Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengurusan SITU (Surat Izin Tempat Usaha)

Pengurusan SITU (Surat Izin Tempat Usaha)
Untuk menjamin kelancaran usaha, setiap pengusaha butuh mengurus surat izin tempat usaha. Adapun prosedur pengurusan surat izin tempat usaha, adalah sebagai berikut:

a. Surat pengantar dari RT, Lurah/Desa dan Camat setempat.
b. Fotokopi KTP pemohon.
c. Surat permohonan izin usaha.
d. Berita acara pemeriksaan lkasi usaha oleh camat setempat.
e. Sketsa lokasi tempat usaha lengkap dengan tanda batas.
f. Surat keterangan tidak keberatan dari tetangga (HO).
g. Akta notaris pendirian badan usaha, seperti CV, PT atau Koperasi.
h. Surat kontrak atau sewa tempat usaha (untuk tempat usaha yang mengontrak/menyewa)
i. Pas foto ukuran 3 x 4 sebanyak 7 (tujuh) lembar.
j. Sertifikat atau surat-surat kepemilikan tanah.
k. Fiskal dari Despenda.
l. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
m. Blanko izin tempat usaha yang asli, jika memperpanjang izin usaha, perubahan tempat usaha, perubahan direktur atau pemilik tempat usaha.
n. Untuk usaha yang menghasilkan limbah atau pencemaran terhadap lingkungan, seperti hotel, tempat penginapan, SPBU, restoran/rumah makan, bengkel, peternakan, dan sejenisnya, harus melampirkan surat keterangan dari Bapedalda.
o. Untuk usaha pengolahan dan penjualan kayu harus melampirkan surat keterangan dari Dinas Kehutanan.

Selain daripada syarat-syarat berkaitan tempat izin usaha, pengusaha pun wajib menambah peraturan-peraturan dalam menjalankan usahanya, di antaranya sebagai berikut.

a. Ketertiban.

1. Perusahaan yang melaksanakan kegiatannya melebihi jam kerja mesti mempunyai izin khusus sesuai dengan peraturan pemerintah daerah.

2. Terdapat larangan bagi perusahaan yang menyimpan barang-barang produksinya di pinggir jalan umum yang sering dilalui oleh orang lain.

3. Pemakaian izin bangunan tidak bertentangan dengan pertauran pemerintah daerah sebagaimana sudah ditetapkan dalam perizinan tempat usaha.

b. Keamanan.

1. Terdapat antisipasi terhadap bahaya-bahaya kebakaran dengan menyediakan alat-alat pemadam kebakaran, memasang kamera-kamera yang bisa memantau aktivitas dalam perusahaan, jika suatu perusahaan mempunyai kapasitas produksi yang besar.

2. Bahan-bahan bangunan perusahaan harus terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar.

3. Perusahaan wajib mengetahui tantang undang-undang keselamatan kerja dan ketenagakerjaan, supaya setiap tenaga kerja bisa terjaga keselamatan dan kesejahteraannya.

c. Ksehatan.

1. Perlunya memperhatikan akan pencemaran terhadap lingkungan, seperti penyediaan tempat sampah, tidak membuang limbah-limbah ke sungai yang bisa meracuni air dan pemakaian sanitasi-sanitasi kesehatan yang baik.

2. Mempersiapkan peralatan-peralatan dan obat-obatan sebagai upaya pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan kerja di lingkungan kerja (P3K).

d. Syarat lain.

1. Apabila perusahaan bertempat dekat dengan pemukiman warga, perusahaan lebih mengutamakan tenaga sekitarnya yang memiliki KTP penduduk setempat.

2. Keindahan lingkungan dan penyediaan penghijauan di daerah sekitarnya mesti terus terjaga.

Apabila perusahaan tidak menaati dan mematuhi sesuai dengan permohonan tempat izin usaha dan syarat-syarat lainnya, SITU-nya akan dicabut atau ditarik, bahkan perusahaan bisa dikenakan tindakan penutupan. SITU akan diberikan dalam jangka waktu 3 bulan terhitung dari permohonan dan selambat-lambatnya 1 bulan sebelum jangka waktu tersebut berakhir harus mengajukan perpanjangan.

Baca juga artikel: Pengurusan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)