Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Karakteristik Wirausaha dalam Perusahaan / Organisasi

Karakteristik dalam wirusaha dapat tergambar dari pengendalian atas dimensi internal dan eksternal (locus of control). Penagaruh dari internal dan ekternal mempengaruhi bagaimana pengelolaan dalam usaha. Berikut ini yang merupakan aspek dari eksternal:
a.       Kekuatan lingkungan luar usaha yang sangat dominan.
b.      Adanya faktor keberuntungan sebagai keberhasilan usaha.
c.       Adanya pengaruh didalam keluarga yang mendorong terwujudnya keberhasilan usaha.
Adapun aspek internal bersumber dari berbagai hal sebagai berikut:
a.       Setiap individu harus berkeyakinan terhadap setiap keputusan yang diambil.
b.      Adanya rasa kemauan yang tinggi untuk mencoba hal yang baru, walaupun harus menghadapi resiko yang dikwatirkan.
c.       Kepuasan terhadap keberhasilan pekerjaan.
d.      Mensegerakan untuk berupaya mendapatkan apa yang diinginkan.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri seorang wirausaha yang tangguh adalah:
a.       Mempunyai semangat dan kemauan yang tinggi dalam mengatasi setiap tantangan/kesulitan.
b.      Mempunyai kemampuan dalam menganalisis kesempatan-kesempatan yang ada sebagai peluang yang bisa diambil dalam berwirausaha.
c.       Memberanikan diri dalam mengambil suatu resiko usaha untuk mengejar misi dalam usaha.
d.      Mempunyai daya kreasi dan imajinasi yang tinggi di dalam memajukan bidang usaha yang sedang digeluti.
e.       Mempunyai pandanga yang tajam, sistematis, dan metodologis di dalam memajukan usahanya.
f.       Memliki tekad yang kuat dalam menjalankan usaha guna mencapai tujuan.
g.      Berinovasi dalam usaha secara tepat, efektif, dan efesien.
h.      Menghindari sifat konsumtif dan berupaya terus menggunakan keuntungan untuk pengembangan usaha yang dijalani.

Pada dasarnya, kewirausahaan merupakan sifat, ciri, watak yang dimiliki seseorang dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam usaha bisnis secara kreatif. Inilah indicator dan sifat kewirausahaan:
a.       Motif prestasi yang tinggi
b.      Selalu prespektif
c.       Mempunyai kreativitas yang tinggi
d.      Mempunyai prilaku inovasi yang tinggi
e.       Mempunyai komitmen dalam menekuni suatu pekerjaan
f.       Mempunyai etos kerja dan tanggung jawab
g.      Mempunyai sikap kemandirian
h.      Berani dalam menghadapi resiko dengan segala kemungkinan yang ada
i.        Selalu berusaha untuk mencari peluang
j.        Mempunyai jiwa kepemimpinan (leadership)
k.      Mempunyai kemampuan manajerial
l.        Mempunyai keterampilan interpersonal

Menurut Zimmerer, karakteristik wirausaha yang sukses, meliputi:
1.      Komitment terhadap tugas yang tinggi
2.      Bertanggung jawab
3.      Mempertahankan minat kewirausahaan di dalam diri
4.      Peluang mencari, menemukan, dan mencapai obsesi
5.      Legowo terhadap resiko dan ketidakpastian
6.      Percaya diri
7.      Kreatif, tapi fleksibel
8.      Mempunyai motivasi untuk lebih unggul dari usaha yang sejenis
9.      Orientasinya pada masa depan
10.  Mengambil pelajaran dari setiap kegagalan yang dialami
11.  Memiliki jiwa seorang pemimpin.

Berdasarkan pendapat tentang karakteristik wirausaha, maka dapat disimpulkan untuk menjadi wirausahawan yang sukses tercermin dari karakteristik yang dimilikinya, yaitu sebagai berikut:
a.       Komitmen dan bertanggung jawab pada pekerjaan
b.      Kemandirian
c.       Selalu mencari peluang
d.      Memiliki jiwa leadership
e.       Mempunyai keterampilan personal
Wirausaha yang memilki pengalaman mempunyai ciri-ciri dalam keterampilan personal, yaitu sebagai berikut:
1.      Percaya diri dan memilki sikap mandiri yang tinggi dalam mencari penghasilan dan keuntungan dengan usaha yang dijalankannya.
2.      Kemampuan mencari dan menangkap peluang yang menguntungkan dan memanfaat segala peluang yang ada.
3.      Bekerja keras dan tekun agar menghasilkan barang atau jasa yang terbaik.
4.      Mampu berkomunikasi, offering, dan mampun menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.
5.      Mencintai bidang usaha yang digeluti secara lugas dan tangguh, tapi cukup luwes dalam melindunginya.
6.      Menjalankan usaha dengan perencanaan, kejujuran, hemat dan disiplin
7.      Terus mengembangkan potensi yang dimilki diri, sehingga kapasitas dan resiko yang dihadapi oleh perusahaan semakin kecil.
8.      Berusaha untuk mengenal lingkungan dan mengendalikannya.
f.       Berani menghadapi resiko
Kemampuan seseorang memilih dan menambil resiko ditentukan oleh:
1.      Kepercayaan diri yang dimiliki
2.      Bersedia secara optimal dalam menggunakan kemapuan mencari peluang dan kemungkinan memperoleh keuntungan.
3.      Memiliki analisis yang tajam terhadap segala peluang yang ada, namun juga realistis.
g.      Memilki kemampuan manajerial
Salah satu jiwa yang harus dimiliki wirausaha adalah kemampuan dalam mengelola usaha yang sedang berjalan. Wirausaha harus mampu merencanakan, mengorganisasikan, memvisualisasikan, mengelola sumber daya, mengontrol, maupun kemampuan mengintergrasikan operasi perusahaannya yang kesemuanya merupakan kemampuan manajerial yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha.

Agar terwujudnya wawasan kewirausahaan, salah satu kuncinya yaitu membangun usaha yang dinamis dan fleksibel, manajer bervisi ke depan, serta lingkungan kerja yang kondusif.

a.       Organisasi perusahaan yang dinamis dan fleksibel
Berikut ini merupakan unsure-unsur bagi perusahaan atau organisasi agar sukses dan bertahan lama, yaitu:
1.      Kesucian dan kesehatan
2.      Kebaikan dan kemurahan
3.      Cinta dan suka cita
4.      Keunggulan dan kesempurnaan
b.      Peran manajer yang menentukan
Seorang manajer harus memiliki visi yang realistis tapi berorientasi ke pada masa depan, sehingga kinerja perusahaan menjadi maksimal. Setidaknya ada 8 kompetensi manajer yang bervisi ke depan:
1.      Kemampuan strategi
2.      Kemampuan sintesis
3.      Kemampuan organisasi
4.      Kemampuan komunikasi
5.      Kemampuan negosiasi
6.      Kemampuan presentasi
7.      Dinamika
8.      Ketangguhan
c.       Penciptaan lingkungan kerja yang kondusif
Ada 10 persyaratan yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan lingkungan kerja, yaitu sebagai berikut:
1.      Gaji yang sesuai dengan pekerjaan yang dilaksanakan
2.      Kondisi kerja yang aman dan sehat
3.      Kesempatan untuk mengembangkan potensi dan menggunakan keterampilan yang baru
4.      Kesempatan yang terbuka dalam memajukan karir
5.      Integrasi social dalam organisasi
6.      Perlindungan terhadap hak-hak kerja individu
7.      Keseimbangan antara tuntutan kerja dan kesempatan kerja
8.      Rasa bangga terhadap kerja itu sendiri dan terhadap organisasi
9.      Menyelaraskan budaya kerja dengan budaya yang ada dilingkungan
10.  Tidak mengabaikan keyakinan yang dianut oleh setiap individu terhadap jam kerja yang diberikan

Sumber referensi : buku kewirausahaan kls X SMK – Atty Srie Sulastri