Skip to main content

Yang Beriman, Yang Gratis Amalnya

Hai, sobat yang berbahagia. Mudah-mudahan kita yang islam ini termasuk ke dalam hamba-hamba yang beriman. Kalau pun tidak, dalam proses menuju ke dalam hamba yang terkategori beriman. Alhamdulillah…

Dilansir dari khutbah jum’at pada tanggal 08 April 2016, bertempat di Masjid Nurul Iman yang membicarakan mengenai orang-orang yang merugi dalam Surat Al-Ashr 
1. Demi masa, 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Kemudian dari itu, saya membuat sebuah hitung-hitung matematik mengapa manusia itu merugi?

Coba sahabat hitung-hitung dengan konversi Rupiah, berapa pendapatan sahabat dalam satu tahun?. Okay… kita rata-ratakan saja mengikuti UMR yang ada 2 juta – 5 juta Rupiah. Bahkan untuk mengais uang tambahan kita sampai pontang-panting yang mungkin jumlahnya masih 2 atau 3 jutaan. Jika kita totalkan dalam satu bulan kita mendapatkan 5 juta rupiah misalnya, dengan waktu yang cukup banyak untuk memperolehnya.

Okay, jadi masalah dari kerugian yang dimaksud adalah bahwa banyak orang yang tidak pandai mengkonversikan nikmat-nikmat ke dalam Rupiah. Kita semua yakin, manusia sangat pandai mengkoneversikan rupiah ke barang yang lain. Misalnya, ada uang 5 juta nih, oh… bisa buat beli HP merek Samsung Galaxy Mega, ada uang 17 juta nih, oh… bisa beli Sepeda Motor, dan lain sebagainya. Namun pernahkan kita sadar dan melakukan konversi terhadap nikmat yang Allah berikan? Ini sangat erat berkaitan mengenai kerugian yang manusia alami.

Tuntutan bagi yang beriman adalah ini. Ini yang dimaksud adalah ia bisa melihat nikmat Allah yang begitu besar dan mensyukurinya, walau hanya kelihatan secara gratis saja. Misalnya, nikmat udara, air, sehat, dan sebagainya. Seorang muslim dituntut harus pandai mongkonversikan nikmat Allah yang gratis itu kedalam hitung-hitung Rupiah. Tujuannya agar mengerti bahwa sesungguhnya pekerjaan yang kita lakukan dengan susah payah untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah masih minus atau alias merugi jika nikmat Allah yang diberikan secara Cuma-Cuma diminta bayarannya dalam bentuk Rupiah juga.

Sahabat bisa hitung, berapa jumlah oksigen yang kita butuhkan? Hitung sajalah setiap harinya kita harus membayar 100 juta, berarti satu bulan 3 miliar, so.. kalau satu tahun? Berarti pendapatan kita satu bulan masih terutang jika harus membayar oksigen sebanyak 2,9 miliar lebih. Oleh karena itu kita dari segi rupiahpun masih rugi hanya dalam 1 barang saja, yaitu OKSIGEN.

Maka bagi orang yang beriman dan bagi yang beramal sholeh, ia tidak merugi karena yang beriman dan beramal sholeh ini pekerjaan yang bayarannya mahal disisi Allah SWT. Sekali lagi tidak semua orang bisa melihat bekerja di jalan Allah itu sangat mahal bayarannya.

Oleh karenanya juga yang beriman dalam lingkungan masyarakat melakukan amal-amal yang gratis. Memberi anak yatim makan gratis, menolong orang tua dijalan secara gratis, bagi-bagi uang secara gratis juga, bantu dana nikahan secara gratis juga. Amal-amal ini ia lakukan, sebab ia sadar bayaran Allah jauh lebih mahal, jauh lebih besar, dan jauh lebih banyak ketimbang yang berasal dari dunia ini.

Semoga sahabat sekalian bisa untuk mengambil job dari Allah ini, untuk investasi jangka pendak dan juga jangka panjang. Aamiin…  
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar