Skip to main content

Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan

Apakah sosiologi merupakan suatu ilmu pengetahuan ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu terlebih dahulu merumuskan apakah yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan (science). Yamg dimaksud dengan ilmu pengetahuan adalah pengetahuan (knowledge) yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, pengetahuan yang selalu dapat diperiksa dan ditelaah (dikontrol) dengan kritis oleh setiap orang lain yang ingin mengetahuinya.

Rumusan tersebut diatas mencakup beberapa unsur poko, yaitu :

1.      Pengetahuan (knowledge)
2.      Tersusun secara sistematis
3.      Menggunakan pemikiran
4.      Dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain

Yang dimaksud dengan pengetahuan adalah kesan di dalam pemikiran manusia sebagai hasil penggunaan panca inderanya, pengetahuan yang bertujuan untuk mendapatkan kepastian serta menghilangkan prasangka sebagai akibat ketidakpastian tersebut, hasil penggunaan panca indra yang berbeda sekali dengan kepercayaan (beliefs), takhayul (supertitions), dan penjelasan yang keliru. Pengetahuan berbeda dengan buah pikiran (idea),. Oleh karena itu, tidak semua buah pikiran adalah pengetahuan. Tidak semua pengetahuan merupakan suatu ilmu pengetahuan.

Sistem di dalam ilmu pengetahuan harus bersifat dinamis, artinya sistem tersebut harus menggunakan cara-cara yang selalu disesuaikan dengan taraf perkembangan ilmu pengetahuan pada suatu saat.

Yang dimaksud dengan pemikiran adalah pemikiran dengan menggunakan otak. Karena dengan adanya otak kita dapat menerima segala sesuatu dengan terlebih dahulu memikirkannya. Mana yang baik dan mana yang buruk terlebih dahulu dicerna oleh otak. Dengan demikian otak dipergunakan untuk menyusun pengetahuan-pengetahuan, pengalaman-pengalaman. Pengetahuan dan pengalaman tadi terlebih dahulu dipikirkan oleh otak, kemudian dari pemikiran tersebut lahirlah baik itu berupa ilmu pengetahuan atau buah pikiran (idea)

Dapat dikontrol maksudnya adalah bahwa pengetahuan itu harus terbuka dan tidak ada yang bersifat rahasia, semuanya harus diketahui umum.

Menurut Ralph Ross, cs di dalam bukunya “The Fabric of Society” mengetengahkan 4 (empat) ciri-ciri poko yang terdapat pada setiap ilmu pengetahuan, yaitu :
1.      bersifat Rasionil
2.      bersifat Empiris
3.      bersifat Umum
4.      bersifat Akumulatif

Adapun yang dimaksud dengan bersifat Rasionil ialah berarti suatu aktifitas berpikir yang didasarkan pada kenyataan yang logis atau menurut logika. Empiris berarti konklusi-konklusi berpikir harus berdasarkan pengamatan dan verifikasi dari panca indra manusia. Sifat umum berarti bahwa suatu ilmu pengetahuan tidak bersifat individual, bersifat terbuka, dan dapat dipergunakan oleh siapa saja yang terjun di bidang penelitianilmiah. Sedangkan yang dimaksud dengan akumulatif berarti bahwa ilmu pengetahuan yang sekarang adalah hasil daari masa lampau dan akan ditambah serta disempurnakan oleh penemuan-penemuan dimasa mendatang.

Dari uraian diatas, jelaslah bahwa sosiologi dapat digolongkan sebagai ilmu pengetahuan karena dapat dibuktikan bahwa ia telah memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan. Harry M. Johnson (dikutip dari Soejono Soekanto, 1982) memperincikan ciri-ciri utama sosiologi sebagai berikut :
a.       Sosiologi bersifat empiris yang berati bahwa ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.
b.      Sosiologi bersifat teoritis, yaitu ilmu pengetahuan tersebut selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. Abstraksi tersebut merupakan kerangka daripada unsur-unsur yang tersusun secar logis serta bertujuan untuk menjelaskan hubungan-hubungan sebab akibat, sehingga menjadi teori.
c.       Sosiologi bersifat kumulatif yang berarti bahwa teori-teori sosiologi dibentukl atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperluas serta memperhalus teori-teori yang lama.

d.      Bersifat non-etis, yakni yang mempersoalkan bukanlah baik buruknya fakta tersebut secara analitis.

