah kita baca. Kita pun akan terbawa ke dunia masa lampau, bisa dibuatnya tersenyum, haru bahkan menyegarkan.  So, nggak ada salahnya kalau dicoba.

3.         Kalau banyak rezeki, beli buku secara rutin.
Buat beberapa orang, membeli buku mungkin menjadi motif untuk menaikkan pamor seseorang agar terlihat sebagai kaum intelek. Mereka rela mengeluarkan koceknya untuk sekedar iseng membeli buku. Sekilas hal ini mungkin terlihat tidak ideal. Namun, apapun motifnya, selagi ada uang, belilah buku secara rutin. Membeli buku sama juga dengan menginvestasikan pengetahuan hari ini untuk kepentingan yang akan datang. Walaupun mungkin hari ini belum membacanya, namun esok, lusa atau kapan saja, kamu pasti tertarik untuk membacanya. Apalagi jika sudah tak tau mau buat kegiatan apa, membaca buku bisa menjadi pilihan (apa lagi sudah banyak alternatif buku pilihan).

4.         Baca minimal 1 lembar/ hari.
Tidak ada cara yang lebih mujarab agar rajin membaca buku, kecuali membiasakan diri untuk selalu membaca buku. Setiap hari, di mana saja, kapan saja, avery where, every when, every think selalulah membaca buku. Kalau pun sangat sulit sekali, cobalah untuk membiasakan diri untuk membaca, barang 1 lembar saja, setiap hari. Masa sih nggak bisa? Lumayankan dapat ilmu satu lembar setiap hari! Dan itu lebih baik dari pada membaca banyak buku namun hanya dalam satu malam suntuk. Efeknya mudah lupa, membosankan, mala mungkin terkesan memaksa.

5.         Dari pada bingung
Terkadang kita selalu terjebak pada kondisi yang tidak tau mau buat apa. Nah, pada saat itu membaca adalah pilihan yang tepat. Dari pada bingung, dari pada nganggur, nggak ada kegiatan baca buku deh. Dengan permainan yang sudah kamu tetapkan menambah kreativitas, menangkal kebosanan. Selesai satu masalah, membaca pilihannya, tambah cakrawala.

Membaca buku merupakan makanan jiwa, obat hati. Sama halnya dengan membaca kitab suci. Lagi pula, dari pada tidak ada kerjaan jadikanlah membaca menjadi pilihan. Ali R.A mengatakan bahwa, “ilmu hanya bisa didapat dengan belajar”. Dan salah satu instrumen dari belajar adalah membaca. Kalau buku adalah jendela dunia, membaca adalah membukanya.


Medan, 13 juni 2012
22.50 wib
Written by : Bang sur_0n7
Buka Komentar