Skip to main content

4 Hal yang harus kamu ketahui untuk menikmati setiap sindiran orang terhadap hubungan kalian

Dalam hubungan yang belum resmi alias pacaran, kita tentu sering mendapati sindiran atau ejekan dari orang-orang di sekitar atau bahakan teman kita sendiri.  Jenis ejekan dan sindirannya tentu bermacam-macam, ada yang kesannya becanda seperti dibilang seperti, “kalian ini pacaran mulu, kalu waktu pacaran kalian dibikin kredit motor, mungkin udah lama lunas tuh motor”, atau “pacaran mulu, kapan kawin? Nunggu lebaran kuda?” dan lain sebagainya. Tapi, ada juga sindiran atau ejekan yang kesannya serius dan kadang membuat hati jadi jengkel,misalnya dari teman atau siapa yang yang bawa-bawa segala sesuatunya ke masalah hokum dan kadang agak berlebihan, misalnya tuduhan zina, maksiat dan lain sebagainya. So, apa yang harus kita lakukan bila bertemu orang-orang seperti ini?
Kamu tentu punya banyak alasan kenapa belum menikah ketika usia hubungan  dengan pacar bisa dibilang sudah cukup tua. Walaupun harus kita akui dalam hati ada kegundahan dan keresahan yang selalu menghantui. tapi mau bagaimana lagi, menikah tentu merupakan hal sakral yang sangat serius dan butuh persiapan dan perencanaan yang matang, belum lagi perihal takdir.
Untuk kalian yang sering menghadapi sindiran-sindiran tersebut, tentu juga harus memiliki penangkal atas serangan-serangan tersebut. Dalam hal yang penuh teka-teki seperti hubungan asmara dan hubungan kasih sayang memang, segala sesuatunya memang nggak bisa dipahami dalam sekali pandang. Andai saja hal ini dipahami oleh orang-orang sekitar yang hobi menjustifikasi hubungan kalian, tentu dunia akan tentram dan damai, tapi nyatanya kan tidak semua orang memamahi hal tersebut. Mungkin, beberapa hal ini bisa kamu jadikan senjata penangkal untuk menghadapi nyinyiran orang.
1.   Nggak masalah pacaran seperti kredit motor, orang-orang yang suka kredit biasanya paham konsekuensi dan komitmen
Sindiran mengenai hal-hal yang berkaitan denagn kredit ini merupakan sindiran yang paling sering digunakan orang untuk nyinyirin hubungan orang lain. orang sering kalimemandang kredit dari sisi negatifnya saja, padahal pada segala sesuatu juga pasti terkandung nilai-nilai postif, termasuk dalam urusan kredit ini. Kredit motor misalnya, kredit motor artinya kegiatan melakukan angsuran terhadap pembelian motor dan memerlukan jangka waktu yang cukup panjang. Dalam jangka waktu yang panjang tersebut, sebenarnya kamu dan pasangan sedang berlatih untuk menanam nilai-nilai kesabaran, ketenangan, konsistensi dan juga kesalingpercayaan. Selain itu yang terpenting adalah, kredit menggambarkan bahwa kepemilikan yang sah itu butuh proses yang panjang untuk benar-benar memiliki.
2.   Orang-orang yang nyinyirin kamu dengan pertanyaan “kapan nikah?”, belum paham hakikat pernikahan
Pertanyaan kapan nikah mungkin bisa dikatakan sebagai perkataan yang paling sering hadir membersamai waktu pacaran kalian yang sudah lama ketika bertemu dengan setiap orang. Kamu tidak perlu khawatir menghadapi pertanyaan seperti ini, karena orang yang bertanya boleh jadi tidak mengalami dinamika hubungan yang sama seperti yang kamu alami. Sama seperti semua orang yang berhak menanyakan kapan kamu menikah, kamu juga punya hak yang sama dengan menjawab jawaban apa saja terhadap jawaban itu. Bukan untuk menunjukkan kekesalan, tapi jawaban itu bisa jadi menggambarkan mengenai penjelasanmu kepada si penanya bahwa setiap hubungan memiliki permasalahan yang berbeda-beda, sehingga pertanyaan kapan nikah tidak selalu bisa berlalu dimana saja dan kapan saja.
3.   Adanya rasa sanyang yang tulus dan kesetiaan
Selain pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya positif dan mendukung adanya penyatuan dalam hubungan kamu, kadang ada juga pertanyaan yang nadanya agak profokatif, seperti pertanyaan “kalian kok bisa awet ya? Janngan-jangan kamu takut nggak laku ya kalau putus?. Pertanyaan seperti sesungguhnya hanyalah imajinasi liar si penanya. Boleh jadi mereka tidak punya bahan pertanyaan atau candaan lain yang lebih berkualitas. Kadang orang memang hanya menilai sesuai dengan persepsinya, tanpa mau mencari tau kedalaman hubungan kalian yang benar-benar tulus.
4.   Mereka gk paham bahwa kamu sedang mempersiapkan sesuatu untuk mewujudkan pernikahan yang berkwalitas
Orang-orang yang telah mengenal kalian dan mengetahui bahwa kalian sudah menjalin hubungan yang cukup lama denagn pasangan, biasanya sangat suka menarik kesimpulan sendiri tanpa bertanya langsung tentang apa yang sedang kalian persiapkan. Hal ini merupakan penyakit massal yang sudah sangat akut menjangkit orang-orang kepo dan sok tau. Kamu tidak perlu gundah dengan anggapan orang lain yang menganggap kalian hanya diam. Persiapan yang matang untuk menyongsong pernikahan yang berkwalitas memang tidak harus selalu diketahui oleh semua orang.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar