Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kontroversi Rumus Persamaan Akuntansi

Ketika saya belajar akuntansi mulai SMA sampai di jenjang S1, Rumus dari persamaan akuntansinya; Aset = Liabilitas + Ekuitas / Aktiva = Hutang + Modal. Rumus tersebut sangat umum dan mungkin sudah baku dikalangan akademisi di jurusan akuntansi. Rumus tersebut merupakan landasan dari semua akun-akun didalam akuntansi. Transaksi apapun yang terjadi tidak akan keluar dari persamaan akuntansi tersebut.

Akan tetapi, bagaimana jika ada transaksi yang tidak dapat dimasukan kedalam Aset/Aktiva?. Aktiva merupakan sumber daya yang dimiliki oleh quantity yang ada yang digunakan untuk aktivitas perusahaan. Nah… pengertian itu jelas dikatakan yang dimiliki dan bisa digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Namun, bagaimana jika harta tersebut bukan dimiliki oleh perusahaan, tetapi dapat dipakai oleh perusahaan dalam kegiatan operasionalnya?

Inilah yang melatarbelakangi adanya perubahan rumus baru pada persamaan akuntansi yang dituturkan oleh Prof. Fachruddin. Ia memberikan kasus pada perusahaan yang berada di Belawan – Sumut. Ada sebuah perusahaan yang menjual perusahaannya karena mengalami kebangkrutan. Dilokasi tersebut yang agak jauh ada sebuah sumur. Dalam penjualan semua asset yang ada, terkecuali sumur tersebut saja yang tidak dijual. Berarti sumur tersebut bukan milik dari perusahaan pembeli, masih dimiliki oleh perusahaan penjual. Tapi, dari perusahaan penjual mengatakan kepada perusahaan pembeli dapat memakai air yang ada pada sumur tersebut kapanpun diinginkan.

So… bisa disimpulkan sumur bukanlah milik dari perusahaan yang baru, akan tetapi memiliki nilai manfaat bagi perusahaan tersebut. Bila anda menemukan kasus tersebut dimanakah letak akunnya dan apa nama akunnya? Inilah yang disampaikan oleh Prof. Fachruddin dan ia pun memberikan rumus terbaru dari persamaan akuntansi untuk menambahkan Others pada kasus yang ia temui itu. Rumusnya menjadi ‘Aset + Others = Liabilitas + Ekuitas + Others.

Para sahabat tentu sudah tahu apakah others itu dan bisa untuk memperdalamnya sekarang. Namun, jika masih aneh dengan rumus yang baru ini, maka perlu kajian terhadapnya. Sehingga para pembaca, apalagi yang berada dibidang akuntansi merasa tidak disesatkan. Semoga bermanfaat sebagai cakrawala pemikiran kita untuk terus terupdate dan terupgrade.