Etika Profesi Dalam Akuntansi

etika profesi dalam akuntansi


Akuntan merupakan salah satu profesi yang menuntut pelakukanya untuk berlaku jujur, objektif dan transparan(terbuka) dalam melaporkan aktivitas keuangan suatu perusahaan. Para akuntan seringkali menghadapi masalah dilema etika ketika menjalani profesinya itu. Sebagai contoh , ketika membuat laporan keuangan untuk tujuan meminjam uang ke pihak bank ,seorang akuntan diminta untuk membuat laporan keuangan agar sesuai dengan pesanan perusahaan. Laporan pesanan ini menggambarkan kondisi keuangan perusahaan seolah-olah sehat dan baik. Praktik curang semacam ini dilakukan agar pinjaman oleh perusahaan tersebut dapat dikabulkan oleh pihak bank.
Kasus diatas seringkali dihadapi oleh akuntan ,di satu sisi akuntan harus menjunjung tinggi etika profesi akuntan , namun di sisi lain akuntan merupakan bagian atau karyawan dari suatu perusahaan. Permasalahan atau dilema etika seperti telah disebutkan diatas lama kelamaan dapat menghilang dengan sendirinya. Seorang akuntan mungkin akan menganggap bahwa praktik tersebut adalah hal yang biasa dan semua orang melakukannya , padahal nyatanya praktik tersebut jelas melanggar kode etik profesi seorang akuntan.

Kepercayaan masyarakat , pemerintah , dan dunia usaha atas laporan – laporan akuntan guna pengambilan keputusan tidak hanya ditentukan oleh keahliannya,tetapi juga oleh independensinya, serta integritas moral para akuntan . Jika seorang akuntan melakukan suatu tindakan yang tidak terpuji maka hal tersebut akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat pada profesi akuntan ,sehingga merendahkan martabat profesi akuntan pada umumnya.
                
Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh akuntan seharusnya didasari pada standar yang berlaku .sebagai contoh ,akuntan internal ketika membuat laporan keuangan harus didasarkan pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK), selain itu juga seorang akuntan harus benar-benar menjalankan kode etika profesi seorang akuntan.
Jika seorang akuntan sudah melakukan pekerjaan-pekerjaan sesuai standar dan kode etik , maka akuntan sudah dapat dikatakan berada pada jalur yang benar. Meskipun, demikian , standar –standar diatas adalah hasil atau buatan manusia , sehingga celah-celah bagi pengguna standar tersebut untuk melakukan sesuatu yang tidak etis dan curang tetap mungkin akan terjadi.
Pelaksanaan akuntansi secara baik dan benar , bukan lagi secara sukarela, ini sudah menjadi suatu keharusan dan kewajiban,suatu organisasi atau perusahaan seharusnya sudah paham akan hal tersebut. Perusahaan atau organisasi memiliki pihak – pihak pemilik kepentingan untuk diberitahukan mengenai posisi keuangan dan kinerja organisasi atau perusahaan tersebut. Pelaksanaan akuntansi , baik pencatatanya dan pelaporannya ,secara baik dan benar dengan demikian merupakan bentuk tanggung jawab organisasi atau perusahaan terhadap pihak-pihak pemilik kepentingan.


Penyediaan informasi seperti diatas Ini barang tentu akan menimbulkan suatu kepercayaan pemilik kepentingan terhadap organisasi atau perusahaan tersebut dan menganggap organisas atau perusahaan tersebut adalah pihak yang profesional dalam menjalankan pekerjaannya. Kegunaan informasi akuntansi bagi para pemakai informasi tersebut , baik berasal dari dalam ,antara lain perusahaan . adapun pemakai yang berasal dari luar perusahaan ,antara lain kreditor , investor , pelanggan ,pemerintah ,dan pihak-pihak yang membutuhkan informasi keuangan tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel