Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bahasa Pengembang Kepribadian

1. Pengertian Bahasa

Berbagai pengerian bahasa telah dirumuskan para pakar bahasa. Dua pengertian diuraikan di bawah ini ;
Harimurti Kridalaksana berpengertian bahwa bahasa adalah sistem lambang berupa bunyi arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi dan mengidentifikasi diri. Wojowarsito berpengertian bahwa bahasa adalah alat manusia mengungkapkan pikiran, perasaan dan pengalaman yang terdiri dari lambang-lambang bahasa.
2. Pengertian Kepribadian dan Pengembangan Kepribadian

Dalam Personality Development Through Positive Thingking, 2004, Amit Abraham mendefinisikan kepribadian adalah pola-pola pemikiran, perasaan, dan prilaku yang tertanam dalam-dalam dan relatif permanen. Kepribadian menyiratkan prediktabilitas tentang bagaimana seseorang akan beraksi dalam keadaan yang berbeda-beda.

Dalam Pembangunan, Dilema, dan Tantangan, 2004, Moeljarto Tjokrominoto, berpengertian bahwa pengembangan kepribadian mencakup berbagai kualitas, seperti religiousitas, moralitas, penghayatan wawasan kebangsaan, kemandirian, kreativitas, ketahanan mental. Secara lebih spesifik, pengembangan aspek-aspek kepribadian seperti aktivitas kemandirian, ketahanan mental, etos kerja, disiplin, diletakkan dalam konteks religiousitas, moralitas, dan penghayatan wawasan kebangsaan.

3. Hubungan Bahasa dengan Pengembangan Kepribadian

Sumpah pemuda 28 Oktober 1928 berisi tiga ikrar, yaitu (1) Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia, (2) Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, (3) Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Pernyataan tekad kebangsaan, yaitu menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia mengandung makna (1) bersikap positif terhadap bahasa Indonesia; (2) memiliki keinginan dan kegairahan menggunakannya dengan baik dan benar; (3) memiliki dan berusaha meningkatkan mutu penggunaan dan penguasaan bahasa Indonesia sehingga penggunaannya sesuai dengan kaidahnya, tetapi juga sesuai dengan perkembangannya (Halim, 1928 : 24)

Berdasarkan pernyataan tekad kebahasaan di atas, jelas bahwa bahasa Indonesia memiliki fungsi yang luar biasa dalam mengembangkan kepribadian bangsa. Fungsi ini menegaskan bahwa setiap warga negera Indonesia senantiasa kepribadian, berprilaku, dan berbudi khas Indonesia.

Pengalaman bahasa yang amat berharga dalam pengembangan kepribadian dukukuhkan dalam undang-undang dasar 1945, yaitu bahasa negara adalah bahasa Indonesia. Sejak tahun 2002 bahasa Indonesia ditetapkan sebagai mata kuliah bagi setiap mahasiswa di perguruan tinggi dalam kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian. Selain itu, bahasa Indonesia dijadikan sarana komunikasi ilmiah bagi mahasiswa.

Berdasar pembelajaran bahasa Indonesia sebagai pengembangan kepribadian, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kecerdasan, karakter, dan kepribadian. Mahasiswa yang berkompetensi berbahasa Indonesia secara aktif dan pasif akan mampu mengekspresikan pemahaman dan kemampuan dirinya secara runtut, logis, dan lugas. Hal ini menandakan kemampuan mengorganisasi karakter dirinya terkait dengan potensi daya pikir, emosi, dan harapannya. Kemudian diekspresikan dalam berbagai bentuk karya ilmiah, seperti artikel ilmiah, makalah ilmiah, proposal, penulisan skripsi, dan laporan ilmiah.

Selain itu, mahasiswa yang berkompetensi berbahasa Indonesia baku dengan baik dan benar akan mampu memahami konsep-konsep pemikiran dan pendapat orang lain. Kompetensi ini akan dapat mengembangkan karakter dan kepribadian melalui berpikir sinergis, yaitu kemampuan menghasilkan konsep baru berdasarkan pengalaman yang sudah dimiliki bersamaan dengan pengalaman baru. Mahasiswa demikian akan menjadi lebih cerdas dan kreatif dalam memanfaatkan situasi, stimulus, dan pengalaman baru yang diperolehnya.

Fungsi bahasa Indonesia sebagai mata kuliah pengembang kepribadian diarahkan kepada kompetensi berbahasa baku dengan baik dan benar secara lisan tulis. Fungsi ini mencakup berbagai aspek, yaitu :
1)      mengembangkan kemampuan / kompetensi komunikasi ilmiah;
2)      mengembangkan kemampuan akademis;
3)      mengembangkan berbagai sikap, seperti sikap ilmiah, sikap paradigmatis dalam mengembangkan pola-pola berpikir, sikap terpelajar;
4)      mengembangkan kecerdasan berbahasa;
5)      mengembangkan kepribadian terutama dalam menciptakan kreativitas baru yang terkait dengan pengalaman, pengetahuan, potensi, dan situasi baru yang dihadapi serta kemampuan mengekspresikannya;
6)      mengembangkan kompetensi berkomunikasi antar pribadi sehingga memantapkan perkembangan pribadi;
7)      mengembangkan kemampuan sebagai lambang bangsa dan negara.

Demikian pembahasan tentang bahasa, kepribadian, dan hubungan bahasa dengan pengembangan kerpibadian

Delpi Napitupulu, dkk