Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Periodesasi Perkembangan Sosiologi

Periodesasi perkembangan ilmu sosiologi dapat dikemukakan sebagai berikut :
1.      Periode pre sosiologi
2.      Periode peralihan ilmu sosiologi abad 18
3.      Periode kelahiran ilmu sosiologi abad 19
4.      Periode perkembangan ilmu sosiologi

1. Periode Pre Sosiologi

Sebelum sosiologi muncul sebagai ilmu, pengetahuan ini dikenal sebagai pengetahuan yang mengkaji masyarakat sebagai objek kajiannya. Secara lambat laun pemikiran terhadap masyarakat mencapai pada suatu bentuk ilmu yaitu ilmu pengetahuan yang dinamakan “Sosiologi”. Banyak usaha yang telah dilakukan, baik yang bersifat ilmiah maupun non ilmiah yang membentuk sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri. Beberapa faktor yang menjadi pendorong utama adalah meningkatnya perhatian terhadap kerjahteraan masyarakat dan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Aristoteles dalam bukunya “REPLUBICA” dan Plato dalam bukunya “POLITEIA” menguraikan hal-hal yang berhubungan dengan masyarakat dan negara, akan tetapi tinjauan mereka belum sedalam dan sekhusus peninjauan para ahli zaman sekarang. Ilmu politik dapat dikatakan sebagai pangkal untama perkembangan ilmu sosiologi. Teori-teori kemasyarakatan yang diajukan oleh ahli-ahli politik antara lain :

a.       Thomas Hobbes (1588-1679)
Dalam bukunya “LEVIATHAN” menerangkan manusia itu dalam ketakutan yang menyebutkan dengan istilah “Homo Homini Lupus” yang artinya “manusia merupakan serigala terhadap manusia lain”, sehingga perlu dibuat kebijakan berupa perjanjian-perjanjian diantara anggota masyarakat una membentuk masyarakat yang tentram, damai tanpa ada kekejaman manusia sebagai sesama anggota.
b.      Jhon Locke (1632-1704)
Dalam bukunya “On Civil Goverment” menyatakan “pada kodratnya manusia itu dilahirkan disertakan hak-haknya yang penuh”. Dan manusia itu dilahirkan dalam keadaan putih bersih seperti kapas.
c.       Jean Jacques Rousseau (1712-1778)
Dalam bukunya “Du Contract Social” menjelaskan bahwa sebenarnya manusia itu dilahirkan merdeka dan berhak untuk melaksanakan kemerdekaannya di dalam batas yang telah ditentukan secara kodrat.

Dari berbagai pendapat ahli politik itu dapat dipahami bahwa masyarakat terdiri dari manusia yang diatur oleh adanya hak masing-masing sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat yang diatur oleh perjanjian yang mengtur hak-hak mereka.

2. Periode Peralihan Abad 19

Periode ini disebut demikian karena pada abad ini terjadi proses timbul tenggelamnya sosiologi. Masyarakat pada saat ini mengalami perubahan-perubahan yang cepat sekali yang berbeda dengan masyarakat sebelumnya., terutama dalam bidang teknis-ekonomis yang menimbulkan beberapa “isme-isme” Raymond W. Murry dalam bukunya “Introductory Sociology” menyatakan isme-isme tersebut adalah “

a.       Industrialisme, timbul di Inggris pada abad ke 18 dan sejalan dengan timbulnya paham-paham kapitalis modern.
b.      Positivisme, dianjurkan oleh Aguste Comte seorang bangsa Perancis. Cara berpikir ini membataskan pengetahuan kepada ilmu pasti dan ilmu-ilmu yang dapat dijangkau oleh indera-indera.
c.       Darwinisme, dipelopori oleh Darwin, sarjana Inggris pencipta aliran evolusi. Pendapatnya bahwa sesuatu yang hidup tidak pernah diam pada suatu titik tertentu, melainkan cenderung untuk berkembang mencapai kemajuan.

3. Periode Kelahiran “Ilmu Sosiologi”

Sosiologi adalah bagian dari Ilmu Sosiologi (Social Science) dengan fokus kajiannya adalah masyarakat. Masing-masing ilmu memandang atau mempunyai sudut pandangan sendiri-sendiri. Dalam abad ke 19, seorang ahli filsafat bangsa Perancis bernama Aguste Comte, telah menulis beberapa buku yang berisikan pendekatan-pendekatan umum untuk mempelajari masyarakat. Dia berpendapat bahwa ilmu pengetahuan mempunyai urutan-urutan tertentu berdasarkan logika dan bahwa setiap penelitian dilakukan melalui tahap-tahap tertentu untuk kemudian mencapai tahap-tahap terakhit yaitu tahap ilmiah. Nama yang diberikannya tetkala itu, pada ilmu yang baru tadi adalah “Sosiologi” pada tahun 1839 yang bersal dari bahasa latin”Socius” yang berarti kawan dan dari kata Yunani “Logos” yang berarti “Kata” atau berbicara. Jadi secara sederhana Sosiologi berarti “berbicara mengenai masyarakat”. Bagi Comte, Sosiologi merupakan pengetahuan tentang kemasyarakatan yang berkembang secara bertahap dari bentuk yang sederhana atau kecil kepada hal yang lebih luas dan rumit. Selanjutnya omte berpendapat bahwa sosiologi harus dibentuk berdasarkan pengamatan dan tidak pada spekulasi atau andaian-andaian tentang keadaan masyarakat. Hasil obesrvasi tersebut harus disusun secara sistematis dan metodologis. Namun sayang Comte tidak menjelaskan bagaimana cara menilai hasil-hasil pengamatan kemasyarakatan tersebut. Lahirnya sosiologi tercatat pada tahun 1842 tatkala Comte menerbitkan jilid terakhir dari bukunya yang berjudul “Positive Philosophy”

4. Periode Perkembangan Ilmu Sosiologi

Sejak Herbert Spencer mengembangkan suatu sistematika penelitian masyarakat dalam bukunya yang berjudul “Principles of Sociology” setengah abad kemudian, maka istilah sosiologi menjadi lebih populer. Berkat jasanya sosiologi berkembang dengan pesat di sekitar abad ke 20 terutama di Perancis, Jerman dan Amerika Serikat walaupun arah perkembangan itu berbeda satu dengan lainnya. Di Amerika dan Inggris Ilmu Sosiologi berkembang dengan pesatnya beserta metode-metode baru penyelidikannya sehingga timbul “Urban Sociology”, “Rural Sociology”, “Industrial Sociology”. Di Inggris sosiologi mengalami kemajuan-kemajuan dan telah menyediakan modal yang besar guna menyelidiki masyarakat dan telah disusun metode-metode baru dalam penyelidikan tersebut.


Tim Dosen MKDDS