Skip to main content

“The Illuminati: Knight Templar History and Freemason Mystery” dari Topinfopost.com

Dengan menamakan salib, para wanita diperkosa dan dibunuh. Anak-anak disembelih dengan pedang. Darah membanjiri jalanan sepanjang musim. 20 tahun setelah Yerusalem diduduki, Qubbat Ash-Shakhrah disita oleh sekelompok Tentara Pendeta yang menamakan diri “The Knights of the Temple of Solomon” atau lebih dikenal “Knights Templar”.

Tahun 1307, King Philip V Prancis memerintahkan penangkapan Knights Templar, dengan tuduhan: Kafir terhadap Tuhan, Praktek Homoseksual, Menyembah Berhala dan Praktek Sihir. Paus Clement V mendeklarasikan Knights Templar sebagai ajaran bid’ah bagi seluruh Kekristenan, memerintahkan seluruh property milik Templar disita.

Pada Jum’at, 13 Oktober 1307 seluruh anggota templar diburu, dibunuh, dan dibakar hidup-hidup. Peristiwa horor ini dikenal sebagai “Friday The 13th”. Propaganda: film-film seperti “Da Vinci Code” menggambarkan seolah Templar dibunuh karena “tahu rahasia”, yaitu mendapat “Holy Grail” (cawan penyimpan darah Jesus ketika disalib) di Yerusalem. Padahal, realitasnya, bangsa Yahudi tidak mengenal kenabian Isa ataupun Ketuhanan Jesus, karena memang tak ada dalam budaya dan Kitab suci mereka. Mustahil bangsa Yahudi menyimpan “Holy Grail” yang tak ada di benak mereka. “Mencari Holy Grail di Yerusalem” hanyalah karangan Templar untuk menutupi tujuan yang sebenarnya. Hanya ada satu benda yang dulunya disimpan di Templar of Solomon, The Ark.

Sekte Penyembah iblis Knights Templar  akhirnya diburu dan dibunuh oleh Raja dan Pausnya sendiri. Knights Templar terpojok. Dan ketika mereka tampak akan musnah selamanya, sebuah harapan timbul di ujung yang tampak buntu. Mereka mendapat perlindungan sekaligus sekutu. Tapi bukan di Prancis, melainkan di sebuah Negara yang tengah berjuang mati-matian untuk memperoleh kemerdekaan dari Inggris, yaitu Negara Skotlandia.

Bagi sebagian orang, harapan Skotlandia untuk merdeka sirna akibat tewasnya William Wallace. Tapi, bagi Raja Skotlandia Robert The Bruce, kedatangan Knights Templar menjadi “senjata rahasia” untuknya. Pengalaman Templar berperang selama 200 tahun lebih dengan tentara Islam perkasa, membuat Templar menjadi sangat ahli di bidang pertempuran dan peperangan. Lebih hebat dari tentara manapun yang berhadapan dengan mereka.

Di tahun 1314, Knights Templar beraliansi dengan Robert The Bruce dan tentaranya pergi ke medan perang Bannockburn untuk pertempuran yang sudah lama dinantikan dengan Inggris. Perjuangan tentara di pihak Robert The Bruce berhasil. 25.000 tentara Inggris yang kuat menderita kekalahan yang memalukan dari 6.500 tentara Skotlandia. Cita-cita kemerdekaan Negara Skotlandia akhirnya tercapai. Perjuangan William Wallace, pahlawan Skotlandia, untuk memperoleh kemerdekaan akhirnya terwujud. Knights Templar, burunon di Prancis, membantu Skotlandia merdeka dari penjajahan Inggris. Ikatan emosional dan historical yang mengakar di Skotlandia, Templar kelak beralih wujud jadi sekte Freemason yang sangat kuat: The Scottish Rite.

Knights Templar bangkit dari kehancuran dan bertekad untuk tak akan pernah lagi dihancurkan. Kali ini, mereka akan mengontrol seluruh negeri, dengan mengontrol Raja-Rajanya (Beginilah cara menguasai dunia sejak 500 tahun yang lalu). Dan untuk melestarikan ajaran rahasianya, Knights Templar harus “mati”. Atau tepatnya, namanya saja yang harus mati. Keturunan Templars menjadi kekuatan nyata di Skotlandia.

Tahun 1603, wafatnya Ratu Elizabeth I meninggalkan Inggris tanpa pewaris tahta. Sesuai nilai aturan keturunan, Raja James V dari Skotlandia otomatis manjadi Raja Inggris. Maka Skotlandia dan Inggris bergabung membentuk kerajaan baru, dan kekeuatan Templars yang semula di Skotlandia menyebar dan mengakar ke seluruh Inggris Raya (Beginilah cara kelompok kecil bisa menguasai dunia). Sepanjang waktu mereka merencanakan, mengorganisasi, dan menyusup kedalam posisi-posisi kekuatan di setiap penjuru kerajaan. Mereka berhasil mengembangkan jumlah dan kekuatan, dan siap memetik identitas baru. Bebas dari reputasi buruk masa lalu,dan memberi mereka kredibilitas berupa kerajaan dan aristokrasi di Inggris. Nama baru yang mereka pilih adalah nama yang akan dikenal oleh banyak orang, tapi hanya dipahami sedikit orang. Nama baru itu adalah Freemason.   
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar