PANDANGAN DEMOKRATIS KELOMPOK KHAWARIJ

PANDANGAN DEMOKRATIS KELOMPOK KHAWARIJ


Kelompok Khawarij adalah kelompok yang menolak keputusan dua arbitrator – Amr bin Ash yang mewakili kubu Mua’awiyah dan Abu Musa Asy’ari yang mewakili kubu Ali – pada pertempuran shiffin. Awal mula adanya kelompok ini adalah ketika perang shiffin telah usai, Mu’awiyah dan pendukungnya kembali ke Suria dengan bersatu. Sedangkan kubu Ali pulang ke Irak dalam keadaan pecah menjadi dua kelompok. Yaitu kelompok yang masih setia kepada Ali, dan kelompok yang meninggalkan Ali yang berjumlah sekitar dua belas ribu orang. Ketika Ali masuk Kufah, kelompok yang meninggalkannya berhenti di satu desa dekat Kufah bernama Harura. Kelompok inilah yang dikenal sebagai kelompok Khawarij yang berarti orang yang keluar. Alasan mereka keluar dari barisan Ali adalah karena keyakinan mereka bahwa Ali sebagai khalifah yang telah dibaiat oleh rakyat secara sah, tidak layak untuk bersedia tunduk kepada keputusan dua arbitrator dalam penyelesaian sangketa dengan kelompok Mu’awiyah.
Pandangan kelompok Khawarij mengemukakan bahwa mereka mengakui keabsahan kekhalifahan Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali sampai dia menerima keputusan arbitrator. Dalam hal jabatan khalifah, mereka sangat demokratis. Menurut mereka jabatan khalifah itu terbuka bagi tiap laki-laki muslim yang berkebangsaan Arab dan merdeka, dan bukan monopoli suku tertentu. Seorang khalifah yang telah dibaiat tidak dibenarkan turun tahta. Namun jika menyeleweng dapat diturunkan dari jabatannya. Seiring berkembangnya keadaan, mereka merubah syarat calon khalifah tak lagi harus laki-laki muslim yang berkebangsaan Arab dan merdeka, tetapi siapa saja laki-laki muslim yang mampu berlaku adil dapat menduduki kursi khalifah.
Baca juga pandangan politik Syi’ah dan Mu’tazilah.

Diresume dari buku “Islam dan Tatanegara.
Ajaran, Sejarah dan Pemikiran”.
Yang ditulis oleh Munawir Sadjali.

Medan, 27 september 2013 
Suramah
Buka Komentar