Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Babakan Waktu Dalam Sejarah

Arti Babakan Waktu

Ruang lingkup sejarah sangat luas, seluas jumlah manusia yang ada. Jangka waktunya sangat lama, selama sejarah umat manusia berdiri. Bidang dan aspeknya juga sangat banyak, sebanyak seperti alam cita-cita, peradaban, kebudayaan, kepercayaan, dan agama yang dianutnya. Untuk seperti gambaran alam manusia yang sangat luas ini, para ahli mencoba mengurai-uraikan, membagi dan menggolong-golongkan.

Dari deretan peristiwa masa lampau yang sedemikian banyaknya itu dibagi-bagi dan dikelompokkan sifat ataupun bentuknya, sehingga membentuk satu kesatuan isi, bentuk maupun waktu yang tertentu. Sejarawan memusatkan diri pada masalah-masalah yang kekal dan lembaga-lembaga atau gagasan-gagasan yang menentukan di alam sejarah datanya yang paling awal sampai kepada masa kini.

Tindakan memberikan suatu nama deskriptif kepada periode sejarah merupakan cara sejarawan untuk memberikan periode itu suatu referensi yang dapat dipergunakan untuk mengerti nilai-nilainya. Tetapi tidak ada satupun sifat tunggal yang pasti. Hal ini berhubungan erat dengan agama filsafat, kepercayaan, keyakinan dan pandangan para sejarawan sendiri. Memang dalam penafsiran ataupun ulasan sejarah yang berbeda-beda itu dapat dibenarkan dalam ilmu sejarah.


Pembagian waktu merupakan pokok cerita sejarah. Pembabakan atau pembagian atas dasar pengelompokkan ini, babakan dan waktu tertentu di dalam cerita sejarah disebut babakan waktu atau pembagian waktu (waktu sejarah dibagi-bagi, dihimpun dan disusun dalam beberapa babak), penzamanan (membagi-bagi dalam beberapa zaman), serialisasi (dari bahasa Inggris serialization, serial = babak) atau periodisasi (dalam bahasa Belanda, periodesering = babak)

Tujuan Babakan Waktu

a). Memudahkan pengertian

Gambaran-gambaran peristiwa-peristiwa masa lampau yang sedemikian banyaknya itu dikelompok-kelompokan, disederhanakan dan diikhtisarkan menjadi satu tatanan (orde), sehingga memudahkan pengertian.

b). Melakukan penyederhanaan

Gerak pikiran dalam usaha untuk mengerti ialah melakukan penyederhanaan. Begitu banyaknya peristiwa-peristiwa sejarah yang beraneka ragam dan bersimpangsiur itu sukar atau ruwet disusunnya menjadi sederhana, sehingga pikiran mendapatkan ikhtisar yang mudah diartikannya.

c). Memenuhi persyaratan sistematika ilmu pengetahuan.

Semuanya peristiwa-peristiwa masa lampau itu setelah di kelompok-kelompokkan kemudian hubungan antara motivasi dan pengaruh-pengaruh peristiwa itu dikaitkan (interelasi) lalu disusun secara sistematis.

d). Klasifikasi dalam ilmu sejarah.

Klasifikasi dalam ilmu alam meletakkan dasar pembagian jenis, golongan, suku, bangsa dan lain sebagainya. Klasifikasi dalam ilmu sejarah meletakkan dasar babakan waktu. Masa lalu yang tidak dapat terbatas peristiwa dan waktunya, dipastikan isi bentuk dan waktunya menjadi bagian-bagian babakan waktu.

Klasifikasi atas dasar keragaman peristiwa, misalnya keseragaman kebudayaan, ekonomi, politik, pandangan hidup agama dan lainnya, akan memberikan gambaran sejarah yang mudah diartikannya.

Babakan waktu merupakan cermin pandangan hidup penyusun. Kepribadian menyusun tampak di didalamnya. Dangkal, dalam, luas, sempit pengetahuan penyusun tampak dari babakan waktu yang ditulisnya. Dengan tujuan pembabakan waktu ini, maka akan jelaslah kerangka ceritanya dan kerangka cerita ini merupakan penjelmaan pandangan hidup, dasar filsafat serta tafsiran sejarawan. Sebab tanpa penjelasan dan tafsiran, fakta-fakta masa lalu akan menjadi kronik, amal atau catatan detik-detik peristiwa.

Kriterium Babakan Waktu

Babakan waktu memberi bentuk dan corak cerita sejarah. Dalam babakan waktu itu harus mempunyai kriterium atas dasar motif0motif atau pengaruh tertentu. Beberapa faktor yang dijadikan dasar kriterium antara lain sebagai berikut :

a.       Faktor geografis, menunjukkan lokasinya.
Mungkin babakan waktu itu berbentuk demikian :
Bab I               Kerajaan Kutai – Tarumanegara (abad 4-6)
Bab II              Kerajaan Sriwijaya – Majapahit (abad 7-15)
Bab III                        Kerajaan Demak – Mataram (lama) – (abad 15-18)
Bab IV                        Kerajaan di luar Pulau Jawa
                        Aceh, Palembang, Banjarmasin dan sebagainya.

b.      Faktor Kronologis, menunjukkan waktu.
Bab I               Zaman Kuno
Bab II              Zaman Pertengahan
Bab III                        Zaman Baru
Bab IV            Zaman Modern

Babakan waktu seperti ini sukar dipertahankan, mengingat bahwa waktu itu berjalan terus. Suatu ketika zaman modern sudah tidak modern lagi. Sehingga timbul zaman termodern, sesudah zaman termodern sukar untuk dilanjutkan lagi.

c.       Babakan waktu atas dasar dinasti, keluarga raja atau wamca (wangsa).
Misalnya pada sejarah Cina
1.      Dinasti Shang        1450-1050 SM
2.      Dinasti Chou         1050-247 SM
3.      Dinasti Chin          256-207 SM
4.      Dinasti Han           206 SM-220 M
5.      Dinasti Sul                        580-618 M dan seterusnya

Contoh lain :
1.      Sanjaya-wangsa
2.      Cailandra-wangsa
3.      Isyana-wangsa
4.      Rajasa-wangsa
dan sebagainya

d.      Pembagian atas dasar agama :
Misalnya :
1.      Zaman Sebelum Masehi
2.      Zaman Sesudah Masehi atau
3.      Zaman Dinamisme Animisme
4.      Zaman Hindu
5.      Zaman Islam dan seterusnya

e.       Babakan waktu yang melukisakan perjuangan manusia.
Misalnya :
1.      Pra-sejarah
2.      Kebudayaan kuno (India, Tiongkok, dan sebagainya)
3.      Bangsa-bangsa Steppe (nomade)
4.      Eropa Kuno (mengenai bahasa-bahasa)
5.      Zaman romawi kuno
6.      Ruangan hidup agama Budha
7.      Zaman Almasih
8.      Agama Nasrani di Timur Tengah
9.      Agama Islam
10.  Kerajaan Allah (Midle Ages)
11.  Kerajaan manusia (1400-1800 A.D), pertumbuhan dan perkembangan negara-negara nasional.
12.  Zaman mesin berkuasa (abad ke-19)
13.  Zaman massa berkuasa (abad ke-20); zaman demokrasi agitasi, gerakan massa, fasis, komunis dan sebagainya.

f.       Babakan waktu atas dasar ekonomi : melukiskan kehidupan manusia sebagai homo ekonomikus. Pembagian menurut Karl Bucher :
1.      Zaman ekonomi keluarga
2.      Zaman ekonomi kota
3.      Zaman ekonomi negara dan seterusnya
Ada juga yang melukiskan pembagian kerja dan perkembangannya.
1.      Zaman berburu dan menangkap ikan
2.      Zaman peternakan
3.      Zaman pertanian
4.      Zaman industri dan seterusnya

g.      Pembabakan waktu atas dasar evolisionisme
Melukiskan gerak maju manusia kesempurnaan hidup. Di bawah ini pembagian Auguste Comte (1789-1857) seorang ahli Sejarah dan ilmu sosial serta penganut aliran positivisme. Mengemukakan pembabakan sebagai berikut :
1.      a military-theological stage. Tingkat manusia menggantungkan nasib kepada militer (ksatria) dan pada keagamaan.
2.      a critical-metaphysical stage. Tingkat manusia berpikir secara kritis, tetapi tidak mementingkan kenyataan sekitarnya.
3.      a scientific-industrial stage. Tingkat perkembangan ilmu pengetahuan dan industri.
Dalam babakan waktu ini tampak A. Comte memaksa kita semua berpikir secara konkrit dan disini tampak jelas arah kemajuan umat manusia (evolusionisme) dari agama, filsafat sampai kepada ilmu dan industri.

h.      Faktor produksi sebagai dasar babakan waktu.
Karl Marx terkenal dengan historis meterialismenya mengemukakan babakan waktu atas produksi atau kebendaan (materi). Gerak sejarah didorong oleh faktor materi yang menimbulkan pertentangan dua kelas. Dengan menerapkan teori dialetika Hegel ; these dan antithese akan menimbulkan sinthese, sinthese menjadi these ada antithese lagi, akan menimbulkan sinthese lagi dan seterusnya sampai terjadilah api yang dinamakan Marx masyarakat tanpa kelas.
Coba perhatikan pembagian Marx ini :
1.      Masa Perbudakan
Yaitu masa pertengahan antara budak-vudak dengan tuan-tuan.
2.      Masa Feodal
Masa pertengahan antara kaum bangsawan dan tuan tanah (Landhord) melawan kaum tani dan pedagang.
3.      Masa borjuis modern atau masa kapitalisme modern.
Masa pertengahan antara golongan majikan melawan buruh (baik buruh pabrik atau petani kecil) atau pertengahan antara golongan kapitalis melawan kaum proletar.
4.      Masa masyarakat tanpa jelas.
Masa pada waktu adanya keruntuhan kapitalisme, pada saat itu golongan proletar dapat merebut kekuasaan dan semua kelas dilengkapkan.
Baik pembagian Comte dan Marx menunjukkan pengaruh teori evolusionisme Darwin, hanya saja Marx mengutarakan gerak sejarah yang lebih ekstrim. Golongan tertindas atau golongan proletar dapat mempercapat adanya revolusi (perubahan cepat) untuk melenyapkan golongan Kapitalis sehingga terciptalah masayarakat tanpa guru.

Tim Dosen MKDDIS FIS Unimed