Skip to main content

Pokok Pikiran Al-Ikhwan Al-Muslimin Tentang Sistem Politik Islam


Al-Ikhwan Al-Muslimin adalah organisasi keagamaan yang didirikan di Ismailiyah, sebelah timur laut Kairo, Mesir pada tahun 1928 oleh Syeikh Hasan Al-Banna. Ada dua tokoh yang sangat melatarbelakangi pandangan dan paham keagamaan dan politik bagi Al-Ikhwan Al-Muslimin, yaitu Hasan Al-Banna sendiri dan Sayyid Qutbh. Selain itu, keduanya juga memiliki kesamaan pandangan dengan Rasyid Ridha. Diantaranya yang sangat mendasar adalah bahwa islam adalah agama yang sempurna dan amat lengkap, yang meliputi tidak saja tuntunan moral dan peribadatan, tetapi juga petunjuk mengatur aspek kehidupan, termasuk kehidupan politik, ekonomi dan sosial, oleh karenanya untuk pemulihan kejayaan dan kemakmuran, umat islam harus kembali kepada agamanya yang sempurna dan lengkap itu, kembali kepada al-qur’an dan sunnah, mencontoh pola hidup nabi dan umat islam generasi pertama, tidak perlu atau bahkan jangan meniru pola atau sistem politik, ekonomi dan sosial barat.
Pokok pikiran Al-Ikhwan Al-Muslimin tentang sistem politik islam dapat dilihat pada dua buku karya dua tokoh organisasi itu. Yaitu Al-Adalah Al-Ijtima’iyah Fi Al-Islamoleh Sayyid Quthb dan Al-Ikhwan Al-Muslimin : Du’at La Qudhat oleh Dr.Hasan Ismail Al-Hudhaibi, pemegang pucuk pimpinan gerakan setelah terbunuhnya Hasan Al-Bana.
Dalam bukunya, Sayyid Quthb mengemukakan tiga pokok pikiran, yaitu :
1.    Pemerintahan supra nasional
Yaitu sebuah pemerintahan yang hampir mirip dengan imperium. Ia mengatakan bahwa pemerintahan islam itu supra nasional dimana wilayah negara meliputi seluruh dunia islam dengan sentralisasi kekuasaan pada pemerintahan pusat yang dikelola atas prinsip persamaan penuh tanpa adanya fanatisme ras dan daerah tak pula fanatisme keagamaan. Wilayah di luar pusat pemerintahan tidak diperlakukan sebagai jajahan, dan tidak dieksploitasi untuk kepentingan pusat saja.

2.    Persamaan hak antara para pemeluk berbagai agama
Islam memberikan kebebasan sepenuhnya kepada pemeluk agama lain dan memberikan jaminan persamaan yang mutlak dan sempurna kepada masyarakat dan bertujuan merealisasi kesatuan kemanusiaan dalam bidang peribadatan dan sistem kemanusiaan.
3.    Tiga asas politik pemerintahan islam
Menurut Quthb politik pemerintahan dalam islam didasarkan atas tiga asas. Yaitu keadilan penguasa, ketaatan rakyat dan permusyawaratan antara penguasa dan rakyat.

Lebih lanjut, Sayyid Quthb menjabarkan bahwa seorang penguasa Islam sama sekali tidak memiliki kekuasaan keagamaan yang diterimanya dari langit. Dia menjadi penguasa karena dipilih oleh kaum muslimin berdasarkan kebebasan dan hak mereka yang mutlak. Ia juga mengemukakan bahwa pemerintahan islam dapat menganut sistem atau pola manapun asalkan melaksanakan syariat islam. Menurutnya, semua pemerintahan yang melaksanakan syariat islam dapat disebut sebagai pemerintahan islam apapun bentuk dan corak pemerintahan itu.
Selanjutnya, dalam bukunya, Dr. Hasan Ismail al-Hudhaibi menjelaskan pokok pikirannya. Antara lain mengemukakan :
1.    Kepemimpinan negara islam itu berfungsi sebagai pengganti kenabian dalam masalah-masalah agama dan politik keduniawian.
2.    Pemerintahan islam adalah pemerintahan yang menjadikan islam sebagai agamanya dan dibangun atas dasar syariat islam.
3.    Maka sebagai konsekuensinya, kepala negara harus seorang muslim. Syarat lainnya, seorang kepala negara harus sudah dewasa, laki-laki, sehat jasmani, dan sudah mencapai tingkat ijtihad.
Dari kedua tokoh tersebut, Quthb dan Dr. Hasan Ismail, tidak terdapat kejelasan tentang cara pemilihan kepala negara oleh rakyat. Tidak pula disinggung tentang lamanya masa jabatan kepala negara.
Lihat juga beberapa pandangan kenegaraan tokoh-tokoh berikut :
1.      Afgani, Abduh dan Ridha (salafiyah)
2.      Ali Abd Al-Rasiq
3.      Maududi
4.      Mohammad Husain Haikal
Diresume dari buku “Islam dan Tatanegara.
Ajaran, Sejarah dan Pemikiran”.
Yang ditulis oleh Munawir Sadjali.



Medan, 8 september 2013 
Suramah
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar