Skip to main content

Cara Jitu Menangani Siswa yang Ribut atau Bandal di Kelas

Bagi para guru, siswa bandal kerap sekali menjadi pusat terkurasnya energi. Baik itu dampaknya pada pikiran maupun fisik. Pada umumnya guru paling malas jika menghadapi siswa yang bandal. Apalagi jika pemicu keributan dalam kelas tidak hanya ditimbulkan oleh satu siswa saja, melainkan banyak dan berkelompok pula (ini yan merepotkan). Tapi tidak semua guru berpikir begitu, ada juga yang senang karena seolah-olah mendapatkan tantangan. Yang jelas kebanyakan guru akan kuwalahan bila siswa pada bandal, disamping itu kondisi dan suasana hati seorang guru juga berfluktuatif setiap harinya.

Menjadi seorang guru memang hal yang merepotkan. Sehingga wajar jika jam kerjanya juga lebih sedikit dibandingkan dengan pekerjaan lainnya, termasuk PNS Non-Guru. Sebab profesi guru tidaklah mudah dan tidaklah bisa digeluti oleh semua orang. Walau jam kerja lebih sedikit, namun energinya cepat habis karena yang dihadapi bukanlah benda yang mati, bukan orang-orang yang sudah tinggi tingkat kedewasaannya. Yang dihadapi manusia-manusia yang masih dalam pencarian, masih labil, penuh dengan pergolakan jiwa yang mudah terombang-ambing, dan tanpa terbebani tanggung jawab pada dirinya.

Nah.. untuk menjawab judul yang ditulis diatas. Sebagai seorang guru harus terlebih dahulu memahami kondisi dan suasana hati para siswanya. Bukan sebaliknya, para siswa harus memahami kondisi dan susasana hati gurunya. Langkah awal tersebut berupa perkenalan guru dengan siswa secara tersirat:
1.      Seorang guru harus manyadari bahwa setiap siswa memiliki pengalama keluarga yang berbeda-beda, ada yang orang tuanya masih utuh, ada yang Cuma ayahnya, ada yang Cuma ibunya, ada yang diurus neneknya, dan seterusnya, serta lingkungan tempat tinggal yang berbeda pula.
2.      Tingkat kecerdasan seorang siswa berbeda dengan yang lainnya. Inilah yang diaksud dengan bakat, ya kalau tidak bakatnya dipaksain juga tentu tidak akan maksimal hasilnya. Disilah sebenarnya sekolah menjadi taman-taman bagi siswa, guru hanya berupaya menemukan apa yang menjadi bakat setiap siswa dan berusaha dengan maksimal untuk mengembangkannya.
3.      Kelakuan siswa didalam kelas juga berbeda-beda, ada yang diam-diam tapi tidak peduli dengan ilmu yang diberikan oleh guru, ada yang rebut-ribut tidak jelas, karena ingin diperhatikan, dan seterusnya.
4.      Guru harus memahami semua gaya yang ditampilkan siswa didalam kelas itu merupakan keinginan agar menjadi perhatian, baik tingkah laku yang ditampilkan negatif maupun yang positif.
5.      Guru harus mampu mengklasifikasikan siswa, misalnya dari yang pendiam, agak ribut dan paling ribut atau yang paling pintar, agak pintar dan standar. Hal ini bertujuan agar seorang guru mampu menghadapi siswa yang berbeda-beda dalam satu ruangan dengan kondusif.

Diatas beberapa hal yang perlu diketahui oleh seorang guru ketika berhadapan dengan siswa didalam kelas. Sehingga seorang guru akan lebih legowo dalam menerima kelakukan para siswanya. Tidak hanya menyalahkan siswanya karena perbuatannya, tapi juga memandang mereka sebagai jiwa yang unik yang diciptakan oleh Tuhan. Pasti sulit merubah kebiasaan dari para siswa, namun tentu bisa berubah, jika seorang guru mampu menyadarkannya.

Sekarang kita masuk kedalam pokok pembahasan kita. Yaitu bagaimana caranya jika ada siswa yang ribut/bandal di dalam kelas yang diajar. Jawaban nantinya berdasarkan pengalaman saya pada waktu PPLT di kab. Deli Serdang-SUMUT.

Untuk melakukan jurus jitu ini, seorang guru harus menanamkan didalam dirinya bahwa siswa itu unik, sama dengan gurunya, yaitu merupakan ciptaan Tuhan, seorang siswa juga wadah tempat belajar bagi gurunya, dan setiap siswa sejatinya adalah makhluk jiwa, jadi seorang guru jangan sampai menyakiti jiwa tersebut. Kemudian kita lanjutkan dengan tindakan secara konkret yaitu perhatikan siswa yang menjadi pemicu keributan didalam kelas. Seorang guru harus mempu menemukannya. Jika sudah menemukan pemicu keributan didalam kelas, langsung panggil saja dan diajak keluar ruangan. Jangan seorang guru memarahinya didalam kelas, ini sungguh tidak efektif. Malahan ini kan menjadi pemicu bagi siswa tersebut untuk melakukan aksi ributnya bahkan akan semakin parah, disebabkan kemarahan guru didalam kelas bisa jadi membuat Ia tersinggung atau menjadi kebal terhadap marahan jenis apapun yang diterapkan oleh gurunya.

Setelah memanggil siswa yang paling ribut tadi keluar, maka seorang guru harus dengan bijak menasehatinya. Nasehat ini tentu tergantung strategi para guru, yang jelas ini tindakan yang lebih bijak. Siwa tidak akan tersinggung atau diledekin siswa yang lain karena dimarahi oleh gurunya dan jika nanti ia kembali kedalam kelas, iapun akan merasa lebih segan untuk membuat keributan didalam kelas. Ini sungguh cara jitu yang efektif yang pernah saya lakukan ketika menghadapi kelas-kelas yang terkenal dengan super ributnya. Bahkan siswa yang paling ribut itupun menjadi lebih baik dan lebih tenang ketika berada didalam kelas.

Setiap siswa memiliki psikologi kejiwaan yang bisa disentuh pula dengan jiwa gurunya. Cara ini juga tentu lebih menyehatkan, daripada seorang guru harus marah-marah didalam kelas. Eh… ketika marahin satu orang didalam kelas, siswa yang lain juga bikin ribut pula. Ya tentu makin tidak kondusif kondisi kelasnya.

Inilah satu cara jitu, yang mudah-mudahan ada manfaatnya bagi seorang guru. Ini bukan mengajari para guru apalagi masternya guru yang sudah berpengalaman dalam mendidik. Ini hanya sebatas pemberi tips dari orang yang masih perlu juga banyak belajar menjadi seorang guru. Beranggapan semua siswa itu bandel-bandel adalah salah, tapi juga salah jika berprofesi menjadi seorang guru selalu berkeinginan mendapatkan kelas tanpa keributan. Inilah tugas dan tanggungjawab bagi seorang guru, yang bukan hanya sebagai pentransfer ilmu-ilmu, tapi juga sebagai pendidik anak bangsa.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar