Akuntansi Islam dalam Sejarah yang Didukung dengan Berbagai Penemuan

Dalam buku-buku teori akuntansi masalah sejarah ini sudah banyak dibahas. Vernon Kam (1990) dalam buku Accounting Theory-nya menyatakan sebagai berikut.

Menurut sejarahnya, kita mengetahui bahwa sistem pembukuan double entry muncul di Italia pada abad ke-13. Itulah catatan yang paling tua yang kita miliki mengenai sistem akuntansi double entry seiak akhir abad ke-13 itu, namun adalah mungkin sistem double entny sudah ada sebelumnya.

Kita menggarisbawahi kalimat terakhir ini. Artinya, ada kemungkinan akuntansi khususnya akuntansi Islam sudah ada sebelum Pacioli. Pendapat ini banyak didukung oleh berbagai penemuan sebagai berikut.

1. Muhammad Khir (Harahap, 1991)

Dalam menanggapi pendapat di atas menyatakan sepenuhnya setuju sikap itu. Namun, ia menyatakan sebagai berikut.

Saya ingin membahas lebih lanjut pemahaman terhadap pertumbuhan double entry ini dari zaman dulu sampai zaman sekarang ini. Sebagian besar para akuntan dan para ekonom setuju bahwa faktor utama sebagai penyebab perkembangan teknologi akuntansi adalah akibat pembentukan pertumbuhan perusahaan dalam lingkungan pasar yang demikian kompleks.

Pertanyaan lainnya adalah apa kekuatan yang menimbulkan dan mendorong pembentukan dan pertumbuhan perusahaan, jawabnya adalah:
a.       Jiwa kapitalis
b.      Aspek sosial
c.       Tujuan akhir bukan laba, tetapi kepuasan masyarakat.

Pendapat ini juga dapat menjadi dasar untuk menyatakan bahwa akuntansi sudah ada sebelum Pacioli.

2. DR. Ali Shawki Ismail Shehata

Menanggapi soal ini, Shehata (Khir dalam Harahap, 1991) menyatakan: "Suatu pengkajian selintas terhadap sejarah Islam menyatakan bahwa akuntansi dalam Islam bukanlah merupakan seni dan ilmu yang baru," sebenarnya dapat dilihat dari peradaban Islam Yang pertama yang sudah memiliki Baitul Maal yang merupakan lembaga keuangan yang berfungsi sebagai "Bendahara Negara" serta menjamin kesejahteraan sosial. Muslim sejak itu sudah memiliki jenis akuntansi yang disebutkan dalam beberapa karya tulis umat Islam. Tulisan ini muncul lama sebelum double entry ditemukan oleh Lucas Pacioli di Italia tahun 1494."

3. Hendriksen

Seorang guru besar akuntansi berkebangsaan Amerika menulis sebagai berikut•. "....the introduction of Arabic numerical greatly facilitated the growth ofaccounting" (Harahap, 1995 dan lihat Hendriksen dalam bukunya Accounting Theory terbitan RD Irwin Inc. Illinois). (Penemuan angka Arab sangat membantu perkembangan akuntansi) kutipan ini menandai bahwa anggapan tadi dapat kita catat bahwa penggunaaan angka Arab (1,2,3, dan seterusnya) mempunyai andil besar dalam perkembangan ilmu akuntansi. Artinya besar kemungkinan bahwa dalam peradaban Arab sudah ada metode pencatatan akuntansi.

4. Kitab Suci Alquran

Pendapat di atas ternyata didukung oleh kitab suci umat Islam. Dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 282 dapat kita baca sebagai berikut.

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan hendaklah seorangpenulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Danjanganlahpenulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah sudah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis,...... dan persaksikanlah dengan dua orang saksi..... (lihat Alquran dan terjemahannya, YPPA, PT Bumi Restu).

Kemudian, dalam catatan kakinya muamalah diartikan seperti kegiatan jual-beli, berutang piutang, sewa menyewa dan sebagainya.

Dari ayat ini dapat kita catat bahwa dalam Islam sejak munculnya peradaban Islam sejak Nabi Muhammad Saw. Sudah ada perintah untuk  kebenaran, keadilan antara dua pihak yang mempunyai hubungan muamalah tadi (tren sekarang disebut accountability). Sementara ittl' pencatatan untuk tujuan lain seperti data untuk pengambilan keputusan tidak diharuskan karena ini sudah dianggap merupakan urusan yang sifatnya tidak perlu diatur oleh suatu kitab suci. Dan mengenai•hal ini Rasulullah mengatakan, "Kamu lebih tahu urusan duniamu”. 
Kesimpulan lain akuntansi bagi Islam adalah kewajiban dan mustahil Rasulullah, sahabatnya, serta para filosof Islam terkenal 700 tahun kemudian tidak mengenal akuntansi.

5. Robert Arnold Russel

Russel (Harahap: 1995a) sewaktu menjelaskan perkembangan seorang pengusaha sukses di Italia yang bernama Alberto pada zaman medival (pertengahan) pada saat Pacioli menerbitkan bukunya mengatakan bahwa kemajuan ekonomi pada masa itu terletak pada penerapan sistem akuntansi double entry Arab yang lebih canggih. la menyatakan (Harahap, 1993), sebagai berikut.

"Success of the new multiagent, long distance trading and banking business depended on the adoption of the new accounting system. By changing over from the old paragraph style of entry of the small business age to the Arab's more sophisticated double entry  system, merchant were able to keep an accurate picture sophisticated double entry system, of the various dealings, keep track of a score of agents, and use their capital to the best advantage. It took the Albert nearly a generation to get on top off the new system, but once it was mastered, it made sure every florish was workingfor thefirm. "

(Keberhasilan bisnis multiagen, perdagangan dan perbankan jarak jauh tergantung pada penerapan sistem akuntansi yang baru. Dengan mengubah dari metode lama yang diterapkan pada era bisnis skala kecil ke metode (sistem) akuntansi double entry Arab yang lebih canggih, pedagang sudah mampu menyusun gambaran yang tepat tentang berbagai transaksi dagang, mampu mencatat posisi masing-masing agen, dan mampu menggunakan  modalnya untuk investasi (kegiatan) yang lebih menguntungkan.  Hampir satu generasi keluarga Albert baru dapat menguasai sistem baru ini,' tetapi sekali sistem itu sudah dikuasai maka dapat menjamin semua sistem yang ada akan bekerja untuk kepentingan perusahaan).

6. W. Montgemory Watt

Watt dalam bukunya The Influence of Islam on Medieval Europe (1972, 1995) tampaknya sependapat dengan Russel. Pengakuannya adalah sebagai berikut.

Ketika kita menyadari segala keluasan eksperimen, pikiran dan tulisan orang Arab kita akan berpendapat bahwa tanpa orang Arab, ilmu pengetahuan dan filsafat orang Eropa tidak akan dapat berkembang seperti ketika dulu mereka pertama kali mengembangkannya. Orang-orang Arab bukanlah sebagai penyalur pikiran-pikiran Yunani, tetapi pencipta-pencipta sejati-yang mempertahankan disiplin-disiplin yang sudah mereka ajarkan dan meluaskannya.

Penemuan yang di Barat termasuk akuntansi tidak terlepas dari perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Arab. 


Sumber: Buku Teori Akuntansi - Sofyan Safri Harahap



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel