Skip to main content

Kepada Lia


Kepada Lia….!
Aku berusaha mengasihimu sebisa yang aku mampu
Meski hujan menghinakan dengan derasnya, dan ejekan tawa mereka.
Hahaha….!
               
                Kau pun mendengar….
                Halilintar menggelegar….
                Mengamuk gelap & mengancam alam
                “Siapa yang berani bergelut dengan cinta?”

Terang pelita menyibak gelap & menggulung sunyi
Aku tuliskan ancamanku kepada halilintar
“Hei…..! Cinta tak bisa digetarkan dengan amuk maupun ancam gelegarmu!!”

                Kepada Lia…..!
                Lautan tak cukup luas untuk menjadi lembaran-lembaran cerita cinta
Yang mengapung maupun tenggelam di dasar samudra
Tak ada habisnya….
Bahkan ombak justru memberi inspirasi tentang makna cinta
Bahwa masih ada di seberang sana pulau-pulau cinta yang lain
Yang tak kan terlukis indah dan suramnya oleh hitungan logaritma
Satu satu tetap mendayung
Seribu seribu ada yang karam

Aku menduga,
Pantas saja penumpang kapal mabuk dengan amuk laut
Sebab, tak mampu ia mencintai gelombang maupun derasnya..
Dan aku, sebisanya belajar mencinta dengan gelombang dahsyatnya cinta…

                Kepada Lia….
                Jika kau mencintaiku,
                Ajari aku mencintai gelombang cinta yang mungkin sedang kita arungi….

Dan akupun akan merasakan cinta
Sesering aku berkelana dengannya
               
                Dan semakin pelan hujan
                Mendengar kejujuran pemuda

                Kepada Lia….!

Medan, 15 nopember 2012
00.32 WIB
Bang sur
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar