Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sombong VS Pendiam

Di masyarakat tentu banyak tipe manusia dalam berbagai sifatnya. Kebaikan-kebaikan yang ada ditemukan merupakan pemberian nilai dari setiap hati nurani masing-masing individu, kebenaran menurut kelompok, dan islam yang hadir langsung menunjuki jalan kebaikan atau kebenaran ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Untuk dapat melihat baik tidaknya seseorang bisa dilakukan dengan cara membandingkan akhlak dengan pedoman yang ada dalam islam (alqur’an). Jika menurut islam baik maka seseorang itu tentunya memiliki sifat yang baik dan sebaliknya.

Fakta uniknya adalah banyak sifat yang tidak disukai, akan tetapi itu merupakan sesuatu yang baik menurut islam. Begitu juga sebaliknya, dikira itu baik oleh manusia, ternyata merupakan perbuatan yang tidak baik. Seperti hal yang akan kita bahas berikut ini….

Yang pertama sifat yang ada pada manuia ialah sombong. Kalau sifat yang satu ini, setiap orang tahu bahwa hal tersebut buruk dan islampun tidak memperbolehkan. Namun, karena sifat sombong pada manusia sudah menjadi bawaan sejak lahir, walau tingkat kesombongan tergantung pada manusianya untuk bisa mengendalikannya. Tapi, tahukah kita, kesombongan itu terkadang tidak tampak dengan jelas. Karena kedermawan saja mungkin didasari oleh sifat sombongnya untuk menunjukkan inilah diri saya yang bisa membantu orang lain, sedang yang lainnya mungkin tidak bisa melakukan seperti yang saya lakukan. Sehingga, kita juga bisa terkalbuhi oleh sifat sombong dan tentu mengabaikannya, serta hanya melihat dermawannya walau dasarnya karena kesombongan.

Kesombongan ini juga akan tampak jelas sekali, apabila pelakunya menggunakan kata-kata yang menunjukkan kehebatan dirinya di hadapan orang lain. Saya bisa begini, begitu, namun kamu!!!
Inilah sombong yang benar-benar akan merusak kebaikannya sendiri dihadapan manusia maupun dihadapan Allah SWT.

Jika dikaitkan dengan sifat yang kedua yaitu pendiam, seseorang yang memiliki sifat ini juga sering terkesan sombong. Biasanya orang yang pendiam lebih berkata-kata hal-hal yang penting saja dan tidak banyak bicara. Jadi, bisa juga terkesan tidak pandai bergaul. Tapi tahukah kita, bahwa islam menganjurkan umatnya khusunya laki-laki untuk jadi orang pendiam dalam tanda kutip, artinya dalam kondisi tertentu memang harus menjaga kata-kata dan juga pada saat waktu tertentu yang tidak dibenarkan untuk berkata-kata.

Rasulullah saw, bersabda:
“Sesungguhnya kebanyakan dosa anak adam berada pada lidahnya. (HR. Thabrani, Ibnu Abu Dunya, Al-Baihaqi)”.

“Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang ibadah yang paling mudah dan paling ringan bagi badan? Diam dan akhlak yang baik. (HR. Ibnu Abu Dunya)”.

Dari beberapa pernyataan nabi diatas, sesungguhnya sifat pendiam sangat baik untuk menjaga amalan yang kita perbuat. Sangat sia-sia jika amalan yang sudah terkumpul, terhapus sedikit demi sedikit karena berkata-kata tidak baik atau sifatnya orang sombong.

Kesimpulan dari kedua sifat diatas adalah bahwa orang sombong itu yang banyak kata-katanya dan orang pendiam yaitu yang sedikit bicaranya. Berkata disini dimaksudkan dalam perkataan yang sia-sia dan berlebih-lebihan.