Skip to main content

Hukuman Terbaik Bagi Siswa Atas Dasar Kesepakatan

Hukuman merupakan tindakan yang diberikan kepada seseorang yang melanggar aturan-aturan yang ada. Semua orang akan terima dengan hukuman yang ada jika sebelumnya mendapatkan infomasi yang jelas terhadap hukuman tersebut. Dan juga hukuman harus sesuai dengan standar umum yang berlaku, sehingga hukuman tersebut layak dipakai/diterapkan.

Bagi seorang guru, khusus sebagai pelaksana BP. Tentu kerap kali berkaitan dengan hukum-menghukum siswa-siswa yang sengaja melanggar aturan. Nah… hukuman yang terbaik bagi siswa adalah berdasarkan kesepakatan. Artinya walaupun pihak sekolah atau pelaksana BP yang memberikan standar hukuman dan bagaimana pelaksana dari hukuman tersebut, lantas tidak diperkenankan juga untuk berlaku sewenang-wenang, yang dalam arti hukuman tersebut tidak diinformasikan kepada siswa. Terkadang ada siswa yang heran, karena sesuka hati gurunya saja memberikan hukuman. Sehingga tidak hanya melanggar hak  siswa, tapi juga membuat para siswa merasa tidak dilibatkan dalam aturan sekolah, yang membuat mereka enggan dalam melaksanakan aturan yang ada di sekolah.

Jika hukuman diinformasikan dengan jelas kepada para siswa, maka ketika hukuman tersebut diterapkan, merekapun akan terima dengan lapang dada. Ini sungguh sangat penting, dalam mendidik siswa agar mau untuk senantiasa bertanggungjawab atas kesalahan yang diperbuatnya. Dan hukuman juga harus disepakati bersama, setidaknya para siswa merasa ada keterlibatan mereka dalam menentukan hukuman yang terbaik. Mereka akan merasa bertanggung jawab atas pelaksanaan segala aturan yang ada di sekolah.

Yang terakhir pelaksana seperti guru BP, harus melihat kondisi yang ada setiap menerapkan hukuman. Sebaiknya sebelum menerapkan hukuman guru BP memberi kesempatan siswanya untuk menyatakan alasan mengapa Ia melanggar. Ini akan menjadi dasar bagi guru untuk memastikan hukuman yang diberikan layak untuk siswanya. Misalnya, ada siswa yang terlambat karena mengantar ibunya ke PUSKESMAS, atau juga keterlambatan karena ban sepeda motornya bocor dan alasan lainnya. Guru BP harus benar-benar bijak dalam menerapkan hukuman yang ada. Ok tentu, dengan kondisi yang tidak disengaja harus ada toleransi, namun sebaliknya siswa yang dengan sengaja melanggar aturan harus ditindak dengan tegas, itupun tidak diluar hukuman yang telah disepakati.

Siswa juga manusia, ini merupakan kalimat yang menunjukkan siapapun orangnya pasti pernah melakukan kesalahan. Kendatipun dirinya sudah berusaha menghindar dari kesalahan-kesalahan yang ada. Masih banyak faktor yang lain, yang membuat dirinya melakukan sebuah kesalahan. Oleh karenanya, dunia pendidikan bertujuan untuk memanusiakan manusia. Bukan fokus pada hukumannya, namun bagaimana siswanya berubah menjadi lebih baik dengan terus berupaya mencari kebenaran.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar