Skip to main content

Bentuk-Bentuk Perusahaan Untuk Usaha Kecil

Bentuk perusahaan untuk jenis usaha kecil, di antaranya usaha mandiri dan usaha bersama (partnership).

1. Usaha Mandiri

Usaha mandiri adalah bentuk usaha yang banyak digunakan karena prosedur pendirian mudah dan sederhana sehingga mudah didirikan, dimiliki, dioperasikan, dapat dibiayai dengan modal perorangan, dan semua laba / keuntungan usaha menjadi milik sendiri. Usaha kecil yang berbentuk usaha mandiri, di antaranya toko buku, toko makanan, rumah makan, toko obat, salon kecantikan, dan bengkel. Usaha mandiri memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan usaha mandiri, adalah sebagai berikut:

a.       Mudah didirikan dengan biaya yang relatif rendah.
b.      Keuntungan usaha menjadi milik pribadi.
c.       Pengawasan operasi perusahaan bisa dilakukan secara langsung.

Adapun kelemahan usaha mandiri, adalah sebagai berikut:

a.       Pertanggungjawaban hukumnya tidak terbatas.
b.      Modal sulit ditambah / dikembangkan.
c.       Keahlian manajemen terbatas.
d.      Sulit mendapatkan karyawan yang berpotensi.
e.       Kalangsungan usaha tidak stabil.
f.       Seluruh kerugian yang diderita perusahaan ditanggung oleh pelaku usaha.

2. Usaha Bersama (Partnership)

Usaha bersama adalah bentuk usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih dengan tujuan untuk mendapatkan laba. Dalam usaha bersama, kegiatan usaha tidak dijalankan oleh pemiliknya, tetapi ada pihak lain yang membantu. Ketika mendirikan usaha bersama harus dibuat perjanjian secara formal. Hal ini dilakukan supaya menghindari perselisihan di antara pengelola usaha karena perselisihan yang terjadi bisa merugikan usaha dan merusak hubungan pribadi. Usaha bersama bisa didirikan dalam bentuk Firma dan CV. Firma merupakan perusahaan yang didirikan untuk menjalankan usaha dengan menggunakan nama bersama. Adapun persekutuan komanditer / commanditaire vennootschap (CV) merupakan bentuk usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih atas dasar kepercayaan.

Usaha kecil yang didirikan dalam bentuk usaha bersama memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan usaha bersama, adalah sebagai berikut:

a.       Mudah mendirikannya.
b.      Mudah dalam mendapatkan modal.
c.       Kecakapan dan keahlian penglola perusahaan beragam.
d.      Keluwesan dalam mengatasi perubahan lingkungan usaha.

Adapun kelemahan usaha bersama, adalah sebagai berikut:

a.       Ketidakterbatasan kewajiban karena setiap anggota memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas atas kewajiban perusahaan.
b.      Berpotensi terjadi perselisihan antara anggota / antar partner kerja.
c.       Laba mesti dibagi untuk pihak yang terlibat dalam usaha bersama.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar