KATEGORI KOLOM  (tekuk)

KATEGORI KOLOM (tekuk)

KATEGORI KOLOM (tekuk)


KATEGORI KOLOM  (tekuk)

Kolom panjang
Kolom yang kegagalannya ditentukan oleh tekuk Dimensi arah memanjang jauh lebih besar dibandingkan dimensi arah lateral.

Kolom pendek
Elemen struktur kolom yang mempunyai nilai perbandingan antara panjangnya dengan dimensi penampang melintang relatif kecil apabila beban berlebihan, kolom pendek umumnya akan gagal karena hancurnya material.

PERILAKU KOLOM
Kolom panjang yang mempunyai kekakuan lebih besar terhadap satu sumbu (sumbu kuat) dibandingkan dengan terhadap sumbu lainnya (sumbu lemah) akan menekuk terhadap sumbu lemah.
Kondisi ujung sangat mempengaruhi besar beban kritis. Apabila kedua kolom identik, hanya berbeda kondisi ujungnya, maka kolom yang mempunyai ujung jepit dapat memikul beban lebih besar daripada kolom yang berujung sendi.
Hubungan umum antara panjang kolom dengan beban tekuk. Kegagalan pada kolom pendek adalah kehancuran material, sedangkan kegagalan pada kolom panjang adalah karena tekuk. Semakin panjang suatu kolom, semakin kecil kapasitas pikul bebannya.




TEORI TEKUK

ð   Leondhart Euler (1759) – batang dengan beban konsentris yang semula lurus dan semua seratnya tetap elastis hingga tekuk terjadi akan mengalami lengkungan yang kecil

ð  Considere dan Esengger (1889) – kolom dengan panjang yang umum akan hancur akibat tekuk inelastic dan bukan akibat tekuk elastic.

ð  Shanley (1946) – kolom masih mampu memikul beban aksial yang lebih besar walaupun telah melentur, tetapi kolom mulai melentur pada saat mencapai beban yang disebut beban tekuk





Grafik hubungan Pcr dengan deformasi




Tipe tumpuan ujung kolom:
Sendi – sendi
Jepit – jepit
Jepit – sendi
Jepit - bebas 
 

KOLOM DENGAN TUMPUAN SENDI – SENDI

A dan B adalah konstanta yang tergantung pada kondisi batas. Kondisi batas untuk x = 0 => y = 0 Maka:

Kondisi batas untuk x = L => y = 0, maka:


 

KOLOM DENGAN TUMPUAN JEPIT – BEBAS






KOLOM DENGAN TUMPUAN JEPIT – JEPIT


Buka Komentar