Pengertian Sosiologi

Secara etimologi, Sosiologi berasal dari bahasa latin yaitu “socius” yang berarti kawan, teman, masyarakat dan “logos” yang berarti pikiran atau ilmu pengetahuan. Jadi, Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan antara teman dengan teman di dalam masayarakat. Sosiologi dalam bahasa Belanda adalah “sociologi” dan dari bahasa inggris “sociology”. Oleh sementara ahli “socius” diartikan sebagai pergaulan hidup. Jadi dari batasan itu, Sosiologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan tentang pergaulan hidup manusia yaitu hubungan antara seseorang dengan seseorang, hubungan golongan dengan golongan.

Untuk lebih mengenal pengertian sosiologi, ada baiknya diuraikan beberapa definisi sosiologi yang diuraikan oleh beberapa ahli yang cukup dikenal. Sebagaimana ilmu-ilmu pengetahuan sosial lainnya banyak sekali definisi-definisi yang dikemukakan oleh para ahli sosiologi, dimana satu dengan lainnya saling berbeda, tapi nampaknya juga ada persamaan-persamaan di dalam penguraiannya.

Sebagai pegangan berikut ini adalah definisi sosiologi yang diuraikan ahli sosiologi yang dikutip dari beberapa buku sosiologi yang menjadi literatur wajib di PTN maupun PTS.

a.      Prof. Mahadi, S.H
Sosiologi adalah ilmu yang memepelajari hubungan antara socius dengan socius atau teman dengan teman.
Teman dalam perumusan ini berbeda dengan pengertian teman dalam percakapan sehari-hari. Pengertian teman disini lebih luas, yaitu termasuk dalam arti ini adalah teman dalam pengertian lawan.
Misalnya : lawan kita bermain bola termasuk teman dalam rumusan ini, musuh dalam peperangan juga termasuk dalam pengertian teman.
b.      Prof. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi
Sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan sosial.
c.       Roucek dan Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
d.      William F. Ogburn dan Mayer F. Nimhall
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial.
e.       Pitirim Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari :
1.      hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial dan moral, gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, gerak masyarakat dengan politik, dan lain sebagainya.
2.      hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala-gejala non sosial, misal : geografis, biologi, dan sebagainya.

Ciri-Ciri Pokok Sosiologi

Apabila sosilogi ditelaah dari sudut sifat hakekatnya, maka akan ditemui beberapa petunjuk yang akan dapat membantu untuk menetapkan ilmu pengetahuan macam apakah sosiologi itu

Robert Bierstedt mengemukakan beberapa ciri-ciri pokok dari sosiologi yaitu :

1.      Dari sudut isinya sosiologi adalah suatu ilmu pengetahuan kemasyarakatan dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam atau pun ilmu pengetahuan kerohanian.
2.      Sosiologi adalah suatu disiplin yang kategoris, bukan merupakan disiplin yang normatif. Sebagai suatu disiplin yang kategoris, sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi dewasa ini dan bukan mengenai apa yang kan terjadi atau seharusnya terjadi. Sebagai suatu ilmu pengetahuan, sosiologi membatasi diri terhadap persoalan penilaian, artinya sosiologi tidak menetapkan ke arah mana sesuatu seharusnya berkembang dalam arti memberikan petunjuk-petunjuk yang menyangkut kebijaksanaan kemasyarakatan.
3.      Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang murni (pure science)
a.    Pure Science, adalah ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak hanya untuk mempertinggi mutunya, tanpa menggunakannya dalam masyarakat.
b.    Appliend Science, adalah ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk mempergunakan dan menerapkan ilmu pengetahuan tersebut dalam masyarakat dengan maksud mambantu kehidupan masyarakat.
4.      Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang bastrak dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang konkrit, artinya bahwa yang diperhatikannya adalah bentuk dan pola-pola, peristiwa-peristiwa, dalam masyarakat, tetapi bukan wujudnya yang konkrit.
5.      Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip-prinsip atau hukum-hukum daripada interaksi antar manusia dan juga perihal sifat hakekat, bentuk, isi dan struktur dari masyarakat manusia.
6.      Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang Empiris dan Rational.
7.      Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya, sosiologi mempelajari gejala yang umum yang ada pada setiap interaksi antar manusia.

Tim Dosen MKDDS
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar