Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cinta dan Persaudaraan

Rasulullah saw bersabda,”tidak beriman salah seorang di antara kalian, hingga ia mencintai saudaranya bagai mencintai dirinya sendiri.” (HR Bukhari dan Muslim). Antara iman, cinta dan persaudaraan dalam kaca mata Islam adalah tiga kata yang memiliki hubungan erat. Seseorang tidak dapat dikatakan beriman, bila tidak memiliki rasa cinta. Cinta merupakan ruh persaudaraan.

Mencintai saudara sebagaimana mencintai diri sendiri merupakan manifestasi dari iman yang ada dalam hati seseorang. Orang beriman akan melakukan hal-hal yang terbaik buat saudaranya. Jika memberikan sesuatu akan memberikan yang terbaik.

Perilaku semacam ini semakin mempererat tali persaudaraan. Setiap orang pasti merasakan betapa dirinya dicintai, dihargai dan dihormati, sehingga secara otomatis muncul dari lubuk hatinya paling dalam keinginan untuk melakukan hal terbaik untuk sesame. Ini merupakan fitrah manusia sebagai makhluk sosial.

Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai pertikaian, permusuhan, penganiayaan pembunuhan dan praktik kejahatan lain. Semua terjadi karena hati yang buruk dan telah rusak. Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging. Apabila ia baik maka seluruh jasad akan baik, apabila ia rusak maka akan menjadi rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, ia adalah hati (qolbu).” (HR Bukhari dan Muslim).

Hati yang rusak ibarat tanah kering tandus dan penuh dengan bebatuan, sulit ditumbuhi benih-benih cinta dan kasih saying. Yang tumbuh subur didalamnya hanya dendam, kebencian, keserakahan dan kepongahan. Inilah yang menjadi penyebab utama rusaknya tali persaudaraan.

Dalam posisi seperti itu hanya cenderung memperturutkan hawa nafsunya, mementingkan diri sendiri dan tidak peduli kepentingan orang lain.

Penyebab rusaknya hati manusia dikarekan kengganan dalam memahami petunjuk Allah SWT, baik berupa ayat-ayat qouliyah dan ayat-ayat kauniah. Petunjuk Allah SWT ibarat air hujan yang tercurah dari langit. Kemudian turun ke bumi menyuburkan tanah gersang dan menumbuhkan biji-bijian. Demikian pula dengan hati manusia jika disinari dengan cahaya petunjuk illahi akan menumbuhkan benih-benih cinta dan kasih saying. Cinta dan kasih saying adalah syarat utama membangun persaudaraan.

Salah satu upaya menjauhi hati yang buruk dengan selalu menjaga suasana hati di tengah-tengah komunitas yang beragam.

Rasulullah bersabda,”Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki, saling bermusuhan dan saling memutuskan tali persaudaraan. Jadilah kalian hamba-hamba Allah SWT yang bersaudara. Tidak halal seorang Muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.” (HR Bukhari dan Muslim).

Manusia harus menyadari bahwa perbuatan saling membenci, saling mendengki dan saling bermusuhan merupakan perbuatan setan. Setan ingin menceraiberaikan hubungan persaudaraan.

Tumbuhkan rasa kecintaan pada saudara dalam hatimu yang subur. Karena di sanalah letaknya hubungan yang harmonis dapat tercipta.

Oleh : M. SENA