Skip to main content

Jurnal Penyesuaian Pada Perusahaan Jasa


Jurnal penyesuaian (Adjustment Entries) merupakan jurnal yang disusun untuk menyesuaikan saldo-saldo akun yang dilaporkan di neraca saldo sebelum disusunnya laporan keuangan karena nilai yang dilaporkan dalam neraca saldo masih belum tepat sehingga tidak memenuhi kualitas informasi akuntansi yang diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
Ada beberapa perkiraan yang memerlukan ayat jurnal penyesuaian, antara lain:

1. Beban yang masih harus dibayar (Accrued expenses)
2. Pendapatan yang masih harus diterima (Accrued receivable)
3. Beban dibayar dimuka (Prepaid expenses)
4. Pendapatan diterima dimuka (Unearned revenue)
5. Penyusutan (Depreciation)
6. Pemakaian perlengkapan (Supplies)
7. Kemungkinan piutang tak tertagih (Bad debt expenses)
8. Estimasi pajak (Tax)

     1. Beban yang masih harus dibayar

Accrued expense adalah berbagai biaya yang telah menjadi beban perusahaan sampai kahir periode akuntansi, tetapi belum dikeluarkan uang kasnya sehingga menimbulkan untuk bagi perusahaan yang disebut dengan Beban yang masih harus dibayar.

Dengan demikian maka ayat jurnal penyesuaian:
Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

Beban ...

xxx


       Utang ...


xxx

(Sebesar yang terutang)



Atau
Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

... expenses

xxx


       ... accrued payable


xxx






Misal:

1 Maret 2014 dipinjam uang Rp. 1.000.000,-, bunga 6%. Bunga dibayar setiap tanggal 1 Maret dan 1 September. Apabila buku ditutup 31 Desember 2014 maka jelaslah bahwa bunga bulan September, Oktober, November, dan Desember belum dibayar, karena waktu pembayaran bulan Maret tahun yang akan datang, maka bunga selama 4 bulan yang belum dibayar itu merupakan utang masih harus dibayar (accrued payable) yaitu sebesar:

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari diagram di bawah ini:




Maka jurnal penyesuaiannya berbunyi:

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

Beban Bunga

20.000


       Utang Bunga


20.000






     2. Pendapatan yang masih harus diterima

Accrued receivable adalah berbagai pendapatan yang telah menjadi hak perusahaan pada periode akuntansi tertentu tetapi belum dicatat dan belum diterima uangnya sehingga menimbulkan piutang bagi perusahaan.

Dengan demikian maka ayat jurnal penyesuaian:

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

Piutang ...

xxx


       Pendapatan ...


xxx

(Sebesar yang menjadi piutang)



Atau
Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

... receivable

xxx


       ... income


xxx






Misal:

Pada tanggal 1 Mei 2014 disewakan rumah dengan sewa 1 tahun Rp. 12.000.000,- diterima sekali dalam setahun, yaitu pada akhir periode, ini berarti bahwa untuk tahun pertama akan diterima sewa tanggal 1 Mei 2015 yang akan datang, sedangkan untuk tahun 2014 buku ditutup 31 Desember 2014, jadi jelaslah bahwa rumah sudah disewakan kepada penyewa selama 8 bulan (1 Mei – 31 Desember 2014) tapi uang sewanya belum diterima karena waktu yang telah dijanjikan belum tiba.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari diagram di bawah ini:



Jadi yang merupakan piutang di sini adalah selama 8 bulan yaitu Rp. 8.000.000,- Maka jurnal penyesuainnya berbunyi:

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

Piutang sewa

8.000.000


       Pendapatan sewa


8.000.000






     3. Beban dibayar dimuka

Beban dibayar dimuka adalah biaya-biaya yang sudah dibayar tetapi belum dibebankan sebagai biaya pada periode itu. Beban dibayar dimuka ini sering timbul apabila perusahaan membayar biaya-biaya untuk beberapa periode sekaligus, sehingga dari jumlah pengeluaran tadi sebagian akan menjadi beban periode itu dan sebagian lagi akan dibebankan pada periode mendatang,

Contoh: sewa dibayar dimuka dan asuransi dibayar dimuka

Ada 2 pendekatan yang digunakan:
a. Pada awal pembayaran dicatat sebagai aset (Assets)
b. Pada awal pembayaran dicatat sebagai beban (expenses)

Jurnal penyesuaian mana yang kita pakai tergantung pada sebagai apa dicatat pada awal pembayaran. Apabila pada waktu pembayaran dicatat sebagai aset (prepaid) maka penyesuaiannya:

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

Beban ...

xxx


       ... dibayar dimuka


xxx

(Sebesar yang telah benar-benar menjadi beban)



Atau
Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

... expenses

xxx


       Prepaid ...


xxx






Apabila pada waktu pembayaran dicatat sebagai beban (expenses) maka penyesuaiannya:

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

... dibayar dimuka

xxx


       Beban ...


xxx

(Sebesar yang belum menjadi beban perusahaan)



Atau
Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

Prepaid ....

xxx


       ... expense


xxx






Misal:

Pada tanggal 1 Mei 2014 dibayar premi asuransi untuk 1 tahun sebesar Rp. 6.000.000,-. Bila dibuat jurnal pada waktu pembayaran 1 Mei 2014 sebagai aset:

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit
1/5
Asuransi dibayar dimuka

6.000.000


       Kas


6.000.000






Maka jurnal penyesuaian pada 31 Desember 2014 adalah:

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit
31/12
Beban asuransi

4.000.000


       Asuransi dibayar dimuka


4.000.000






Bila dibuat jurnal pada waktu pembayaran 1 Mei 2014 sebagai beban:

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit
1/5
Beban asuransi

6.000.000


       Kas


6.000.000






Maka jurnal penyesuaiannya pada 31 Desember 2014 adalah:

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit
31/12
Asuransi dibayar dimuka

2.000.000


       Beban asuransi


2.000.000






Untuk lebih jelasnya perbedaan kedua cara ini dapat dilihat dari diagram di bawah ini:

     a. Dicatat sebagai aset



     b. Dicatat sebagai beban


     4. Pendapatan diterima dimuka

Pendapatan diterima dimuka adalah berbagai pendapatan diterima terlebih dahulu kasnya, tetapi manfaat ekonomisnya baru akan dinikmati beberapa periode yang akan datang.

Contoh: pendapatan sewa diterima dimuka dan pendapatan komisi diterima dimuka

Ada 2 pendekatan yang dipakai:
1. Pada awal penerimaan kas dicatat sebagai Liabilitas/Kewajiban (Liability)
2. Pada awal penerimaan kas dicatat sebagai Pendapatan (Revenue)


Jurnal penyesuaian mana yang kita pakai tergantung sebagai apa dicatat pada awal penerimaan tersebut.

Apabila pada waktu pembayaran dicatat sebagai liabilitas/kewajiban maka penyesuaiannya:

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

Pendapatan ... diterima dimuka

xxx


       Pendapatan ...


xxx

(Sebesar yang telah menjadi hak perusahaan)



Atau
Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

Unearned ...

xxx


       ... income


xxx






Apabila pada waktu pembayaran dicatat sebagai pendapatan maka penyesuainnya:

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

Pendapatan ...

xxx


       Pendapatan ... diterima dimuka


xxx

(Sebesar yang belum menjadi hak perusahaan)



Atau
Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

... income

xxx


       Unearned ...


xxx






Misal:

Pada tanggal 1 Pebruari 2014 diterima terlebih dahulu sewa rumah untuk satu tahu Rp. 12.000.000,-

Apabila dibuat jurnal pada waktu penerimaan 1 Pebruari 2014 sebagai Liabilitas.

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit
1/2
Kas

12.000.000


       Pendapatan sewa diterima dimuka


12.000.000






Maka jurnal penyesuaiannya pada 31 Desember 2014 adalah:

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit
31/12
Pendapatan sewa diterima dimuka

11.000.000


       Pendapatan sewa


11.000.000






Apabila dibuat jurnal pada waktu penerimaan 1 Pebruari 2014 sebagai Pendapatan:

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit
1/2
Kas

12.000.000


       Pendapatan sewa


12.000.000






Maka jurnal penyesuaiannya pada 31 Desember 2014 adalah:

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit
31/12
Pendapatan sewa

1.000.000


       Pendapatan sewa diterima dimuka


1.000.000






Untuk lebih jelasnya perbedaan kedua cara ini dapat dilihat dari diagram di bawah ini:

     1. Dicatat sebagai liabilitas/kewajiban



     2. Dicatat sebagai pendapatan



     5. Penyusutan (Depreciation)

Aset tetap (fixed assets) seperti bangunan, mobil, mesin-mesin dan lain-lain yang memiliki umur yang terbatas, itu berarti pada suatu waktu aset tersebut tidak dapat digunakan lagi dalam operasi, mungkin karena sudah tua atau karena tidak ekonomis lagi. Jadi jelaslah bahwa setiap tahun dari nilai aset tersebut menurun, dan menurunnya nilai tersebut merupakan operasi yang dinamakan dengan biaya penyusutan (depreciation expense).

Maka pada setiap penutupan buku harus dibuat ayat jurnal penyesuaiannya yang berbunyi:

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

Beban penyusutan ...

xxx


       Akumulasi penyusutan ...


xxx

(Sebesar yang disusutkan)



Atau
Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

Depreciation expense of ...

xxx


       Accumulated depreciation of ...


xxx






     6. Pemakaian Perlengkapan (Supplies)

Penggunaan perlengkapan seperti kertas, tinta, karbon, dan lain-lain, dalam prakteknya tidak pernah dicatat di dalam buku harian, oleh karena itu maka untuk menghitung supplies yang telah dipakai dihitung dengan jalan:

Persediaan awal dari perlengkapan
Pembelian perlengkapan

Persediaan perlengkapan akhir
Beban perlengkapan
xxx
xxx +
xxx
xxx -
xxx

Untuk pemakaian perlengkapan kantor ataupu toko dibuat ayat jurnal penyesuaian:

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

Beban pemakaian perlengkapan

xxx


       Perlengkapan


xxx

(Sebesar yang terpakai)




     7. Kemungkinan Piutang Tak Tertagih (Bad Debt Expenses)
Tidak dapat disangkal lagi bahwa apabila perusahaan mempunyai piutang ada kemungkinan beberpa bagian dari piutang tak dapat ditagih yang dinamakan dengan pitang tak tertagih (bad debt expenses) dan sebagai tandingannya dari perkiraan biaya ini adalah perkiraan penilaian (valuation account) yang disebut Cadangan Kerugian Piutang (Allowances for bad debt)

Maka ayat jurnal penyesuaiannya berbunyi:

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

Biaya kerugian piutang

xxx


       Cadangan kerugian piutang


xxx

(Sebesar piutang tak tertagih)



Atau
Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

Bad debt expenses

xxx


       Allowances for bad debt


xxx






8. Estimasi Pajak (Tax)

Estimasi pajak adalah estimasi terhadap besarnya pajak yang masih harus dibayar dari perusahaan kepada pemerintah. Maka ayat jurnal penyesuaiannya berbunyi:

Tgl
Perkiraan
P/R
Debet
Kredit

PPh 

xxx


       Utang PPh


xxx

(Sebesar pajak yang terutang)



Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar