Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

BENTUK BUMI DALAM KAJIAN AL-QUR’AN

Allah SWT selalu medorong manusia untuk mengedapankan iman dan akalnya dalam mencapai eksistensi dari tujuan hidup dirinya. Ketakjuban melihat kekuasaan Allah SWT dalam segala penciptaanya, tidak semerta-merta menuntut manusia itu berpikir segala yang tidak masuk akal itu adalah kekuasaan Tuhan. Sehingga, kita sebagai manusia hanya mengatakan “ sudalah jangan terlalu dipikir-pikir, hanya Tuhan yang tahu”. Hal ini bukanlah jati diri seorang hamba, karena semuanya tidak hanya di pandang dari kacamata iman saja, namun juga lewat akal sebagai anugerah pemberian Allah SWT.  

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Ali Imran (3): 190)

Bila mencermati ayat diatas, Allah SWT menyuruh kita untuk menggunakan akal (pengetahuan) dalam mencerna tanda-tanda kekuasaannya. Dengan bahasa sederhananya, Allah SWT ingin mengatakan kepada manusia bahwa “walaupun Aku ini adalah Tuhan yang dapat menciptakan segala sesuatu, namun ciptaanku itu logis (masuk akal) yang dapat dilihat, dipelajari, diteliti, dan diyakini kebenarannya dengan akal manusia itu sendiri”.
Akal manusia yang pawai untuk memahami sesuatu didahulukan dari rasa keingintahuannya. Rasa ingin tahu yang membuat dirinya selalu bertanya-tanya. Dalam Alqur’an surat An Naba’ di ceritakan salah satu pertanyaannya adalah bagaimana bentuk bumi? Apa sebenarnya bentuk bumi yang kita huni ini?
Untuk mengawali pembicaraan berkaitan dengan bumi. Sebaiknya terlebih dulu kita menelisik apa yang dikatakan ilmu abad 20-an yang berkedok dalam sains modern saat ini. Dalam naungan sains modern menyatakan bahwa bumi, bulan, atau planet yang lain berputar (berotasi) dan mengelilingi matahari yang istilah ini dikenal dengan Heliosentrik. Teori ini mengatakan bahwa matahari sebagai pusat alam semesta, yang berarti bumi, bulan dan planet yang lain mengelilinginya (berevolusi). Apakah pernyataan dari sains modern ini sesuai dengan kenyataan? Atau hanya sebatas imajinasi dengan mambuat teori tanpa dasar?.
Pada zaman Babylonia +- 500 tahun yang lalu ada teori yang berbeda dengan sains modern saat ini. Mereka menyatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Baik matahari, bulan atau bintang-bintang mengelilingi bumi, hal ini disebut dengan Geosentrik.
Jika kita mengatakan matahari, bulan dan bintang-bintang mengelilingi bumi (geosentrik), maka orang-orang modern mengatakan kita kembali ke belakang yaitu 500 tahunan bahkan lebih. Mungkin juga mengatakan bahwa geosintrik ini ilmu zaman kuno yang bertentangan dengan sains modern, serta mungkin juga mengatakan kita tidak belajar ilmu terkini.
Jadi, apa yang dikatakan Alqu’an… mari kita melihat firman Allah SWT;

38. dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (Yaasiin (36): 38, 40)

Alqur’an memberitahu bahwa mataharilah yang mengelilingi bumi atau geosentrik bukan heliosentrik seperti dikatakan sains modern terkini. Tidak ada dalam Alqur’an mengatakan bumi itu berputar atau berkeliling. Kebanyakan orang pasti mempercayai bumi lah yang mengelilingi matahari, karena yang mengatakannya adalah ilmuan terkini. Dan kita mengabaikan ilmuan kuno yang juga telah melakukan pengamatan alam semesta sampai puluhan tahun. Ilmu yang memprediksi gerhana misalnya, dengan hitungan angka-angka dan rumus-rumus pelajaran fisika disekolah, tidak bisa memastikan kapan terjadinya gerhana, inikan aneh!. Apakah karena angka dan rumusnya salah, kita tidak tahu? Namun NASA bisa tepat menentukan kapan terjadinya gerhana dengan menggunakan siklus saros yang merupakan temuan ilmuan kuno, dan masih digunakan sampai sekarang ini dalam memprediksi terjadinya gerhana.
            Tidak semua ilmu-ilmu sains modern sesuai dengan kanyataan. Begitu juga bagi orang yang bertentangan atau tidak mengambil pedoman dari teori sains modern bararti salah. Kemudian, tidaklah benar jika lebih mengedepankan sains modern dan mengabaikan begitu saja temuan-temuan ilmuan kuno yang dianggap tidak relevan lagi dengan kehidupan saat ini.
            Sudah +- 500 tahunan pelajaran disekolah-sekolah mengikuti buku-buku yang dibuat oleh sains modern. Seolah-olah karena yang membuatnya adalah ilmuan terkini pasti akurat kebenarannya dan banyak orang yang mempercayainya. Namun, bisa saja mereka salah atau memang sengaja menyampaikan yang salah. Tapi yang jelas, Alqur’an yang lebih dari  1400 tahun yang lalu sudah menyampaikan bahwa matahari dan bulan mengelilingi bumi, lebih dulu daripada yang disampaikan ilmuan +-500 tahun lalu dan tidak ada perkataan dalam Alqur’an yang menyatakan bumi itu berputar.
            Nah, bagaimana dengan bentuk bumi itu sendiri?. Kembali lagi diambil dari sains modern yang dipelajari disekolah mengatakan bumi ini bentuknya globe (bulat). Bentuk bumi globe sudah menjadi kebenaran yang universal, anak-anak sekolahan pun tentu telah menyakini kebenaran tersebut. Bahkan kita pikir, keyakinan ini sudah seperti keyakinan agama. Dengan mengabaikan teori-teori bumi bulat untuk sementara, karena pembahasan secara detailnya terlalu panjang jika dibicarakan dalam satu lembar kertas, maka langsung saja beralih kepada kajian terhadap Alqur’an atau apa yang dikatakan Alqur’an berkaitan bentuk bumi?
            Silahkan kita simak cuplikan dari ayat-ayat berikut ini:

