Konsep politik Mu’tazilah

Konsep politik Mu’tazilah


Seperti kenyataan sejarah, bahwa tidak semua sahabat senior yang masih tinggal di Madinah waktu itu mendukung kekhalifahan Ali. Sebagian memang ada yang secara terang-terangan memberontak terhadap Ali. Namun ada pula sebagian besar penduduk Madinah dan sebagian dari suku Tamimi yang bersikap netral. Mereka tidak mendukung Ali namun juga tidak memihak musuh-musuh Ali. Mereka ini berpaling kepada pendalaman pengetahuan agama. Kelompok inilah yang dikenal sebagai Mu’tazilah (karena telah memisahkan diri).
Konsep politik Mu’tazilah mengatakan bahwa kepemimpinan negara merupakan pilihan rakyat. Hak memilih kepala negara berada di tangan rakyat, yang kemudian diangkat untuk melaksanakan hukum, tanpa memandang suku, asalkan beragama islam, mukmin dan adil.  Namun menurut Mu’tazilah, pengangkatan imam bukanlah merupakan kewajiban agama. Tetapi bagi Mu’tazilah pengangkatan imam itu tidak lagi wajib hanya jika keadilan sudah betul-betul merata pada seluruh rakyat.
Baca juga pandangan politik kelompok Syi’ah dan Khawarij. Telusuri juga artikel selanjutnya, sistem politik di negara-negara islam.

Diresume dari buku “Islam dan Tatanegara.
Ajaran, Sejarah dan Pemikiran”.
Yang ditulis oleh Munawir Sadjali.

Medan, 27 september 2013 
Suramah
Buka Komentar