Skip to main content

Tiga Jenis Manusia

Manusia adalah komposisi antara jiwa dan raga. Kedua komposisi inilah yang membuat manusia bisa hidup di dunia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dengan segala kelebihan dan kekurangan itu pula manusia menjadi khalifah/pemimpin di bumi ini. Bukankah Allah SWT juga telah menawarkan kekhalifahan di bumi ini kepada gunung tapi gunung pun tak mampu mengembannya? Tapi manusia yang ada padanya segala kelebihan yang telah diberikan Allah SWT mampu mengemban amanah menjadi khalifah di dunia.

            Manusia bisa menjadi terhina dan terhormat. Kedua hal ini hanya satu faktor yang menyebabkannya. Itulah tingkah laku/akhlak manusia di dunia. Dia akan menjadi terhina bila yg dilakukannya itu keluar dari norma-norma yang telah ditetapkan-Nya dan terhormat bila manusia tersebut tetap dalam koridor-Nya. Dalam mengemban tugasnya sebagai khalifah/pemimpin di bumi ini, ada tiga jenis manusia yang bisa kita ambil pelajaran darinya.
Manusia tipe pertama yaitu manusia idealis. Manusia tipe ini menjalankan amanah yang diembannya sebagai sebuah tanggungjawab yang akan dipertanyakan di akhirat kelak. Bia ia menjadi seorang pemimpin, ia memiliki visi yang jelas kedepan akan organisasi/masyarakat yang dipimpinnya. Manusia jenis ini juga bekerja all out, tidak setengah-setengah. Sehingga apapun yang dikerjakannya, dengan segala daya upaya, semata-mata hanya mencari ridho-Nya dan kemaslahatan bersama.
Manusia tipe yang kedua adalah manusia pragmatis. Pragmatis dalam kamus besar Bahasa Indonesia artinya bersifat menggunakan segi kepraktisan dan kegunaan. Manusia pragmatis disini diartikan sebagai manusia yang hanya bekerja mencari sisi keuntungan saja tanpa memperhatikan dampak negatifnya terhadap sesama. Hampir sama seperti tipe yang pertama, manusia pragmatis memiliki visi yang jelas akan apapun yang dipimpinnya. Tetapi manusia pragmatis tidak berfikir panjang tentang dampak negatif yang merugikan dari kebijakan-kebijakan yang diambilnya. Manusia pragmatis hanya berfikir; "yang penting saya aman, masa bodo buat yang lain", atau "mumpung lagi menjabat maka manfaatkanlah". Inilah tipe mindset manusia pragmatis.
Manusia tipe yang terakhir adalah manusia pelaksana. Manusia jenis ini tidak jauh beda dengan robot. Robot tidak punya nyawa, tidak punya akal dan tidak punya rasa. Manusia pelaksana sama seperti robot dalam menjalankan tugasnya/pekerjaannya. Manusia pelaksana tidak akan pernah dan tidak akan mau berfikir untuk apa dia mengerjakannya dan mau dibawa kemana organisasi/masyarakat yang dipimpinnya. Yang ada dalam benaknya hanya melaksanakan sesuatu tanpa mau tau apakah yang dilakukannya itu baikkah atau burukkah, haramkah atau halalkah. Manusia tipe ini juga hampir sama dengan tipe yang diatas, manusia pragmatis.  

Dari sedikit uraian diatas, termasuk manusia yang manakah kita, kawan? Idealis, pragmatis atau pelaksanakah? Semoga Allah Al-Muta'alli selalu meridhoi setiap yang kita kerjakan di dunia agar apa-apa yang kita kerjakan, usahakan, dan harapkan menjadi sebuah pekerjaan yang tidak hanya bermanfaat bagi sesama tapi juga diridhoi-Nya. Wallahu a'lam bisshowab.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar