Skip to main content

Temukan Jati Diri Lewat Berorganisasi

Sejak kita dalam kandungan orang tua, lahir kedunia, masuk sekolah TK, SD, SMP, SMU terus sekarang kuliah, sudahkah kita mengenal siapa kita sebenarnya, mau jadi apa kita, apa tujuan hidup kita atau… kita hanya sekedar mengikuti perputaran waktu, lahir, anak-anak, remaja, dewasa, nikah…. Punya anak… terus tua dan akhirnya menunggu giliran mati. Ya… kalau memang begitu, kenapa kita harus repot-repot sekolah, kuliah, cari kerja de el el, lebih baik senang-senang aja, cari hiburan sepuas-puasnya… pokonya enjoy aja. Ketidaktahuan atau ketidakjelasan tentang jadi diri sepertinya tidak pernah lepas dari kkehidupan kita selaku generasi muda.

Berbagai berita dan kabar sering sekali menunjukkan kepada kita bahwa generasi muda masih banyak yang bingung tentang jati dirinya. Perkelahian, narkoba, minum-minuman keras, hingga banyak kecelakaan diluar nikah… plus aborsi. Kesemuanya itu menunjukkan betapa generasi muda saat ini tidak mengerti tentang jati diri mereka, Sesungguhnya mereka itu siapa, tujuan hidupnya apa? Bagaimana cara meraih dan mencapai tujuan tersebut, mereka tak pernah tahu…!!!
           
Ketika kita berbicara tentang jati diri, maka itu berarti kita harus membahas tentang diri kita sendiri dan kehidupan yang kita jalani. Menjalani kehidupan ini ibarat sedang melakukan sebuah perjalanan. Seseorang yang akan berpergian haruslah tergambar dalam fikirannya terlebih dahulu kenapa harus pergi, untuk apa, hendak kemana, dan bagaimana caranya supaya dapat sampai ketujuan, harus lewat mana, naik apa, dan berangkat darimana. Begitu pula dengan kita, selama kita belum merumuskan hal-hal tersebut diatas maka jangan harap kita dapat sukse dalam perjalanan kita. Bisa jadi kita juga capek-capek menghabiskan waktu, tenaga, uang dan fikiran. Ternyata kitanya tak sampai-sampai juga. Dan hanya berputar-putar disitu saja tanpa ada arah yang jelas sampai akhirnya kita bosan dan lelah dengan perjalanan tersebut. Begitu pulalah gambarannya orang menjalani hidup ini. Kalau kita belum juga mengerti siapi sih sebenarnya diri kita, apa tujuan hidup kita, untuk apa kita hidup dan tak tahu bagaimana caranya supaya sampai ketujuan hidup kita, maka akan tampil sebagai orang-orang yang bingung dan selalu dalam keraguan. Kesana kemari tak jelas mau kemana. Hidupnya santai-santai aja dan muda terbawa arus orang-orang disekitarnya. Kalau orang disekitarnya mabukmabukkan, maka dia ikut mabuk-mabukkan, kalau orang disekitarnya triping, maka ia ikut triping, yang lain naik gunung, ikut naim gunung, yang lain nyabu, ikut nyabu, yang lain pada demo, ikut-ikutan deh dia demo, semua dilakukannya tanpa tahu untuk apa dan kenapa dia melakukan itu. Begitu seterusnya….sehingga jadilah dia sebagai orang yang hidup tanpa landasan yang pasti.

            Berjuang Lewat Organisasi

Menjadikan diri kita menjadi bagian dari orang lain bukanlah persoalan yang mudah, apalagi menjadikan diri kita menjadi contoh buat orang disekeliling kita. Namun demikian, sebagai seorang muslim yang ingin berjuang dijalan dakwah, semua halangan dan rintangan yang harus ditempuh dan dihadapi.

Memperjuangkan dan menegakkan agama Allah ini tidak akan pernah terwujud ketika kita berjuang sendiri-sendiri. Bukankah kita tahu bahwa kejahatan yang terorganisir dengan baik akan dapat mengalahkan kebenaran yang tidak terorganisisr. Oleh karena itu, kita harus punya barisan-barisan dan kesatuan-kesatuan yang kokoh. Sehingga kita punya kekuatan yang kuat dalam memperjuangkan dan menegakkan agama Allah dipermukaan bumi ini. Gerakan jamaah sudah meruapakan kewajiban setiap pribadi muslim karena itu sudah menjadi kodrat yang harus diembannya. Allah sudah mengingatkan kepada kita dalam Al Qur’an surat Ali Imran 104 dan 110 serta surat Ash-Shaf ayat 4 sebagai berikut:

Terjemahannya:

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan ummat yang menyeruh kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung”. (QS 3 : 104)

“Kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”. (QS 3 : 104)

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang dijalanNya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”. (QS 61 : 4)

Oleh karena itu disisa nafas kita ini, kita harus memiliki satu tekad bahwa kita harus menjadikan diri kita bagian dari barisan-barisan dan kesatuan-kesatuan jamaah yang kokoh. Sehingga kita bisa menunjukkan bahwa diri kita sedikit berguna untuk perjuangan agama Allah ini. Dengan berjamaah (berorganisasi), kita dapat mengabdikan diri sedikit berguna untuk orang lain, kita dapat membina intelektual, emosional, dan spiritual kita, kita dapat lebih mendekatkan diri kita kepada Allah, sehingga kita dapat paham dan sadar akan jati diri yang sesungguhnya. Bahwa hidup ini adalah perjuangan yang semata-mata hanya mengharapkan keridhaan Allah SWT dan jembatan kita menuju kehidupan yang abadi yaitu akhirat. Satu hal yang harus kita ingat…dalam memilih jamaah (organisasi), pilihnya jamaah yang benar-benar memperjuangkan Islam, yang memiliki komitmen yang jelas terhadap perjuangan Islam, yang dapat membina kita menjadi orang yang berguna untuk diri kita, keluarga, agama, bangsa dan Negara.

Bangkit…!dan Kobarkan Semangat Jihad…Mu…

Sesungguhnya kehidupan yang model bagaimana yang ingin kita lakoni, semuanya terserah kepada pilihan kita. Kita mau jadi orang yang bingung, linglung, ragu, bimbang, dan tak punya tujuan, semuanya itu kembali kepada kita. Atau kita mau jadi generasi muda yang kuat, generasi terbaik, generasi yang siap berjuang, semuanya juga kembali kepada pilihan kita. Ditangan kita sendirilah masa depan kita, kita mau jadi apa semua ada ditangan kita. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri”.
(QS Ar Ra’du : 11)

Pilihan tinggal pada diri kita sendiri, apakah kita ingin mengubah keadaan sesuai yang telah dijanjikan Allah kepada kita. Kalau iya…maka tunggu apa lagi?Segera bina dirimu menjadi generasi yang berkepribadian Islam, yang punya pola fikir Islam dan ola sikap Islam. Berika yang terbaik yang bisa kita lakukan untuk ummat ini. Kita harus jadi generasi yang Faqih Fid-diin (faham agama) sekaligus pemuka dalam bidang kita masing-masing. Silahkan kita jadi dokter, insinyur, ahli computer, ilmuan, guru, konglomerat, pengusaha, pedagang, atau mau jadi apa saja, tapi ingat…kita adalah seorang muslim yang berlandaskan Al Qur’an dan Sunnah, oleh karena itu kita harus selalu berusaha dalam bingkai Islam. Ayo…bangkit dan kobarkan semangatmu…!!!

Kita mesti tinggalkan gambaran pribadi-pribadi cengeng, amoral dan tidak tahan banting yang melekat pada generasi kita saat ini. Pribadi-pribadi yang disibukkan dengan diskotik, ekstasi, putauw, dan bioskop-bioskop. Atau pribadi-pribadi yang masih bingung mengatur waktu dan meninggalkan daya tarik TV. Bukan pula pribadi-pribadi yang hanya bisa bermimpi dan berangan-angan meraih kebahagiaan, pribadi yang masih bingung dengan apa yang mereka cari dimuka bumi ini, mereka yang begitu mudah meninggalkan kewajiban mengkaji Islam hanya karena ujian kuliah. Kita harus berubah kejati diri kita yang sesunguhnya dan setelah kita harus bisa menjadi Agen Of Change ditengah-tengah masyarakat kita.


Oleh: Amrizal, S.Si, M.Pd

Buletin Dakwah
POROS MERAH
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar