Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengkaburan Fungsi Warna Lalu Lintas

Hai… sahabat bacanulis.com, semoga Anda dalam keadaan yang tidak kurang dari satu apapun. Kali ini akan disinggung berkaitan dengan lampu jalan lalu lintas yang berwarna merah, kuning, dan hijau. Merah berarti kita harus berhenti, kuning merupakan warna aba-aba untuk bersiap-siap melaju, dan hijau untuk kita wajib melaju, jika tidak kendaran yang dibelakang kita akan bertabrakan dengan kita. Dalam warna tersebut memiliki fungsi masing-masing, namun apakah fungsi warna tersebut tepat?
Pandangan awal muncul dari perasaan yang tidak enak melihat warna dengan mata. Sahabat pernah merasa bahwa warna mempengaruhi emosional seseorang. Misalnya saya, ketika melihat warna hijau, perasaan saya akan lebih damai, sejuk, dan tenang dibandingkan dengan ketika saya melihat warna merah. Begitu juga ketika melihat warna merah memiliki perasaan yang berbeda ketika melihat warna hijau.
Perasaan ini yang akan dikaitkan dengan warna lampu lalu lintas. Pertanyaan saya mengapa warna tersebut tidak dikaitkan dengan emosional kita. Pada saat berhenti di panasnya terik matahari, kemudian harus melihat warna merah. Apakah perasaan kita tidak gerah? Sering sekali pada saat sudah panas, disitu pula harus berhenti dan melihat warna merah yang malah membuat perasaan saya ingin melaju dan otak saya merasa mendidih.
Seandainya, warna hijau pada lampu lalu lintas menandakan kita harus berhenti maka itu akan lebih menenangkan perasaan kita. Walau pengaruhnya bisa besar ataupun sedikit, setidaknya ini akan lebih baik jika warna merah yang menandakan kita harus berhenti.
Dalam islam, filosofi dari warna merah adalah berani. Jika dikaitkan dengan lalu lintas, seharusnya warna merah ini tanda untuk maju, bergerak, seperti seseorang yang memiliki keberanian didalam jiwanya. Sedangkan warna hijau adalah kedamaian, ketenangan, kesejukan, bahkan juga merupakan warna kematian yang berarti melepaskan jiwa menuju pada kedamaian hakiki, wajar saja pada saat seseorang meninggal kita bisa melihat warna hijau disana. Sedangkan warna kuning dalam hal ini tidak disinggung dan tidak mejadi masalah sebagai aba-aba siaga, sebab pengaruh kedalam perasaan tidak bertentangan dan juga menurut filosofi warna dalam Islam.
Ini yang dimaksud dalam pengkaburan warna. Seharusnya dilalu lintas disesuiakan dengan warna emosional dan juga filosofi warna Islam. Inilah dia, bahwa Islampun punya warna yang bisa menyentuh emosional atau menyatu dengan jiwa karena kesesuaiannya dengan fitrah manusia itu sendiri.
Semoga dapat mejadi wacana dan warna dalam pemikiran kita untuk para sahabat, semoga dapat diluruskan tulisan yang masih dirasa acak-acakan ini. Terima Kasih

Penulis

Hadinata Siddiq