21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa
22. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (Al Baqarah (2): 21, 22)

19. Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan. (Nuh (71): 19)

19. Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. (Al Hijr (15): 19)

47. Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa.
48. Dan bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami). (Adz Dzaariyaat (51): 47, 48)

6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?. (An Naba' (78): 6)

6. Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun ?
7. Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata. (Qaaf (50) : 6, 7)

27. Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya.
28. Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya.
29. dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.
30. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (An Naazi´aat (79): 27-30)

17. Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan.
18. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?.
19. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?.
20. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?. (Al Ghaasyiyah (88): 17-20)

3. Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Ar Ra'd (13): 3)

6. dan bumi serta penghamparannya. (Asy Syams (91): 6)

Para Ulama sebagian berpendapat, kata dibentangkan atau dihamparkan dalam Alqur’an menunjukkan sebagian bumi bukan keseluruhan bumi karena para Ulama ini tidak dapat menjawab, jika bumi ini datar bagaimana terjadinya siang dan malam? Sementara Ulama seperti Qurtubhi dan Ibnu Sina menjelaskan perkataan Alqur’an sudah jelas bahwa bumi dihamparkan atau dibentangkan, bukan hanya sebagian buminya, namun secara keseluruhannya. Hal ini berarti bumi yang kita tempati ini memang datar, sesuai dengan kata bumi dihamparkan atau dibentangkan. Seperti keseharian kita yang membentangkan tikar, yang berarti tanah yang datar dan bukan bulat.

47. Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka. (Al Kahfi (18): 47)
                Tentu saja sangat menarik mengkaji tentang bumi yang kita tinggali ini. Begitu banyak kekuasaan Allah SWT yang dapat dikaji didalamnya, seperti kata Nicola Tesla “Bumi ini bukanlah planet, tapi merupakan lingkungan yang banyak akan sumber daya”. Dari beberapa pembicaraan yang telah diungkap diatas yang berkaitan dengan bumi. Kita harus menyadari bahwa sumber pengetahuan adalah Alqur’an. Sebab tidak semua orang mau menyampaikan kebenaran, bisa saja yang disampaikan salah atau sengaja menyampaikan yang salah demi keuntungan para elit global dalam kedok sains modern.
                Karena dalam pembahasan ini hanya difokuskan pada bentuk bumi dalam perkataan Alqur’an. Tidak ada pembahasan yang secara detailnya, namun tetap saja kami berharap tulisan ini ada manfaatnya. Untuk lebih memahami bumi datar, ada beberapa kajian yang dapat menambah khazanah pemikiran kita, yaitu:
1.       Ada banyak foto atau gambar bumi berbentuk bulat/bola/globe, apakah foto atau gambar itu asli atau hanya editan komputer saja? Ini bisa kita lihat di buku-buku yang diajarkan di sekolah-sekolah.
2.       Ada banyak satelit di angkasa, katanya! Kalau tidak salah sekitar 13 ribu satelit, mengapa tidak satupun yang terlihat oleh teleskop (teropong bintang ). Sebenarnya satelit itu ada atau hanya rekayasa?
3.       Apakah GPS, Google Maps, TV, Radio, dll memakai satelit atau hanya tower ?
4.       Galileo membuktikan heliosentrik, dan faktanya ia dihukum mati oleh petinggi gereja karena tidak dapat membuktikan kebenaran teorinya.
5.       Newton membuktikan teori gravitasi, benar atau tidak bila dikaitkan dengan bentuk bumi yang bulat (globe)?
6.       Gerhana bisa dihitung sangat akurat oleh NASA, mereka pakai hitungan pelajaran sekolah atau menggunakan siklus saros?
7.       Horison membuktikan bumi ini lengkung atau hanya perspektif mata?
8.       Penerbangan keliling dunia, bagaimana caranya?
9.       Banyak Negara memiliki space program, tidak mungkin bohong dengan bentuk bumi sebenarnya.
10.   Jika kita percaya Flat Earth (bumi ini datar) maka kita mundur 500 tahun kebelakang.
Pembahasan bumi datar sangat booming dari tahun 2015 dan menjadi trending topic di google analytic.